Sep 16, 2026
Nasional

JAKARTA — Basarnas Jadikan ADEXCO Wadah Edukasi Teknologi Manajemen Bencana

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menegaskan pentingnya penyelenggaraan Asia Disaster Management & Civil Protection Exhibiti

JAKARTA — Basarnas Jadikan ADEXCO Wadah Edukasi Teknologi Manajemen Bencana

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menegaskan pentingnya penyelenggaraan Asia Disaster Management & Civil Protection Exhibition & Conference (ADEXCO) sebagai wadah edukasi strategis dalam penguatan teknologi manajemen bencana dan perlindungan sipil. Di tengah tingginya potensi ancaman bencana alam di Indonesia, pemanfaatan inovasi mutakhir dinilai menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko korban jiwa serta mempercepat proses evakuasi di lapangan.

Sebagai negara yang berada di kawasan cincin api (*Ring of Fire*), Indonesia dihadapkan pada ancaman geografis yang kompleks, mulai dari gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, hingga bencana hidrometeorologi. Basarnas mencatat bahwa efisiensi operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) sangat bergantung pada kecepatan respons (*response time*) dan keakuratan data lokasi terdampak. Oleh karena itu, ajang internasional seperti ADEXCO menjadi ruang krusial untuk mempertemukan pemangku kebijakan, praktisi kebencanaan, serta penyedia teknologi global.

Transformasi Digital dan Peran Teknologi Modern SAR

Dalam beberapa tahun terakhir, Basarnas terus mendorong modernisasi alutsista dan peralatan SAR. Pemanfataan teknologi mutakhir seperti pesawat tanpa awak (*drone*) berbasis pencitraan termal, pemindai bawah air (*sonar scanner*), hingga sistem pemetaan berbasis kecerdasan buatan (*Artificial Intelligence*) kini menjadi standar baru dalam penanggulangan darurat.

"Adopsi teknologi mutakhir bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menekan tingkat risiko kerja tim di lapangan dan mempercepat evakuasi korban," ujar perwakilan pejabat Basarnas dalam keterangan resminya. Melalui ADEXCO, edukasi mengenai penggunaan perangkat ini tidak hanya ditujukan kepada petugas teknis, tetapi juga kepada pemerintah daerah dan organisasi relawan agar memiliki pemahaman yang setara mengenai standar manajemen bencana modern.

Analisis Perbandingan: Operasi SAR Tradisional vs Berbasis Teknologi

Penerapan teknologi tinggi dalam manajemen bencana terbukti mengubah efektivitas operasi pencarian secara signifikan. Berikut adalah perbandingan parameter operasional antara metode konvensional dan metode modern berbasis teknologi:

Parameter Operasi Metode Konvensional Metode Berbasis Teknologi (ADEXCO Standard)
Waktu Deteksi Korban 6 hingga 24 jam awal 15 hingga 60 menit (Menggunakan Drone Termal)
Cakupan Pemetaan Area Terbatas pada jangkauan fisik tim darat Sangat Luas (Pemetaan Satelit & Sensor Udara)
Tingkat Risiko Personel Sangat Tinggi (Memasuki zona bahaya langsung) Terukur & Lebih Aman (Eksplorasi awal via robotik)
Akurasi Koordinat Evakuasi Estimasi visual dan kompas manual Presisi Tinggi (GPS Real-Time & GIS Integration)

Tahapan Integrasi Teknologi dalam Manajemen Bencana

Penguatan kapasitas manajemen bencana melalui platform edukasi ADEXCO mencakup empat tahapan utama yang terintegrasi secara sistematis:

  1. Mitigasi dan Deteksi Dini: Pemasangan sensor bahaya berbasis IoT (*Internet of Things*) untuk memberikan peringatan cepat sebelum bencana terjadi.
  2. Pemetaan Kebutuhan Darurat: Penggunaan analitik data raya (*big data*) untuk memetakan jumlah korban, jalur evakuasi aman, serta titik distribusi logistik.
  3. Pelaksanaan Operasi SAR Presisi: Pengerahan armada khusus yang dilengkapi teknologi pencari sinyal darurat dan radar penembus tanah (*ground-penetrating radar*).
  4. Evaluasi dan Rehabilitasi Pasca-Bencana: Pendataan kerusakan infrastruktur menggunakan pemodelan 3D udara untuk mempercepat proses rekonstruksi.

Penyelenggaraan ADEXCO diharapkan tidak hanya berhenti pada pemameran alat-alat canggih, melainkan mampu memicu transfer pengetahuan (*knowledge transfer*) yang berkelanjutan. Basarnas berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan di Indonesia siap menghadapi potensi ancaman bencana dengan dukungan teknologi yang andal, efisien, dan berstandar internasional.

Basarnas menilai ajang ADEXCO sangat strategis untuk meningkatkan kapasitas manajemen bencana di Indonesia. Pemanfaatan drone termal, sistem pemetaan GIS, dan IoT terbukti mampu mempercepat waktu deteksi korban dari hitungan jam menjadi menit. Baca analisis lengkapnya di Apaberita.com: [Link]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User