Sep 17, 2026
Hukum

Jakarta — Kementan Tegaskan Kemandirian Pangan Kunci Utama Kedaulatan Negara

Apaberita.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia kembali menekankan pentingnya membangun kemandirian pangan nasional sebagai sy

Jakarta — Kementan Tegaskan Kemandirian Pangan Kunci Utama Kedaulatan Negara

Apaberita.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia kembali menekankan pentingnya membangun kemandirian pangan nasional sebagai syarat mutlak menjaga kedaulatan bangsa. Kedaulatan suatu negara dinilai sangat rentan apabila kebutuhan pokok masyarakatnya masih sangat bergantung pada pasokan impor dari luar negeri.

Penyuluh Pertanian Ahli Utama Kementerian Pertanian, Profesor Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa ketahanan nasional tidak akan pernah dapat berdiri kokoh selama sektor pangan dan energi belum mandiri secara penuh. Ketergantungan terhadap negara lain hanya akan membuat Indonesia mudah didikte dalam penentuan kebijakan strategis.

“Kalau kita mandiri dalam hal pangan dan energi, tidak mungkin kita didikte orang lain. Jadi salah satu bukti bahwa negara kita berdaulat, kita betul-betul tidak didikte orang lain,” tegas Prof. Dedi Nursyamsi dalam dialog bersama PRO 3 RRI di Jakarta.

Ia menekankan bahwa Indonesia harus berani melangkah lebih jauh dari sekadar ketahanan pangan, yakni menuju swasembada pangan penuh. Dalam konsep swasembada, seluruh kebutuhan pangan domestik secara mutlak dipenuhi dari hasil keringat petani lokal dan optimalisasi lahan pertanian di tanah air.

Kronologi dan Langkah Strategis Menuju Swasembada Pangan

Upaya mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan ini bukanlah proses instan, melainkan rangkaian langkah terstruktur yang telah digalakkan pemerintah selama beberapa tahun terakhir. Berikut adalah tahapan penting perjalanan kebijakan swasembada pangan nasional:

  1. Tahun 2023 (Pembenahan Tata Kelola Pupuk): Pemerintah mulai melakukan perbaikan masif dalam sistem pengelolaan pupuk bersubsidi. Kementan menyederhanakan mekanisme distribusi agar pupuk dapat diterima secara akurat, tepat waktu, dan tepat sasaran oleh para petani di pelosok desa.
  2. Penyederhanaan Regulasi Pertanian: Berbagai regulasi dan birokrasi yang membebani sektor pertanian dipangkas. Penyederhanaan aturan ini bertujuan untuk mempermudah perizinan, akses permodalan, serta percepatan masuknya sarana produksi pertanian (saprodi).
  3. Tahun 2025 (Pencapaian Swasembada Pangan): Berkat pembenahan sistemik dari hilir ke hulu, Indonesia secara resmi berhasil mencapai status swasembada pangan nasional tanpa bergantung pada pasokan komoditas utama dari luar negeri.
  4. Tahun 2026 (Menghadapi Tantangan Iklim El Nino): Meskipun dihadapkan pada ancaman iklim ekstrem El Nino yang cukup kuat, pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan status swasembada pangan dan memastikan kebijakan zero import beras tetap berjalan hingga saat ini.

Fokus Penguatan Sektor Pertanian Nasional

Kementerian Pertanian terus menyusun barisan strategi untuk mempertahankan status swasembada di tengah ancaman krisis iklim global. Penguatan sektor pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada kesejahteraan para petani sebagai ujung tombak kedaulatan pangan.

Berikut adalah beberapa fokus utama penguatan sektor pertanian yang sedang dan terus dijalankan oleh pemerintah:

  • Optimalisasi Lahan Pertanian: Memaksimalkan indeks pertanaman (IP) dan perluasan areal tanam melalui program pencetakan lahan baru serta revitalisasi lahan tidur.
  • Efisiensi Distribusi Pupuk Bersubsidi: Memastikan rantai pasok pupuk bebas dari praktik penyimpangan sehingga petani tidak lagi mengalami kelangkaan saat musim tanam tiba.
  • Mitigasi Bencana dan Cuaca Ekstrem: Menyediakan sarana pompanisasi masif dan percepatan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat kekeringan El Nino.
  • Penguatan Teknologi dan Mekanisasi: Mengadopsi teknologi modern dalam proses pra-panen hingga pasca-panen guna meningkatkan produktivitas serta menekan kehilangan hasil (loss rate).

Dengan tekad bulat dan komitmen lintas sektor, Kementan optimistis bahwa Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan swasembada pangan saat ini, tetapi juga siap menjadi lumbung pangan dunia di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User