Sep 17, 2026
Hukum

AS — Demokrat Blokir Penjualan Bom Senilai 2,8 Miliar Dolar ke Israel

WASHINGTON — Politisi senior Partai Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri DPR Amerika Serikat (AS), Gregory Meeks, secara resmi menghentikan proses persetu

AS — Demokrat Blokir Penjualan Bom Senilai 2,8 Miliar Dolar ke Israel

WASHINGTON — Politisi senior Partai Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri DPR Amerika Serikat (AS), Gregory Meeks, secara resmi menghentikan proses persetujuan paket penjualan senjata besar-besaran senilai USD 2,8 miliar (sekitar Rp45,3 triliun) ke Israel. Langkah tegas ini memblokir salah satu pengiriman senjata terbesar di era pemerintahan Presiden Donald Trump, yang mencakup pasokan 40.000 unit bom berat berukuran 2.000 pon (sekitar 907 kg).

Keputusan Meeks diambil di tengah meningkatnya keprihatinan internasional atas dampak kemanusiaan dari penggunaan amunisi berdaya ledak tinggi di wilayah berpenduduk padat. Bom seberat 2.000 pon dikenal sebagai salah satu amunisi konvensional paling destruktif dalam persenjataan AS, yang mampu meruntuhkan gedung-gedung tinggi dan menghasilkan radius ledakan yang sangat luas.

Kronologi Penangguhan Penjualan Senjata

Proses penangguhan amunisi tempur ini melalui sejumlah tahapan krusial di tingkat legislatif AS sebelum akhirnya dihentikan oleh Fraksi Demokrat:

  1. Pengajuan Paket oleh Eksekutif: Pemerintah AS mengajukan proposal lisensi penjualan 40.000 bom penghancur senilai USD 2,8 miliar sebagai bentuk dukungan pertahanan bagi Israel.
  2. Peninjauan Informal Kongres: Berkas penjualan masuk ke Komite Luar Negeri DPR AS untuk menjalani proses evaluasi dan peninjauan kebijakan luar negeri.
  3. Penggunaan Hak Penangguhan (Hold): Gregory Meeks menggunakan hak prerogatifnya sebagai anggota senior komite untuk menolak memberikan lampu hijau (clearing) pada skema transaksi tersebut.

Analisis Potensi Risiko dan Dampak Kemanusiaan

Penolakan ini mencerminkan keretakan mendalam di Washington terkait kebijakan bantuan militer tanpa syarat. "Ancaman terhadap keselamatan warga sipil akibat penggunaan amunisi seberat satu ton ini terlalu tinggi dan tidak dapat diabaikan," ujar seorang sumber internal Komite Luar Negeri AS yang mengutip kekhawatiran Meeks.

Para pengamat militer menilai bahwa penyerahan 40.000 unit bom berat dapat memperparah krisis kemanusiaan di kawasan konflik. Bom jenis ini dirancang untuk menghancurkan benteng bawah tanah, tetapi penggunaannya di pemukiman kota berisiko tinggi menimbulkan korban jiwa massal dari pihak sipil.

Parameter Paket Rincian Transaksi Dampak / Catatan Khusus
Nilai Transaksi USD 2,8 Miliar Salah satu paket amunisi terbesar era Trump
Jenis Amunisi Bom Konvensional 2.000 Pon (1 Ton) Kategori amunisi paling destruktif milik AS
Jumlah Unit 40.000 Unit Ditolak akibat risiko keselamatan warga sipil
Status Hukum Ditahan (On Hold) di DPR AS Membutuhkan persetujuan ulang Komite Luar Negeri

Mekanisme pengawasan dan Implikasi Politik

Berdasarkan aturan hukum Amerika Serikat, penjualan senjata utama ke negara asing wajib melalui peninjauan Ketua dan Anggota Senior dari Komite Luar Negeri DPR serta Senat. Kebijakan *informal hold* yang diterapkan oleh Meeks secara efektif membekukan pengiriman hingga kementerian luar negeri memberi jaminan atau merevisi isi paket persenjataan.

Langkah Gregory Meeks ini mempertegas tekanan politik yang dihadapi pemerintahan Trump dari Kongres. Hal ini menandai dinamika baru dalam hubungan bilateral AS-Israel, di mana anggota parlemen AS semakin ketat mengawasi alokasi amunisi berat yang berpotensi melanggar norma hukum humaniter internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User