JAKARTA — Denting gitar pop rock dan lirik penuh kritik sosial menggema

Makna Keteladanan di Balik Judul Provokatif Di balik judulnya yang nyeleneh, D’Guru menyimpan kritik mendalam tentang tanggung jawab moral seorang figur pa

Jul 08, 2026 - 03:19
0 0

Makna Keteladanan di Balik Judul Provokatif

Di balik judulnya yang nyeleneh, D’Guru menyimpan kritik mendalam tentang tanggung jawab moral seorang figur panutan. Sang vokalis, Sunaryo yang akrab disapa Paguru, menjelaskan bahwa lagu ini lahir dari kegelisahannya melihat krisis keteladanan di masyarakat.

“Lagu ini memiliki makna dalam, terutama tentang pentingnya keteladanan. Kalau guru berbuat salah sedikit saja, murid bisa melakukan kesalahan lebih banyak. Sebaliknya, kalau guru memberi kebaikan, murid juga akan melakukan lebih banyak kebaikan,”

ujar Paguru, yang juga merupakan owner Kawasan Wisata Samingah Wised di Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga.

Pesan tersebut terasa semakin relevan di tengah maraknya kasus hukum yang menyeret pejabat publik. D’Guru seakan ingin mengingatkan bahwa setiap tindakan pemimpin adalah pelajaran hidup bagi generasi yang mengamatinya. Lagu ini dirilis bersamaan dengan dua nomor lainnya, “Dolanan Rakyat” dan “Balada Pekerja,” yang juga mengangkat isu keseharian rakyat kecil. Seluruh lagu telah tersedia di berbagai platform musik digital, memudahkan pendengar dari berbagai usia untuk mengaksesnya.

D’Guru: Empat Guru Bersuara Lewat Pop Rock

D’Guru bukanlah band kemarin sore. Mereka terbentuk sejak tahun 2013 dari keinginan para guru untuk tetap berkarya di luar kelas. Personelnya terdiri dari Sunaryo alias Paguru (vokal), Gie (gitar), Fry (bass), dan Erwin (drum). Dengan formasi klasik ini, mereka mengusung irama pop rock yang mudah dicerna, namun tetap bertenaga.

“Kita generasi tua yang ingin berkarya. Sebagai guru, kita memberikan petuah,”

kata Paguru. Band ini ingin membuktikan bahwa usia dan profesi bukan penghalang untuk menyuarakan keresahan lewat seni. Mereka justru menjadikan pengalaman puluhan tahun sebagai pendidik sebagai amunisi lirik yang orisinal dan menyentuh.

Dalam perjalanannya, D’Guru telah menelurkan sejumlah lagu bernuansa kebangsaan dan kritik, seperti “NKRI,” “Penjaga Negeri,” dan “Pejabatku.” Semuanya telah mengudara di platform musik digital, menunjukkan konsistensi mereka dalam menyampaikan pesan kepada khalayak luas.

Kritik Sosial dan Pesan Kebangsaan dalam Nada

Yang membedakan D’Guru dari band bertema kritik lainnya adalah posisi mereka sebagai pendidik. Lirik-lirik yang mereka tulis tidak sekadar menggugat, tetapi juga menabur benih inspirasi. Setiap sentilan terhadap penguasa selalu diimbangi dengan ajakan untuk tetap mencintai negeri.

“Selain kritik sosial tentu kami juga menyampaikan pesan kebangsaan. Semoga generasi muda terinspirasi, kita semua menjadi inspirasi hal-hal baik,”

tegas Paguru.

Pendekatan ini membuktikan bahwa kritik tidak selalu berarti konfrontatif. D’Guru memilih jalan yang lebih subtil namun menggigit: musik yang menghibur sekaligus mendidik. Pemutaran serentak di puluhan radio swasta nasional menjadi validasi bahwa suara mereka diterima, dan lebih penting lagi, masyarakat siap mendengar pesan yang disampaikan. Dari panggung kecil guru-guru kreatif di Purbalingga, D’Guru telah membuktikan bahwa lagu bisa menjadi cermin sosial yang jernih, tanpa kehilangan harmoni.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User