Jakarta, Apaberita.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkat bicara soal viralnya momen Presiden ke-7 RI Joko W

Bestari menyampaikan, kehadiran Jokowi di daerah itu semata-mata untuk menghormati undangan para pemuka adat setempat yang hendak memberikan gelar kehormatan. Prosesi yang akhirnya menjadi buah bibir

Jul 08, 2026 - 04:58
0 0
Jakarta, Apaberita.com  – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkat bicara soal viralnya momen Presiden ke-7 RI Joko W

Bestari menyampaikan, kehadiran Jokowi di daerah itu semata-mata untuk menghormati undangan para pemuka adat setempat yang hendak memberikan gelar kehormatan. Prosesi yang akhirnya menjadi buah bibir publik itu, kata dia, bukanlah agenda yang dirancang oleh Jokowi sendiri.

“Ya, sebetulnya, itu kan kehadiran Pak Jokowi diundang untuk diberikan penghargaan adat setempat ya kan. Dengan gelar Baginda Pemuka Rakyat. Itu kan bukannya, bukan juga Pak Jokowi yang menentukan harus jadi apa, beliau datang menghormati undangan para tokoh, tokoh dewan adat gitulah,”

Bestari mengungkapkan hal tersebut dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (3/7/2026). Pernyataan ini merespons gelombang perbincangan di media sosial yang mencuat setelah foto dan video Jokowi menginjak kepala kerbau tersebar luas. Banyak warganet mempertanyakan makna dan etika di balik ritual yang dianggap kontroversial itu.

Menurut Bestari, Jokowi sendiri mengaku kaget saat mengetahui ada detail ritual tersebut. Kekhawatiran mantan Wali Kota Solo itu rupanya terbukti: momen adat itu benar-benar menjadi perhatian nasional dan memicu diskusi hangat.

“Kepada PSI, Pak Jokowi menyampaikan rasa kagetnya karena tidak tahu akan ada prosesi itu. Beliau sempat waswas momen ini bakal ramai jadi omongan orang, dan ternyata memang jadi ramai kayak gini,”

Dia menambahkan, PSI memandang peristiwa ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang patut dihargai, bukan dijadikan polemik berkepanjangan. Menurutnya, prosesi adat serupa lazim ditemukan di berbagai daerah sebagai simbol pengakuan masyarakat adat terhadap tokoh yang dianggap berjasa atau dihormati.

Safari politik Jokowi ke Lampung memang menjadi salah satu agenda paska-purnatugas yang dinantikan publik. Selain menerima gelar “Baginda Pemuka Rakyat”, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pendukung setianya di provinsi ujung selatan Sumatera itu.

Hingga berita ini diturunkan, tim Apaberita.com masih mencoba menghubungi perwakilan dewan adat setempat untuk mendapatkan penjelasan detail soal filosofi ritual injak kepala kerbau. Viral-nya momen ini tampaknya menambah daftar panjang kontroversi yang kerap membersamai langkah politik Jokowi meski sudah tak menjabat.

Menanggapi hal ini, pengamat komunikasi politik dari Universitas Lampung, Arif Hidayat, meminta publik agar melihatnya secara proporsional. “Kita harus pisahkan antara penghormatan budaya dan penilaian politik. Jokowi menerima gelar sebagai bagian dari tata krama seorang tokoh yang diundang, bukan sebagai penggagas ritual,” ujarnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User