Israel Tegas Tolak Penarikan Pasukan dari Lebanon, Klaim Dapat Lampu Hijau AS

Apaberita.com, Jakarta – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menarik pasukan dari Lebanon dalam kondisi apa pun. Dalam pidatonya di Tel Aviv, Katz mengkl

Jul 08, 2026 - 05:39
0 0
Israel Tegas Tolak Penarikan Pasukan dari Lebanon, Klaim Dapat Lampu Hijau AS

Apaberita.com, Jakarta – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menarik pasukan dari Lebanon dalam kondisi apa pun. Dalam pidatonya di Tel Aviv, Katz mengklaim bahwa kebijakan tersebut telah mendapatkan dukungan penuh dari Amerika Serikat, sekaligus menyebutnya sebagai pencapaian diplomatik yang signifikan.

Pernyataan ini menandai eskalasi retorika di tengah ketegangan perbatasan yang masih membara. Pasukan Israel diketahui telah melakukan operasi darat terbatas di Lebanon selatan sebagai respons terhadap serangan dari kelompok bersenjata lintas perbatasan. Namun, komitmen untuk tidak menarik diri menunjukkan perubahan paradigma dari pola konflik sebelumnya.

"Kami telah mengumumkan bahwa dalam keadaan apa pun kami tidak akan menarik diri dan, hingga saat ini — dan ini adalah pencapaian diplomatik — tidak ada tuntutan Amerika agar Israel menarik diri dari Lebanon," tegas Katz di hadapan sejumlah pejabat militer dan sipil, seperti dilaporkan oleh tim Apaberita.com yang memantau langsung pidato tersebut pada Kamis (25/6/2026).

Lebih lanjut, Katz mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi secara langsung dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengenai keberadaan pasukan Israel di Lebanon. Tidak hanya itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga dikabarkan telah menyampaikan alasan strategis penempatan militer ini kepada Presiden Donald Trump dalam pembicaraan bilateral. Kedua pemimpin Israel itu menekankan bahwa kehadiran pasukan diperlukan untuk mencegah infiltrasi dan menjaga zona penyangga di perbatasan utara.

Baca Juga: Analisis Dampak Strategis Kehadiran Militer Israel di Lebanon Selatan

Sumber Apaberita.com di lingkungan Kementerian Pertahanan Israel menyebutkan bahwa fokus utama dari penempatan ini adalah menghancurkan terowongan dan infrastruktur militer yang dibangun oleh Hizbullah di dekat "garis biru" perbatasan. Data intelijen yang dihimpun menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pembangunan pos pengamatan dan gudang senjata dalam beberapa bulan terakhir, yang dianggap sebagai ancaman langsung bagi pemukiman Israel di Galilea.

Meskipun demikian, klaim dukungan AS ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Gedung Putih atau Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Beberapa pengamat hubungan internasional di Jakarta yang diwawancarai Apaberita.com menilai pernyataan Katz mungkin lebih bersifat diplomatis untuk memperkuat posisi tawar Israel di forum regional, terutama menjelang pertemuan darurat Liga Arab yang dijadwalkan pekan depan.

Penolakan Israel untuk menarik pasukan dikhawatirkan dapat memicu reaksi berantai dari aktor-aktor kawasan. Iran, sebagai pendukung utama Hizbullah, telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap pendudukan permanen di tanah Lebanon akan ditanggapi dengan "konsekuensi serius." Teheran menuduh Israel melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang mengakhiri konflik 2006.

Di sisi lain, militer Israel melaporkan bahwa sejak operasi dimulai, mereka telah menghancurkan empat terowongan lintas batas dan menyita puluhan ton bahan peledak. "Kehadiran kami di sana bukan pendudukan, melainkan operasi keamanan preventif," ujar seorang perwira senior yang enggan disebutkan namanya. Namun, laporan dari pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) menyebutkan bahwa pergerakan pasukan Israel telah melampaui batas zona operasi yang sebelumnya dideklarasikan.

Apaberita.com akan terus memantau perkembangan terbaru dari situasi ini, termasuk reaksi resmi dari Washington dan negara-negara Arab. Simak laporan komprehensif kami berikutnya seputar dinamika geopolitik di perbatasan Israel-Lebanon.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User