IHSG Sempat Terseok ke Zona Merah, Berakhir Sedikit Membaik di Penutupan
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan pergerakan yang jauh dari kata mulus. Setelah dibuka melemah tajam hingga
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini dengan pergerakan yang jauh dari kata mulus. Setelah dibuka melemah tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt), indeks perlahan bangkit dan berakhir di teritori yang sedikit lebih baik dibandingkan posisi pembukaan.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG dibuka melemah 357,76 poin atau 4,30 persen ke posisi 7.962,79 pada Kamis (29/1/2026) pagi. Tekanan jual yang masif di awal sesi membuat otoritas bursa terpaksa mengaktifkan mekanisme trading halt guna meredam kepanikan pasar.
Kronologi Perdagangan: Dari Panik ke Stabilisasi
Berikut urutan kejadian sepanjang sesi perdagangan hari ini berdasarkan catatan bursa:
- Pembukaan sesi I — IHSG langsung anjlok 357,76 poin (4,30 persen) ke level 7.962,79, dipicu aksi jual besar-besaran pada saham-saham berkapitalisasi besar.
- Trading halt diaktifkan — BEI menghentikan sementara perdagangan karena indeks mengalami penurunan yang melampaui ambang batas yang ditetapkan.
- Pembukaan kembali perdagangan — Setelah jeda, pelaku pasar mulai melakukan aksi beli selektif pada saham-saham yang dinilai sudah murah (undervalued).
- Penutupan sesi — IHSG berhasil memangkas sebagian besar pelemahannya dan ditutup pada level yang lebih baik dibandingkan posisi pembukaan pagi.
Pergerakan tersebut terlihat pada papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026), seperti terlihat pada foto dokumentasi AFP.
Faktor Pendorong Tekanan Pasar
Sejumlah analis menilai aksi jual awal sesi lebih banyak dipicu sentimen eksternal dan kekhawatiran terhadap arus keluar dana asing (capital outflow). Namun, masuknya aksi beli dari investor domestik membuat indeks tidak jatuh lebih dalam.
Meski berakhir membaik, IHSG belum kembali ke wilayah positif. Pasar masih mencermati perkembangan global, termasuk arah kebijakan suku bunga dan pergerakan nilai tukar rupiah, yang diperkirakan akan terus memengaruhi volatilitas indeks dalam beberapa sesi ke depan.
3 FAQ Esensial
- Apa yang dimaksud trading halt dan mengapa IHSG mengalaminya?
Trading halt adalah penghentian sementara perdagangan oleh BEI ketika indeks turun melampaui ambang batas tertentu, dengan tujuan meredam aksi jual panik dan memberi waktu pelaku pasar menilai kembali posisi mereka. - Apakah IHSG sudah kembali ke zona hijau?
Belum sepenuhnya. IHSG hanya membaik dari level pembukaan yang melemah 4,30 persen ke 7.962,79, sehingga masih berada di wilayah negatif secara harian. - Apa dampaknya bagi investor ritel?
Volatilitas tinggi membuka peluang akumulasi saham berfundamental baik pada harga murah, namun risiko koreksi lanjutan tetap besar sehingga investor disarankan memperhatikan profil risiko masing-masing.
Comments (0)