Hubungan Bersejarah Prabowo dan Raja Yordania Kian Erat Jelang Kunjungan

Jakarta – Kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein ke Indonesia pada Jumat pekan ini menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral yang telah lama terjalin, sekaligus menguku...

Jul 12, 2026 - 09:34
0 0
Hubungan Bersejarah Prabowo dan Raja Yordania Kian Erat Jelang Kunjungan

Jakarta – Kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein ke Indonesia pada Jumat pekan ini menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral yang telah lama terjalin, sekaligus mengukuhkan kedekatan personal antara pemimpin kedua negara. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima langsung sang raja di Istana Merdeka, menandai pertemuan tingkat kepala negara pertama sejak Prabowo menjabat pada 2024.

Kedatangan Raja Abdullah II bukan sekadar lawatan diplomatik biasa. Jejak hubungan antara Prabowo dan Raja Yordania telah terbangun dalam satu dekade terakhir melalui sejumlah pertemuan bilateral, nota kesepahaman pertahanan, dan komunikasi yang intens di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa kunjungan ini akan menghasilkan penguatan kerja sama strategis di bidang pertahanan, perdagangan, dan penanganan konflik kemanusiaan.

Perjalanan Diplomasi Prabowo di Amman

Hubungan personal antara Prabowo dan Raja Abdullah II mulai terlihat publik saat Menteri Pertahanan RI itu melakukan kunjungan kerja ke Amman pada Januari 2020. Dalam lawatan tersebut, Prabowo diterima di Istana Al-Husseiniya dan membahas secara tertutup upaya peningkatan kerja sama militer. “Kami sepakat untuk memperluas latihan gabungan dan pertukaran intelijen dalam menghadapi ancaman terorisme lintas batas,” ujar seorang pejabat Kementerian Pertahanan yang terlibat dalam pertemuan itu.

Pertemuan itu menjadi titik awal komunikasi yang lebih intensif. Setahun berselang, tepatnya pada Maret 2021, Prabowo kembali berkunjung ke Yordania untuk menandatangani nota kesepahaman industri pertahanan. Dokumen tersebut mencakup rencana produksi bersama amunisi kaliber kecil serta pelatihan pasukan khusus TNI di fasilitas militer Yordania yang dikenal memiliki standar operasi tinggi di kawasan.

Salah satu hasil konkret dari hubungan ini adalah pengiriman puluhan perwira menengah TNI Angkatan Darat ke King Abdullah II Special Operations Training Center (KASOTC) pada 2022. Program itu dirancang untuk meningkatkan kapasitas prajurit Indonesia dalam operasi kontraterorisme. “Kami belajar banyak dari pengalaman Yordania yang berada di garis depan konflik regional,” kata Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus saat itu.

Raja Abdullah II dan Apresiasi pada Indonesia

Di sisi lain, Raja Abdullah II berulang kali menyatakan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan dialog antaragama. Dalam pidato di hadapan parlemen Yordania pada 2023, sang raja menyebut Indonesia sebagai mitra penting yang memiliki pengaruh besar di dunia Islam moderat. “Indonesia adalah contoh bagaimana Islam dan demokrasi berjalan beriringan,” demikian pernyataan Raja yang dikutip kantor berita resmi Petra.

Pandangan itu turut mendorong Yordania untuk secara konsisten mendukung pencalonan Indonesia di berbagai forum internasional. Pada 2024, Amman menjadi salah satu negara pertama yang menyampaikan dukungan resmi terhadap keanggotaan Indonesia di Dewan Hak Asasi Manusia PBB periode 2025–2027.

Hubungan kedua pemimpin semakin menguat melalui saluran komunikasi langsung. Sejumlah diplomat yang mengetahui dinamika tersebut mengonfirmasi bahwa Prabowo dan Raja Abdullah II beberapa kali bertukar pandangan melalui sambungan telepon, terutama saat eskalasi konflik di Gaza pada akhir 2023. Keduanya sepakat mendorong solusi dua negara dan menggalang bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Indonesia kemudian mengirimkan dua gelombang bantuan melalui jalur udara yang dikoordinasikan langsung dengan Otoritas Umum Bulan Sabit Merah Yordania.

Kunjungan Kenegaraan dan Proyeksi Masa Depan

Kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II akhir pekan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden, acara penyambutan resmi akan digelar di halaman Istana Merdeka dengan upacara kenegaraan penuh. Setelahnya, Prabowo dan Raja Abdullah II akan memimpin pertemuan bilateral tertutup yang diikuti penandatanganan sejumlah instrumen kerja sama.

Diplomat senior Kementerian Luar Negeri menyebutkan bahwa tiga dokumen utama akan ditandatangani, yakni perjanjian ekstradisi, kerja sama pengembangan industri pertahanan tahap kedua, dan pembentukan komite bersama perdagangan dan investasi. “Ini adalah kunjungan yang sangat strategis, bukan hanya simbolis. Ada capaian konkret yang akan menguntungkan kedua negara,” ujar sumber tersebut.

Dari sisi ekonomi, data Badan Pusat Statistik menunjukkan nilai perdagangan Indonesia-Yordania mencapai 1,2 miliar dolar AS pada 2025, didominasi ekspor minyak sawit dan tekstil. Kedua pihak menargetkan peningkatan hingga 2 miliar dolar AS dalam tiga tahun ke depan. Yordania juga membuka peluang investasi di sektor pupuk fosfat yang menjadi komoditas andalan negeri itu.

Kedekatan personal Prabowo dan Raja Abdullah II dinilai para pengamat akan mempermudah implementasi berbagai kesepakatan. Rekam jejak panjang interaksi keduanya sejak 2020 membangun fondasi kepercayaan yang kuat. Lawatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa politik luar negeri Indonesia tetap aktif melintasi kawasan dan berbasis pada hubungan kepala negara yang solid.

Rangkaian acara kunjungan akan ditutup dengan jamuan santap malam kenegaraan di Istana Bogor pada Sabtu malam. Presiden Prabowo diharapkan menyampaikan pidato yang menekankan pentingnya solidaritas antara negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim dalam menghadapi tantangan global, sekaligus memperkuat kerja sama bilateral yang telah teruji waktu.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User