Oct 15, 2026
Politik

Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla Lahan Gambut Pulang Pisau

PULANG PISAU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan menurunkan helikopter untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lahan gambut seluas lebih dari ...

Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla Lahan Gambut Pulang Pisau

PULANG PISAU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan menurunkan helikopter untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lahan gambut seluas lebih dari 100 hektare di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Operasi pemadaman udara tersebut dilakukan pada Jumat, 31 Juli 2026, setelah api dilaporkan terus meluas dan sulit dikendalikan melalui jalur darat.

Berdasarkan laporan Pos Komando Penanggulangan Karhutla setempat, titik panas terdeteksi di sejumlah area dengan kedalaman gambut yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan asap tebal dan mengganggu kualitas udara di permukiman sekitar. Pengerahan helikopter dilakukan untuk melakukan water bombing pada titik-titik api yang tidak terjangkau oleh petugas di lapangan.

"Kami menindaklanjuti laporan titik panas dengan menerjunkan helikopter untuk melakukan pemadaman udara, karena kondisi lahan gambut yang kering membuat api cepat merambat ke bawah permukaan," tegas seorang pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Ratusan Personel Dikerahkan ke Lokasi

Selain operasi udara, sebanyak ratusan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta Manggala Agni dikerahkan untuk melakukan pemadaman darat dan pembuatan sekat bakar. Petugas juga menyiagakan sejumlah unit mobil pemadam serta pompa air berkapasitas besar guna menyuplai air dari sumber terdekat ke lokasi kebakaran.

Menurut data yang dihimpun, luas lahan yang terbakar telah melampaui 100 hektare dan tersebar di beberapa titik. Kondisi ini memerlukan penanganan cepat mengingat karakteristik tanah gambut yang dapat menyimpan bara api dalam waktu lama, bahkan setelah permukaan terlihat padam.

"Kami menetapkan status siaga darurat karhutla di wilayah ini berdasarkan hasil Rapat Koordinasi lintas instansi, agar pengerahan sumber daya dapat dilakukan secara terpadu dan terukur," menyatakan pejabat tersebut.

Faktor Cuaca dan Aktivitas Manusia Diselidiki

Kepolisian setempat menyatakan tengah menyelidiki penyebab munculnya kebakaran, termasuk kemungkinan adanya aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan dengan cara membakar. Berdasarkan Undang-Undang yang berlaku, pembukaan lahan dengan cara membakar dikenai sanksi pidana yang berat, baik bagi perorangan maupun korporasi.

Pihak berwenang menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara petugas terus memantau perkembangan titik panas melalui citra satelit.

"Kami memastikan setiap pelanggaran akan ditindak sesuai keputusan hukum yang berlaku, dan kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar," tegasnya.

Dampak Asap dan Antisipasi Kesehatan

Kabut asap akibat kebakaran dilaporkan mulai menyelimuti beberapa kawasan permukiman di sekitar lokasi. Dinas Kesehatan setempat menyiagakan fasilitas layanan kesehatan dan membagikan masker kepada warga sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Pemerintah kabupaten juga berkoordinasi dengan instansi di tingkat provinsi untuk memantau kualitas udara serta potensi gangguan penerbangan akibat kabut asap. Sekolah-sekolah di kawasan terdampak diminta mengikuti arahan dinas pendidikan apabila kondisi udara memburuk.

Penguatan Patroli dan Pencegahan Dini

Dalam rapat koordinasi lanjutan, tim gabungan sepakat memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan terbakar, khususnya pada area gambut yang mudah terpapar panas. Langkah ini mencakup pemantauan rutin, pengecekan titik panas, serta penyuluhan kepada masyarakat mengenai risiko kebakaran lahan.

Pemerintah daerah menargetkan operasi pemadaman dapat segera memadamkan seluruh titik api dalam beberapa hari ke depan, dengan dukungan personel tambahan dan armada udara. Seluruh pihak diminta bersinergi mengingat potensi cuaca kering yang diperkirakan masih berlangsung di Kalimantan Tengah.

Hingga laporan ini diturunkan, petugas masih berjibaku di lokasi dengan dukungan helikopter water bombing untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala di bawah permukaan gambut. Situasi terkini dilaporkan mulai terkendali, meski pemantauan intensif tetap dilakukan sepanjang malam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User