'Harga' Suap Bupati Kuansing: Dulu Pajero Sport, Kini Land Cruiser
Jakarta - Kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, terus menguak fakta mengejutkan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa praktik suap yang d
Jakarta - Kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, terus menguak fakta mengejutkan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa praktik suap yang dilakukan sang bupati telah berulang dengan pola 'naik kelas' yang sangat kasat mata: dari semula 'harga' Pajero Sport, kini meningkat menjadi Toyota Land Cruiser. Temuan ini semakin menguat setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK berhasil mengungkap keterlibatan sejumlah pihak.
Dalam OTT tersebut, Suhardiman tidak sendiri. KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Suhardiman Amby sendiri, Zulkarnain selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, dan Ardiles selaku Direktur Utama PT MIC. Operasi senyap ini sempat diwarnai drama pelarian. Suhardiman dan Zulkarnain sempat menghilang sebelum akhirnya menyerahkan diri ke KPK pada Selasa (30/6) malam. KPK juga sempat mengamankan istri Suhardiman, Suci Nitia Edward, yang diduga turut menjadi bagian dari pusaran aliran dana korupsi tersebut.
Sumber internal KPK yang enggan disebutkan identitasnya kepada Apaberita.com menegaskan bahwa pola suap ini bukan insiden pertama.
"Dulu, permintaannya hanya setara Pajero Sport. Sekarang, dia dengan percaya diri meminta Land Cruiser. Ini bukan sekadar korupsi, tapi keserakahan yang terstruktur dan terus meningkat setiap tahunnya," ujar sumber tersebut, Rabu (1/7).
Penyidik menduga modus operandi yang digunakan adalah pemberian kendaraan mewah sebagai imbalan atas pengarahan proyek di lingkungan Pemkab Kuansing. Suhardiman diduga memanfaatkan jabatannya untuk memenangkan rekanan tertentu, dengan Sekda Zulkarnain berperan sebagai perantara utama. Sementara itu, Ardiles dari PT MIC menjadi pihak yang memfasilitasi ketersediaan kendaraan melalui skema pembelian perusahaan.
Keterlibatan anggota keluarga dalam OTT semakin mempertegas indikasi bahwa hasil korupsi tidak hanya dinikmati oleh sang bupati seorang diri, tetapi juga dialirkan kepada lingkaran terdekat. KPK kini terus mendalami aliran dana lainnya, termasuk kemungkinan adanya aset lain yang disamarkan. Publik menanti langkah tegas KPK dalam membongkar jaringan korupsi di daerah yang semakin menunjukkan tren 'kenaikan kelas' yang memprihatinkan ini.
Comments (0)