JOMBANG — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, menghadiri sidang pleno Muktamar Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kehadiran tokoh kelahiran Rembang tersebut menjadi pusat perhatian para peserta yang terdiri atas utusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta perwakilan badan otonom di lingkungan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia itu.
Sidang pleno digelar sebagai bagian dari rangkaian agenda muktamar yang menetapkan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan. Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya tiba didampingi sejumlah pengurus harian PBNU dan langsung menempati kursi pimpinan sidang. Prosesi pembukaan ditandai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan panitia, serta laporan perkembangan penyelenggaraan muktamar.
Agenda Strategis dalam Sidang Pleno
Agenda utama sidang pleno meliputi pembahasan dan pengesahan laporan pertanggungjawaban pengurus, evaluasi program kerja, serta penetapan rekomendasi organisasi untuk periode kepengurusan mendatang. Rapat koordinasi antara pimpinan PBNU dan utusan wilayah turut mewarnai jalannya persidangan guna menyamakan persepsi atas berbagai isu strategis yang dihadapi umat dan bangsa.
Dalam sambutannya, Gus Yahya menegaskan bahwa muktamar merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan dalam tubuh Nahdlatul Ulama. “Muktamar adalah momentum untuk menegaskan kembali komitmen Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan bangsa dan melestarikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Gus Yahya di hadapan para peserta sidang.
Ia menambahkan, seluruh keputusan yang dihasilkan dalam pleno harus berpijak pada kepentingan umat dan tetap menjaga marwah organisasi. Menurutnya, proses musyawarah yang demokratis dan santun merupakan warisan para pendiri yang wajib dijaga oleh setiap kader Nahdlatul Ulama.
Partisipasi Utusan dari Seluruh Indonesia
Sidang pleno di Jombang dihadiri oleh utusan dari 38 provinsi di Indonesia, termasuk perwakilan pengurus cabang istimewa di luar negeri. Para peserta membawa aspirasi dari masing-masing wilayah, mulai dari isu pendidikan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan peran NU dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Ketua panitia pelaksana menyatakan bahwa seluruh persiapan penyelenggaraan telah dilakukan secara matang, mulai dari akomodasi peserta, pengamanan, hingga kelancaran jalannya persidangan. “Kami berkomitmen menyelenggarakan muktamar secara tertib, khidmat, dan sesuai dengan aturan organisasi yang berlaku,” katanya dalam keterangan resmi.
Suasana khidmat menyelimuti arena sidang ketika para peserta secara bergantian menyampaikan pandangan atas rancangan rekomendasi yang diajukan. Mekanisme tersebut berjalan sesuai dengan tata tertib persidangan yang telah disahkan pada pembukaan muktamar.
Harapan bagi Perjalanan NU ke Depan
Kehadiran langsung Gus Yahya dalam pleno dinilai para pengamat dan pengurus wilayah sebagai bentuk komitmen pimpinan pusat dalam mendengarkan suara warga Nahdliyin dari seluruh penjuru negeri. Langkah ini dipandang memperkuat konsolidasi internal organisasi menjelang penetapan program kerja periode berikutnya.
Dalam arahannya, Gus Yahya mengingatkan seluruh kader agar menjadikan persatuan sebagai prioritas utama. “Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam musyawarah, tetapi persatuan adalah harga mati yang tidak boleh ditawar,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pemerintah daerah, serta masyarakat Jombang atas dukungan dan keramahtamahan selama penyelenggaraan muktamar. Menurutnya, suasana kondusif yang tercipta menunjukkan kematangan berorganisasi warga Nahdlatul Ulama.
Sidang pleno ditutup dengan pembacaan doa dan pengumuman jadwal agenda berikutnya. Seluruh keputusan yang dihasilkan akan dituangkan dalam dokumen resmi muktamar dan menjadi pedoman kerja pengurus di semua tingkatan. Rangkaian muktamar di Jombang diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara.
Comments (0)