Sep 16, 2026
Hukum

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Semburkan Abu Setinggi 1.000 Meter

Langit pagi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang mendadak diselimuti keabu-abuan saat Gunung Semeru kembali menunjukkan gejolak vulkaniknya. Gunung

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Semburkan Abu Setinggi 1.000 Meter

Langit pagi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang mendadak diselimuti keabu-abuan saat Gunung Semeru kembali menunjukkan gejolak vulkaniknya. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali berturut-turut pada Senin pagi, 14 September. Kolom abu tebal membubung tinggi hingga 1.000 meter di atas puncak Mahameru, menciptakan pemandangan yang mencekam sekaligus mengingatkan warga sekitar akan ancaman nyata dari perut bumi.

Rangkaian Erupsi Beruntun dalam Sehari

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini mengalami peningkatan intensitas sejak dini hari. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru mencatat letusan pertama terjadi dengan amplitudo maksimum yang cukup signifikan, disusul dua hembusan besar berikutnya yang melepaskan material abu vulkanik ke udara secara beruntun.

Erupsi tersebut melontarkan kolom abu berwarna abu-abu hingga cokelat kehitaman dengan intensitas sedang hingga tebal yang bergerak condong ke arah barat daya. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada ruang udara sekitar kawasan pegunungan, tetapi juga meningkatkan kecemasan warga yang bermukim di lereng gunung.

Berikut adalah rincian estimasi parameter letusan Gunung Semeru yang tercatat oleh pos pengamatan pada hari ini:

Urutan Letusan Tinggi Kolom Abu Arah Sebaran Abu Status Gunung
Erupsi Pertama ± 500 Meter Barat Daya Siaga (Level III)
Erupsi Kedua ± 700 Meter Barat Daya / Selatan Siaga (Level III)
Erupsi Ketiga ± 1.000 Meter Barat Daya Siaga (Level III)

Zona Bahaya dan Imbauan Keselamatan dari Petugas

Menanggapi rangkaian letusan ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis peringatan ketat agar masyarakat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

"Masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terancam perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," ujar perwakilan pihak penanggulangan bencana daerah dalam keterangannya.

Petugas menekankan bahwa bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin menjadi salah satu ancaman paling krusial, terutama jika hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru. "Masyarakat harus senantiasa waspada dan mengamati perkembangan cuaca secara berkala agar tidak terjebak saat material vulkanik bercampur air meluncur deras," tambah pemantau gunung api secara emosional mengingat histori bencana di kawasan tersebut.

Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan Warga

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih bertahan pada Level III (Siaga). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang bersama para relawan kebencanaan terus bersiap di lapangan untuk memantau pergerakan abu serta mendistribusikan masker gratis guna mengantisipasi gangguan pernapasan bagi warga terdampak.

Masyarakat di lereng Semeru diimbau untuk tetap tenang namun selalu siap siaga, termasuk mematuhi seluruh rekomendasi radius aman dari PVMBG dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User