Golkar Solo Deklarasikan Sekar Tandjung Maju Pilkada
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya Kota Surakarta mengambil langkah strategis dengan menetapkan Sekar Krisnauli Tandjung sebagai bakal calon Wali Kota dalam gelaran Pemilihan Kepala Dae...
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya Kota Surakarta mengambil langkah strategis dengan menetapkan Sekar Krisnauli Tandjung sebagai bakal calon Wali Kota dalam gelaran Pemilihan Kepala Daerah mendatang. Keputusan tersebut diumumkan di Solo pada Kamis sore, menandai babak baru peta politik di wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis utama partai berlambang banteng.
Sekretaris DPD II Golkar Kota Solo, Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa pengusungan tersebut telah melewati serangkaian tahapan internal yang ketat. Ia menjelaskan bahwa nama Sekar muncul dari proses penjaringan dan uji kelayakan yang melibatkan seluruh elemen partai di tingkat akar rumput. "DPD telah melakukan konsolidasi menyeluruh dan kami meyakini yang bersangkutan memiliki kapasitas serta visi yang selaras dengan cita-cita pembangunan Kota Solo ke depan," ujarnya.
Figur Berlatar Belakang Kuat
Sekar Krisnauli Tandjung bukan wajah baru dalam lingkaran politik Tanah Air. Sebagai putri dari mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung, ia dibesarkan dalam tradisi politik yang matang dan memiliki jaringan luas, baik di tingkat nasional maupun daerah. Pendidikan formalnya ditempuh di perguruan tinggi ternama di luar negeri, dengan fokus pada studi hubungan internasional dan kebijakan publik. Rekam jejaknya mencakup keterlibatan aktif di sejumlah organisasi kepemudaan Golkar serta kerja-kerja sosial di kawasan Solo dan sekitarnya.
Pengamat politik lokal menilai pencalonan Sekar membawa semangat regenerasi bagi Partai Golkar, sekaligus menjadi sinyal bahwa partai berlambang pohon beringin ingin memutus dominasi kekuatan politik lain yang telah mengakar di Solo. Pengalaman internasional yang dimiliki diyakini dapat membawa perspektif segar dalam menghadapi tantangan perkotaan seperti penataan ruang publik, penguatan ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya.
Kalkulasi di Tengah Peta Politik Solo
Kota Surakarta dalam tiga periode terakhir berada di bawah kepemimpinan kader PDI Perjuangan, termasuk Wali Kota petahana Gibran Rakabuming Raka yang kemudian melangkah ke panggung nasional. Realitas ini menempatkan setiap kontestasi pilkada di Solo sebagai medan yang sulit ditaklukkan oleh partai di luar peta kekuasaan yang ada. Golkar menyadari sepenuhnya tantangan tersebut dan tidak sekadar mengandalkan popularitas nama besar keluarga Tandjung.
Taufiqurrahman menegaskan bahwa partainya akan segera membuka komunikasi dengan sejumlah kekuatan politik lain untuk membangun koalisi yang solid. "Kami tidak berangkat dengan tangan kosong. Mekanisme koalisi sedang dijajaki secara intensif, karena kami membutuhkan dukungan lebih dari enam kursi di DPRD untuk memenuhi ambang batas pencalonan," paparnya. Saat ini, Golkar Solo memiliki tiga kursi legislatif hasil Pemilu 2024, sehingga masih memerlukan tambahan kekuatan dari partai lain.
Langkah Golkar mengusung Sekar juga dipandang sebagai upaya memperluas basis pemilih dari kalangan generasi muda dan perempuan urban. Tim pemenangan yang tengah disusun akan fokus pada pendekatan berbasis komunitas dan pemanfaatan platform digital. Beberapa nama tokoh masyarakat dan pengusaha muda Solo dikabarkan akan masuk dalam struktur tim tersebut.
Respons Internal dan Agenda Selanjutnya
Keputusan DPD Golkar Kota Solo mendapat sambutan positif dari kader di berbagai tingkatan. Ketua Harian DPD II Golkar Solo, yang turut hadir dalam deklarasi, menyebut pengusungan Sekar sebagai cermin keberanian partai memberi ruang kepada pemimpin muda. Ia juga mengingatkan seluruh mesin partai untuk segera bergerak melakukan pemetaan basis massa di lima kecamatan se-Kota Surakarta.
Agenda terdekat, DPD akan menggelar Rapat Koordinasi Khusus bersama pimpinan kecamatan dan kelurahan guna menyamakan persepsi dan merancang strategi pemenangan. Sekar sendiri dijadwalkan akan melakukan serangkaian pertemuan terbatas dengan para pemuka agama, budayawan, dan pelaku usaha mikro. "Pendekatan kultural akan menjadi kekuatan utama kami, karena Solo adalah kota dengan peradaban yang khas dan tidak bisa didekati hanya dengan retorika politik semata," pungkas Taufiqurrahman.
Penetapan resmi Sekar Krisnauli Tandjung sebagai bakal calon Wali Kota dari Golkar rencananya akan diikuti dengan pengajuan surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar dalam waktu dekat. Seluruh tahapan administrasi, termasuk kelengkapan dokumen syarat pencalonan, disebut telah rampung disiapkan oleh tim khusus yang dibentuk sejak awal tahun. Dengan deklarasi ini, Golkar Solo menjadi salah satu partai pertama yang secara terbuka mengumumkan arah dukungannya menjelang perhelatan politik yang akan digelar pada November 2024 mendatang.
Comments (0)