Oct 11, 2026
Politik

Golkar Dukung Prabowo Capres 2029, Gerindra Apresiasi

Jakarta — Partai Gerindra menyambut positif pernyataan politikus Partai Golkar, Doli Kurnia Tandjung, yang menyebut Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2029. Dukungan tersebu...

Golkar Dukung Prabowo Capres 2029, Gerindra Apresiasi

Jakarta — Partai Gerindra menyambut positif pernyataan politikus Partai Golkar, Doli Kurnia Tandjung, yang menyebut Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2029. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk konsolidasi politik antarpartai koalisi pendukung pemerintahan yang sah dan konstitusional.

Sekretaris Gerindra Sumatera Utara, Sugiat Santoso, menegaskan bahwa apresiasi diberikan karena pernyataan Doli sejalan dengan arah politik nasional yang mengedepankan keberlanjutan pembangunan. "Kami mengapresiasi dukungan yang disampaikan saudara Doli. Ini menunjukkan kepercayaan mitra koalisi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo," ujar Sugiat dalam keterangan resminya di Medan, dikutip Jumat.

Menurut Sugiat, pernyataan Doli Kurnia Tandjung merupakan sikap pribadi yang tidak dapat dilepaskan dari dinamika internal Partai Golkar sebagai partai besar yang memiliki tanggung jawab konstitusional. Ia menilai wajar jika partai berlambang beringin itu mempertimbangkan kembali sosok Prabowo untuk periode kedua.

"Kewenangan menentukan siapa yang akan mendampingi calon presiden sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo. Kami tidak ingin mendahului mekanisme internal partai," tegas Sugiat.

Kewenangan Cawapres Berada di Tangan Prabowo

Sugiat Santoso menegaskan bahwa pembahasan mengenai calon wakil presiden untuk Pemilu 2029 merupakan domain Prerogatif Prabowo Subianto selaku ketua umum partai dan pemimpin pemerintahan. Ia menyatakan bahwa seluruh partai koalisi harus menghormati keputusan yang nantinya ditetapkan berdasarkan mekanisme organisasi dan kepentingan nasional.

"Berdasarkan UU dan Anggaran Dasar Partai, keputusan pencalonan presiden dan wakil presiden ditetapkan melalui rapat pleno dan forum tertinggi partai. Karena itu, kami tidak akan mencampuri urusan itu," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa fokus utama seluruh partai koalisi saat ini adalah mendukung program-program pemerintah, terutama di sektor pangan, energi, dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, wacana Pemilu 2029 tidak boleh mengganggu kinerja kabinet dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.

Dalam pandangan Sugiat, dukungan yang diberikan Golkar kepada Prabowo merupakan bagian dari komunikasi politik yang sehat antarpartai. Ia berharap ujaran tersebut tidak dimaknai sebagai upaya mendikte hak politik rakyat dalam menentukan pemimpin pada pemilu mendatang.

Konsolidasi Koalisi Menuju Pemilu 2029

Pengamat politik menilai pernyataan Doli Kurnia Tandjung dapat dibaca sebagai sinyal bahwa Partai Golkar ingin memperkuat posisinya dalam koalisi pemerintahan. Namun, dinamika internal Golkar tetap menjadi faktor penentu, mengingat partai tersebut memiliki mekanisme tersendiri dalam menetapkan kandidat presiden.

Sugiat menegaskan bahwa Partai Gerindra tidak akan terburu-buru mengambil sikap resmi terkait pencalonan pada 2029. Menurutnya, partai akan mengikuti seluruh tahapan konstitusional yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum dan menghormati hasil keputusan rapat pleno apabila waktunya tiba.

"Kami mengikuti aturan. Kalau nanti ada rapat koordinasi dan pleno, maka keputusan itu yang kami junjung. Yang jelas, saat ini kami fokus mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran," pungkas Sugiat.

Dengan pernyataan tersebut, Partai Gerindra menegaskan bahwa hubungan dengan Partai Golkar tetap solid dalam barisan koalisi. Namun, ihwal pencalonan presiden 2029 akan sepenuhnya ditetapkan melalui mekanisme partai dan keputusan Prabowo Subianto sebagai pemegang kewenangan tertinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User