Gerindra Jateng Buka Peluang Dukung Taj Yasin di Pilkada

JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, mengisyaratkan adanya peluang koalisi dengan bakal calon gubernur Taj Yasin Maimoen untuk menghadapi Pemilihan Kep...

Gerindra Jateng Buka Peluang Dukung Taj Yasin di Pilkada

JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, mengisyaratkan adanya peluang koalisi dengan bakal calon gubernur Taj Yasin Maimoen untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2024. Pernyataan tersebut mengemuka setelah keduanya menggelar pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Al Anwar IV Sarang, Rembang, pada Selasa (14/5/2024) malam.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, Sudaryono mengaku berdiskusi secara intensif dengan putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu. Ia menegaskan bahwa komunikasi politik antara Gerindra dan Taj Yasin berjalan hangat dan konstruktif, meskipun belum ada keputusan final mengenai mekanisme dukungan resmi partai.

"Kalau ada jalannya, kenapa tidak? Kita lihat dinamika politik ke depan. Yang jelas, silaturahmi ini bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik dengan semua tokoh potensial di Jawa Tengah," ujar Sudaryono kepada wartawan usai pertemuan, Selasa malam.

Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi di kalangan pengamat politik bahwa Gerindra tengah menjajaki poros baru di Jawa Tengah, di luar pasangan yang selama ini santer disebut-sebut. Sudaryono sendiri enggan merinci lebih jauh substansi pembicaraan, namun menegaskan bahwa Gerindra membuka ruang dialog dengan semua figur yang memiliki elektabilitas dan kapasitas memimpin provinsi berpenduduk lebih dari 37 juta jiwa tersebut.

Pertemuan di Tengah Dinamika Pilkada Jateng

Pertemuan antara Sudaryono dan Taj Yasin terjadi di tengah peta politik Jawa Tengah yang masih cair. Sejumlah nama telah mengemuka sebagai bakal calon gubernur, termasuk mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa yang diusung PDI Perjuangan, serta petahana Gubernur Ganjar Pranowo yang masa jabatannya berakhir pada September 2023 lalu.

Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, merupakan tokoh Nahdlatul Ulama yang memiliki basis massa kuat di wilayah pesisir utara Jawa Tengah. Selama menjabat sebagai Wakil Gubernur mendampingi Ganjar, ia dikenal aktif dalam program pengembangan pesantren dan pemberdayaan ekonomi umat. Popularitasnya dinilai meningkat signifikan, terutama di kalangan pemilih tradisional Islam.

Sudaryono menambahkan bahwa Gerindra, yang saat ini memiliki kursi di DPRD Jawa Tengah, tidak akan terburu-buru dalam menentukan sikap. Partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu, kata dia, akan melakukan kajian mendalam terhadap elektabilitas, kapasitas, dan visi-misi setiap bakal calon sebelum mengeluarkan rekomendasi resmi.

"Kami tidak ingin salah langkah. Semua keputusan akan melalui mekanisme partai yang ketat, termasuk rapat koordinasi dengan DPP," tegasnya.

Peluang Koalisi dan Sinyal Politik

Pengamat politik dari Universitas Diponegoro, Fitrianto Nugroho, menilai pertemuan tersebut merupakan sinyal kuat bahwa Gerindra tidak menutup diri terhadap poros alternatif di Jawa Tengah. Menurutnya, pernyataan "kalau ada jalannya" dari Sudaryono mengindikasikan adanya ruang negosiasi yang terbuka lebar.

"Ini langkah cerdas Gerindra. Dengan membangun komunikasi dengan Taj Yasin, mereka punya posisi tawar yang lebih kuat, baik untuk berkoalisi maupun untuk mengusung kader sendiri," ujar Fitrianto saat dihubungi Apaberita, Rabu (15/5/2024).

Ia menambahkan bahwa Taj Yasin memiliki modal sosial yang tidak bisa dianggap remeh. Selain faktor keturunan ulama, rekam jejaknya di pemerintahan provinsi dinilai cukup solid. Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana membangun koalisi yang cukup untuk memenuhi ambang batas pencalonan, yakni minimal 20 persen kursi DPRD atau 25 persen suara sah pada pemilu sebelumnya.

Hingga berita ini diturunkan, DPD Partai Gerindra Jawa Tengah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait mekanisme penjaringan bakal calon. Sudaryono hanya menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan semua elemen, termasuk partai politik lain, untuk membangun koalisi yang solid demi kemajuan Jawa Tengah.

"Prinsip kami, kepentingan rakyat di atas segalanya. Kami akan bekerja keras memastikan pemimpin yang terpilih nanti benar-benar mampu membawa perubahan," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User