Genjot PAD dan Pelayanan Publik, Wamendagri Dorong Wali Kota Perkuat Inovasi
Medan, Apaberita.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh wali kota se-Indonesia untuk memperkuat inovasi dan kepemimpinan adaptif. Dorongan ini disampaikan
Medan, Apaberita.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak seluruh wali kota se-Indonesia untuk memperkuat inovasi dan kepemimpinan adaptif. Dorongan ini disampaikan sebagai strategi kunci untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjaga mutu pelayanan publik di tengah dinamika perkotaan yang kian kompleks.
Ajakan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026, yang berlangsung di Grand City Hall Medan, Sumatera Utara. Mengusung tema “Kota Tangguh Bangsa Berdaulat”, forum ini menjadi panggung bagi para kepala daerah untuk merumuskan langkah strategis pembangunan kota.
Inovasi Jadi Jawaban Atas Tantangan Kota
Di hadapan peserta rakernas, Wamendagri menekankan bahwa era kerja konvensional telah usai. Masalah klasik perkotaan—kemacetan, penanganan sampah, kesenjangan layanan dasar, hingga keterbatasan fiskal—hanya bisa diurai dengan terobosan yang berdampak langsung. Menurutnya, inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan kota yang kompetitif dan berdaya saing.
“Tidak ada lagi ruang untuk bekerja secara biasa-biasa saja. Para wali kota harus mampu menghadirkan solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujar Bima Arya dalam keterangan yang dikutip Apaberita.com, Jumat (7/6/2026).
Wamendagri memaparkan, peningkatan PAD idealnya bertumpu pada diversifikasi sumber pendapatan. Digitalisasi layanan publik, misalnya, dapat membuka kanal retribusi baru yang transparan dan efisien. Kolaborasi dengan swasta serta optimalisasi aset daerah yang selama ini “tidur” juga disebut sebagai ladang potensial untuk mendongkrak penerimaan tanpa membebani warga.
Kepemimpinan Adaptif di Tengah Perubahan Cepat
Lebih lanjut, Bima Arya menyoroti urgensi kepemimpinan yang adaptif. Percepatan digital, ancaman krisis iklim, dan pergeseran demografi menuntut wali kota untuk tidak gagap menghadapi perubahan. Ia mendorong setiap pemerintah kota menyusun peta jalan inovasi terukur, mulai dari jangka pendek hingga menengah, agar program unggulan tidak berhenti di tengah jalan.
Rakernas XVIII APEKSI 2026 menjadi titik temu para wali kota untuk saling mereplikasi praktik baik. Semangat inovasi yang digelorakan Wamendagri diharapkan menular dan mempercepat lahirnya kota-kota tangguh—mandiri secara fiskal, lincah melayani, dan siap menopang kedaulatan bangsa. (Apaberita.com/Arya)
Comments (0)