Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia, 22 Orang Meninggal Dunia
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang kawasan barat Kolombia pada Senin (10/8/2026), menyebabkan sedikitnya 22 orang meninggal dunia, puluhan bangunan roboh, dan sejumlah warga dilaporkan m...
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang kawasan barat Kolombia pada Senin (10/8/2026), menyebabkan sedikitnya 22 orang meninggal dunia, puluhan bangunan roboh, dan sejumlah warga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Berdasarkan catatan Badan Geologi Kolombia, pusat gempa berada pada kedalaman sekitar 96 kilometer di bawah permukaan bumi. Getaran kuat tersebut dirasakan hampir di seluruh wilayah negara itu dan memicu kepanikan warga di sejumlah kota besar.
Pereira Catat Korban Jiwa Terbanyak
Kota Pereira menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak. Otoritas setempat menyatakan 18 orang dipastikan meninggal dunia di kota tersebut akibat tertimpa material bangunan yang runtuh ketika guncangan terjadi.
Sementara itu, di Kota Manizales, tiga orang dilaporkan kehilangan nyawa. Satu korban jiwa lainnya tercatat di Buenaventura, kota pelabuhan di pesisir Pasifik, setelah seorang warga tertimpa bangunan yang ambruk.
Jumlah korban diprediksi masih dapat bertambah mengingat proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung hingga kini. Tim penyelamat dikerahkan ke titik-titik kerusakan paling parah untuk menemukan warga yang diduga tertimbun puing-puing bangunan.
Lebih dari 20 Bangunan Ambruk di Cali
Di Kota Cali, salah satu kota terbesar di Kolombia, lebih dari 20 bangunan dilaporkan roboh akibat guncangan dahsyat tersebut. Sejumlah warga diyakini masih berada di dalam gedung-gedung yang runtuh dan menunggu pertolongan.
Petugas gabungan dari unsur pemadam kebakaran, kepolisian, dan relawan bekerja tanpa henti menyisir lokasi reruntuhan. Alat berat dikerahkan untuk mengangkat material bangunan, sementara upaya pencarian difokuskan pada titik-titik yang diperkirakan masih menyimpan korban hidup.
Rumah sakit di sekitar wilayah terdampak disiagakan penuh untuk menampung para korban luka. Pemerintah daerah juga membuka posko darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan rumah mereka.
Guncangan Terasa di 32 Ibu Kota Provinsi
Badan Geologi Kolombia menetapkan pusat gempa berada di dekat San Jose del Palmar, Provinsi Choco, kawasan barat laut Kolombia yang berbatasan dengan Samudra Pasifik. Meski berada jauh dari pusat gempa, getaran dilaporkan terasa di sembilan wilayah lainnya serta seluruh 32 ibu kota provinsi di Kolombia.
Kondisi tersebut menunjukkan skala gempa yang luar biasa besar. Warga di berbagai kota berhamburan keluar dari rumah dan gedung perkantoran ketika guncangan terjadi demi menyelamatkan diri.
Secara geologis, Kolombia terletak di zona pertemuan lempeng tektonik yang dikenal aktif. Posisi geografis itu membuat negara tersebut kerap dilanda gempa bumi berkekuatan besar sepanjang catatan sejarah kebencanaan nasionalnya.
Penerbangan Dihentikan, Warga Diminta Waspada
Dampak gempa turut melumpuhkan sementara aktivitas penerbangan. Otoritas penerbangan Kolombia menghentikan layanan di sejumlah bandara guna memeriksa kondisi terminal, menara pengawas, dan landasan pacu demi memastikan keselamatan operasional penerbangan.
Pemerintah Kolombia melalui lembaga terkait menegaskan bahwa pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur publik menjadi prioritas sebelum aktivitas kembali normal. Masyarakat diimbau tidak mendekati bangunan yang mengalami keretakan struktural.
Unit tanggap darurat dikerahkan untuk menindaklanjuti penanganan bencana. Dalam Rapat Koordinasi darurat yang digelar pemerintah setempat, prioritas utama ditetapkan pada penyelamatan korban yang masih tertimbun, pendistribusian bantuan logistik, serta pendirian tenda pengungsian bagi warga terdampak.
Warga di sejumlah wilayah juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah daerah menginstruksikan aparatnya bersiaga penuh merespons kebutuhan darurat di lapangan hingga situasi dinyatakan aman.
Comments (0)