Gempa M 7,0 Guncang NTT, Warga Makassar Panik Berhamburan ke Jalan

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 yang berpusat di perairan Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (15/8/2026) pukul 03.15 Wita, terasa hingga Kota Makassar, Sulawesi Selata...

Gempa M 7,0 Guncang NTT, Warga Makassar Panik Berhamburan ke Jalan

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 yang berpusat di perairan Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (15/8/2026) pukul 03.15 Wita, terasa hingga Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Akibat getaran yang berlangsung selama kurang lebih 8 hingga 12 detik tersebut, ribuan warga di sejumlah kelurahan di Kecamatan Tamalate, Panakkukang, dan Mariso berhamburan keluar rumah dalam kondisi panik. Belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur signifikan di wilayah Makassar, namun dinas terkait menyatakan status kewaspadaan diperketat menyusul potensi gempa susulan.

Dampak Getaran dan Respons Warga di Makassar

Getaran gempa yang menjangkau jarak ratusan kilometer dari episentrum tersebut menimbulkan kepanikan di permukiman padat Kota Makassar. Warga melaporkan perasaan goyangan yang cukup kuat, di mana perabotan rumah tangga bergeser dan lampu langit-langit berayun sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk mengungsi ke ruang terbuka. Di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tamalate, puluhan kepala keluarga berkumpul di jalan protokol dengan membawa perlengkapan darurat minimal. Sejumlah warga menyatakan bahwa getaran kali ini merupakan salah satu yang paling terasa dalam beberapa tahun terakhir di wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan.

Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Dr. Andi Rahman Sulaiman, M.Si., menegaskan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dari masyarakat dengan menerjunkan tim reaksi cepat ke titik-titik keramaian. Dalam rapat koordinasi darurat yang digelar pukul 05.00 Wita, keputusan ditetapkan untuk mengaktifkan posko siaga di tingkat kecamatan dan kelurahan. "Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Penanggulangan Bencana, kewenangan pengelolaan tanggap darurat dilakukan secara terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah. Kami telah menyatakan status siaga dan meminta seluruh unsur fraksi di DPRD Kota Makassar untuk bersinergi dalam pengawalan anggaran darurat jika diperlukan," ujarnya.

"Getaran terasa cukup kuat dan berkepanjangan. Kami keluar rumah karena khawatir struktur bangunan tidak kuat menahan guncangan. Warga saling berteriak memastikan keluarga tetap berkumpul di titik kumpul."

Keterangan tersebut disampaikan oleh Amiruddin Latif (42), warga Jalan Sultan Hasanuddin, yang menyatakan bahwa hampir seluruh penghuni kompleks perumahannya berhasil dievakuasi secara mandiri dalam waktu kurang dari lima menit. Data yang dihimpun di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 1.850 jiwa di tiga kecamatan tersebut sempat mengungsi ke lokasi aman sebelum kembali ke rumah masing-masing pukul 06.30 Wita setelah keadaan dinyatakan kondusif.

Parameter Tektonik dan Analisis BMKG

Kepala Stasiun Geofisika Klas I Makassar, Ir. Budiman Prasetyo, menyatakan bahwa gempa bumi tersebut merupakan jenis tektonik yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di kawasan Laut Flores. Parameter gempa yang disahkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan koordinat episentrum 8,72 Lintang Selatan dan 121,42 Bujur Timur, dengan kedalaman 12 kilometer. "Karena bersifat dangkal, energi gempa mampu merambat ke jarak jauh, termasuk ke daratan Sulawesi Selatan. Kami telah menyampaikan peringatan dini dan memastikan data parameter ini ditetapkan sebagai acuan resmi dalam mitigasi bencana," jelasnya.

BMKG juga menyatakan bahwa hasil analisis tsunami menunjukkan ancaman tidak signifikan, sehingga peringatan tsunami tidak dikeluarkan. Namun, masyarakat pesisir tetap dihimbau untuk menjauhi bibir pantai selama 120 menit pasca-gempa sebagai bagian dari prosedur standar. Di tingkat provinsi, Gubernur Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi dengan BPBD, Dinas PU, dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan logistik serta alat berat di gudang darurat. Pleno penanganan bencana yang digelar serentak di seluruh kabupaten kota di Sulawesi Selatan berhasil memvalidasi kondisi terkini dari 24 wilayah administrasi.

"Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada perubahan muka air laut yang signifikan. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga mengingat potensi gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil masih dimungkinkan dalam periode 24 hingga 72 jam ke depan."

Protokol Mitigasi dan Kesiapsiagaan Daerah

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Makassar menyatakan bahwa tim inspeksi struktur telah memeriksa 45 bangunan vital, termasuk rumah sakit, sekolah, dan pasar rakyat. Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan retak struktural yang mengancam keamanan. Sementara itu, pihak kepolisian dan TNI menegaskan bahwa personel telah ditempatkan di persimpangan strategis untuk mengamankan properti warga yang ditinggalkan saat evakuasi. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Hj. Fatmawati, S.Sos., M.Si., menambahkan bahkan pihaknya menyebarkan informasi resmi melalui kanal digital guna menekan penyebaran berita bohong.

Di tingkat legislatif, beberapa anggota DPRD Kota Makassar dari berbagai fraksi menyatakan akan mengawal penggunaan anggaran tanggap darurat agar tepat sasaran. Mereka dalam rapat dengar pendapat menyatakan komitmen untuk mempercepat proses pengesahan perubahan anggaran jika dibutuhkan penambahan dana penanganan bencana. Sebanyak 12 mobil pemadam kebakaran, 8 ambulans, dan 3 unit genset besar telah disiagakan di halaman kantor walikota sebagai bentuk kesiapan operasional.

Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama instansi vertikal terus melakukan pemantauan intensif. Warga dihimbau untuk tetap tenang, memastikan jalur evakuasi tidak terhalang, dan mengandalkan informasi resmi dari BMKG serta BPBD dalam menyikapi setiap aktivitas seismik yang terjadi ke depannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User