Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar, Layanan Perpajakan Dihentikan Sementara
JAKARTA — Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilaporkan terbakar pada pagi hari. Peristiwa itu memaksa seluruh p...
JAKARTA — Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dilaporkan terbakar pada pagi hari. Peristiwa itu memaksa seluruh pegawai yang tengah bertugas dievakuasi keluar gedung, sementara petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat dikerahkan ke lokasi kejadian. Berdasarkan laporan awal yang diterima di lapangan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.
Kepulan asap hitam pekat terlihat membubung dari bagian gedung dan sempat menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di kawasan Abdul Muis. Arus lalu lintas di sekitar lokasi dilaporkan sempat tersendat karena sejumlah kendaraan memperlambat lajunya, sebelum petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan melakukan pengaturan di sejumlah titik.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi, api pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WIB. Asap tipis dilaporkan muncul dari salah satu ruangan di gedung tersebut sebelum kemudian membesar dan disusul kobaran api. Alarm kebakaran gedung kemudian berbunyi dan seluruh pegawai diminta meninggalkan ruangan melalui jalur evakuasi yang telah ditetapkan.
"Kami mendengar alarm berbunyi, kemudian petugas keamanan gedung meminta seluruh pegawai turun ke titik kumpul. Suasana sempat tegang, tetapi proses evakuasi berjalan tertib," ujar seorang pegawai Bapenda DKI Jakarta yang enggan disebutkan namanya di lokasi kejadian.
Sejumlah pegawai tampak berkumpul di halaman gedung sembari menunggu proses pemadaman selesai. Petugas keamanan gedung melakukan pendataan untuk memastikan seluruh penghuni gedung telah berada di area aman.
Belasan Unit Pemadam Dikerahkan
Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat menyatakan menerima laporan kebakaran beberapa menit setelah kejadian dan langsung mengerahkan personel ke lokasi. Sebanyak 14 unit kendaraan pemadam kebakaran beserta 56 personel diterjunkan untuk menangani kobaran api.
"Begitu laporan diterima, unit terdekat langsung meluncur. Fokus utama kami adalah melokalisasi api agar tidak merambat ke ruangan lain. Proses pemadaman berjalan sekitar satu jam dan dilanjutkan dengan pendinginan," menegaskan Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat dalam keterangannya di lokasi kejadian.
Petugas juga menyisir setiap lantai gedung untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Proses pendinginan dinyatakan selesai sekitar pukul 11.15 WIB dan situasi di lokasi dinyatakan kondusif.
Layanan Perpajakan Dihentikan Sementara
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Bapenda DKI Jakarta menetapkan penghentian sementara seluruh layanan tatap muka di gedung tersebut hingga proses pemeriksaan keamanan bangunan rampung dilakukan. Layanan yang terdampak antara lain administrasi pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB), pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2), serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).
Kepala Bapenda DKI Jakarta menyatakan masyarakat tetap dapat mengakses layanan perpajakan melalui kanal daring yang telah disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia juga memastikan seluruh data perpajakan dalam kondisi aman.
"Seluruh dokumen dan data perpajakan dipastikan aman karena sistem layanan kami telah berbasis digital dengan pusat data yang berada di lokasi terpisah. Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan daring selama gedung belum dapat digunakan," katanya.
Adapun layanan pembayaran PKB melalui gerai Samsat di sejumlah lokasi lain di wilayah Jakarta dipastikan tetap beroperasi seperti biasa. Bapenda DKI Jakarta menyatakan akan mengumumkan jadwal pembukaan kembali layanan tatap muka setelah hasil asesmen bangunan keluar.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat telah memasang garis polisi di sekitar area yang terdampak kebakaran. Tim Identifikasi (Inafis) dan Laboratorium Forensik dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab pasti peristiwa tersebut.
"Penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tim laboratorium forensik. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun hal itu masih perlu dibuktikan secara ilmiah," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat.
Nilai kerugian materiel akibat peristiwa ini masih dalam proses pendataan. Sejumlah perangkat kerja, termasuk komputer dan berkas fisik di ruangan yang terdampak, dilaporkan mengalami kerusakan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan menindaklanjuti peristiwa ini melalui Rapat Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah guna memastikan keamanan gedung-gedung perkantoran milik pemerintah daerah. Pemeriksaan instalasi listrik dan sistem proteksi kebakaran disebut akan dilakukan secara menyeluruh sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.
Comments (0)