Sep 16, 2026
Hukum

GAZA — WHO Hentikan Pasokan Solar ke 20 Rumah Sakit

Deru mesin generator listrik yang saban hari menjadi penopang hidup ribuan pasien di jalur konflik Gaza kini berada di ambang kegelapan. Sektor kesehatan d

GAZA — WHO Hentikan Pasokan Solar ke 20 Rumah Sakit

Deru mesin generator listrik yang saban hari menjadi penopang hidup ribuan pasien di jalur konflik Gaza kini berada di ambang kegelapan. Sektor kesehatan di kawasan yang terus bergolak tersebut kembali mendapat pukulan telak setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan rencana penghentian pasokan bahan bakar jenis solar ke lebih dari 20 rumah sakit dan pusat kesehatan utama di Gaza. Keputusan ini diambil menyusul krisis defisit anggaran parah yang dialami oleh badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut.

Kondisi ini menciptakan kekhawatiran mendalam di kalangan tenaga medis lokal. Tanpa adanya aliran solar yang memadai, mesin-mesin pembuat daya listrik darurat tidak akan mampu bertahan melayani fasilitas medis yang beroperasi penuh dalam keadaan darurat yang tak kunjung usai.

Ancaman Kegelapan di Ruang Perawatan Intensif

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, menegaskan bahwa keputusan penarikan bantuan bahan bakar ini terjadi di saat pasokan energi di kawasan tersebut sudah berada pada level paling kritis. Pasokan yang diterima oleh rumah sakit selama beberapa waktu terakhir hanya cukup untuk mempertahankan operasional minimum sehari-hari.

"Penghentian pasokan solar dari WHO ini adalah ancaman langsung bagi fasilitas kesehatan kami. Generator listrik berpotensi mati total dalam waktu dekat, yang berarti ruang operasi dan unit perawatan intensif (ICU) tidak akan bisa berfungsi lagi," tegas Munir al-Bursh dalam keterangannya.

Dampak mendadak ini dipastikan menyasar pasien-pasien paling rentan. Pasokan oksigen medis dari stasiun pembuat oksigen akan terhenti, yang secara langsung mengancam nyawa bayi-bayi prematur di dalam inkubator. Selain itu, pasien gagal ginjal yang membutuhkan tindakan cuci darah rutin serta korban luka parah akan kehilangan kesempatan mendapatkan pertolongan. Menurut para ahli medis lokal, situasi ini menggambarkan betapa nyawa manusia di Gaza kini sangat bergantung pada setiap liter solar yang tersisa.

Analisis Dampak Krisis Energi Sektor Kesehatan

Untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai keparahan situasi ini, berikut adalah peta dampak langsung akibat penghentian bantuan solar terhadap operasional fasilitas medis Gaza:

Fasilitas / Layanan Terdampak Tingkat Risiko Potensi Dampak Langsung
Unit Perawatan Intensif (ICU) & Operasi Sangat Tinggi Penghentian alat pemantau vital dan ketiadaan ruang bedah sterill.
Inkubator Bayi Prematur Kritis Ancaman kematian massal pada bayi akibat kegagalan suplai oksigen dan suhu.
Layanan Ambulans & Logistik Obat Lumpuh Total Evakuasi korban terhenti dan kerusakan pada rantai dingin simpanan vaksin.

Kelumpuhan Total Rantai Pasokan Obat dan Ambulans

Krisis solar tidak sekadar mematikan lampu dan mesin di dalam gedung rumah sakit. Munir al-Bursh memperingatkan bahwa penghentian pasokan energi ini akan menjalar hingga ke luar dinding rumah sakit, melumpuhkan armada ambulans yang bertugas mengevakuasi korban di lapangan. Tanpa bahan bakar, kendaraan darurat tersebut tidak akan mampu merespons panggilan medis.

Tidak kalah berbahaya, krisis ini mengancam sistem penyimpanan dingin (cold chain) untuk obat-obatan penting. Obat-obatan peka suhu seperti insulin, berbagai jenis antibiotik cair, dan pasokan vaksin anak berisiko tinggi mengalami kerusakan permanen jika fasilitas pendingin kehilangan daya listrik secara total.

Desakan Aksi Nyata Komunitas Internasional

Menghadapi potensi bencana kemanusiaan yang kian dekat, pihak Kementerian Kesehatan Gaza melayangkan seruan darurat kepada masyarakat internasional. Mereka meminta negara donor global dan lembaga kemanusiaan dunia untuk segera mengintervensi defisit anggaran WHO agar pasokan solar dapat terus disalurkan tanpa terputus.

Tanpa langkah konkret dan cepat dari para donor internasional, seluruh rumah sakit di Gaza diperkirakan akan berhenti beroperasi secara total. Bagi warga Gaza, berhentinya napas fasilitas kesehatan ini adalah krisis kemanusiaan lanjutan yang sangat membutuhkan kepedulian nyata dari dunia internasional.

Krisis energi di Jalur Gaza semakin parah. Penghentian bantuan bahan bakar oleh WHO mengancam operasional ICU, inkubator bayi, hingga sistem pendingin obat-obatan. Baca selengkapnya hanya di Apaberita.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User