Sep 16, 2026
Hukum

FILIPINA — Kapal Feri Terbakar di Palawan, 5 Tewas dan 86 Hilang

Malam yang tenang di perairan Provinsi Palawan, Filipina, mendadak berubah menjadi tragedi mencekam ketika api membakar habis kapal feri M/V June Aster pad

FILIPINA — Kapal Feri Terbakar di Palawan, 5 Tewas dan 86 Hilang

Malam yang tenang di perairan Provinsi Palawan, Filipina, mendadak berubah menjadi tragedi mencekam ketika api membakar habis kapal feri M/V June Aster pada Rabu malam. Buritan kapal yang menyala terang di tengah kegelapan laut memicu kepanikan luar biasa bagi ratusan penumpang yang sedang dalam perjalanan dari ibu kota Manila menuju kota wisata Coron. Petugas penjaga pantai setempat melaporkan bahwa 5 korban jiwa dan 43 korban selamat telah berhasil dievakuasi ke daratan, sementara puluhan lainnya masih terjebak di tengah kepulan asap pekat.

Berdasarkan data manifes resmi kapal, terdapat total 134 penumpang dan awak kapal yang berada di dalam pelayaran tersebut. Dari 43 korban selamat yang berhasil dievakuasi tim SAR, sebanyak 38 orang merupakan penumpang dan 4 orang adalah awak kapal, sementara identitas satu korban selamat lainnya masih dalam proses verifikasi mendalam oleh pihak berwenang di lapangan.

Kesaksian Ledakan Dahsyat dan Kobaran Api Cepat

Meski penyelidikan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran masih terus berjalan, kesaksian dari para penyintas mulai memberikan gambaran mengerikan tentang detik-detik awal bencana tersebut. Salah satu penumpang selamat melaporkan sempat mendengar suara ledakan keras yang bersumber dari ruang kargo kapal sebelum api membumbung tinggi dan melahap geladak.

"Setelah ledakan itu, asap dan api langsung membubung tinggi. Berdasarkan kesaksian penyintas, eskalasi kebakaran terjadi sangat cepat. Hanya dalam hitungan detik, lidah api sudah menyebar ke seluruh bagian kapal," ujar juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Noemie Cayabyab, kepada awak media pada Kamis.

Noemie menambahkan bahwa mayoritas korban selamat yang berhasil dievakuasi adalah mereka yang memberanikan diri melompat ke laut demi menyelamatkan diri. "Sebagian besar warga yang kami selamatkan adalah mereka yang nekat berenang menjauh dari bangkai kapal yang membara," tuturnya. Banyak di antara para penyintas berada dalam kondisi syok berat sehingga wawancara komprehensif baru akan dilakukan setelah kondisi medis mereka stabil.

Pencarian Terhambat Asap Tebal dan Kebakaran Lambung

Hingga Kamis sore, tim SAR gabungan dari penjaga pantai, personel militer, dan relawan lokal masih terus berjuang memadamkan asap hitam pekat yang terus membumbung dari M/V June Aster. Kapal feri tersebut kini terdampar di pesisir sebuah pulau kecil di Provinsi Palawan, sekitar 2,2 kilometer (1,3 mil) dari garis pantai utama.

Proses pencarian terhadap 86 orang yang dinyatakan hilang mengalami kendala besar. Karena api di dalam lambung kapal belum sepenuhnya padam, tim penyelamat belum dapat memasuki bagian dalam kapal untuk menyisir ruangan yang berpotensi menjadi lokasi terjebaknya para penumpang.

Kepanikan Keluarga dan Rekam Jejak Tragedi Pelayaran

Ketidakpastian selama hampir 24 jam membuat sanak keluarga korban tenggelam dalam kecemasan mendalam. Ratusan komentar membanjiri halaman Facebook resmi wali kota setempat, berisi pesan-pesan emosional dari warga yang mencari keberadaan kerabat, teman, hingga hewan peliharaan mereka yang ikut dalam pelayaran maut tersebut.

Tragedi yang menimpa M/V June Aster kembali menyoroti catatan kelam keselamatan transportasi laut di negara kepulauan tersebut. Pengawasan keselamatan pelayaran dan kelebihan kapasitas kapal kerap menjadi isu krusial yang merenggut nyawa di perairan Filipina.

Nama Kapal Waktu Kejadian Lokasi / Rute Dampak Korban
M/V June Aster Rabu Malam Lepas Pantai Palawan (Manila - Coron) 5 tewas, 86 hilang, 43 selamat
M/V Trisha Kerstin 3 Januari Perairan Filipina Selatan Setidaknya 52 tewas (340+ penumpang)
Lady Mary Joy 3 Tahun 2023 Rute perairan selatan Filipina 31 tewas akibat kebakaran

Bencana M/V June Aster menambah panjang daftar kecelakaan laut mematikan di Filipina dalam kurun waktu singkat. Pada Januari lalu, kapal feri bertingkat tiga M/V Trisha Kerstin 3 yang mengangkut lebih dari 340 orang tenggelam di Filipina selatan dan merenggut 52 jiwa. Lokasi musibah tersebut berdekatan dengan jalur nahas di mana kapal Lady Mary Joy 3 terbakar pada tahun 2023 dan menewaskan 31 orang.

Kini, publik Filipina mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas penyebab ledakan di ruang kargo M/V June Aster dan mengevaluasi secara menyeluruh standar keselamatan pelayaran demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User