Festival Durian Enrekang Ricuh, Ratusan Pembeli Tiket Tak Kebagian Buah
Suasana Festival Durian di Kebun Raya Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, berubah menjadi kericuhan setelah ratusan warga yang telah membeli tiket masuk tidak mendapatkan jatah duria
Suasana Festival Durian di Kebun Raya Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, berubah menjadi kericuhan setelah ratusan warga yang telah membeli tiket masuk tidak mendapatkan jatah durian yang dijanjikan oleh panitia. Insiden yang terjadi pada Selasa (30/6) sore itu memaksa panitia mengembalikan uang tiket para pengunjung yang kecewa, namun hal tersebut tak sepenuhnya meredam amarah massa.
Kekecewaan Membuncah di Lokasi Festival
Berdasarkan informasi yang dihimpun Apaberita.com di lapangan, kericuhan mulai terjadi ketika sejumlah pengunjung yang antre di tenda pembagian durian menyadari bahwa stok buah yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah tiket yang sudah terjual. Mereka yang sudah menunggu berjam-jam di bawah terik matahari akhirnya hanya mendapat penjelasan bahwa durian telah habis, sementara masih banyak pemegang karcis yang belum terlayani.
Seorang warga yang hadir dalam festival tersebut, Faizal, mengungkapkan rasa kecewanya kepada awak media. Ia menilai penyelenggaraan acara ini sangat tidak profesional dan merugikan masyarakat yang sudah berharap bisa menikmati durian lokal khas Enrekang.
"Tadi banyak sekali warga beli tiket tapi tidak kebagian durian. Harusnya panitia bisa menghitung kapasitas dan menyediakan stok durian yang cukup. Ini malah bikin malu daerah sendiri," ucap Faizal dengan nada kesal.
Diduga Kesalahan Manajemen Panitia
Dugaan sementara, akar masalah terletak pada lemahnya manajemen panitia dalam memproyeksikan jumlah pengunjung dan mengelola distribusi durian. Festival yang digelar untuk mempromosikan durian unggulan Enrekang ini justru menjadi bumerang karena panitia dianggap tidak becus mengatur logistik acara. Beberapa pengunjung lainnya menyebutkan bahwa mereka telah membeli tiket secara daring maupun langsung di lokasi, namun saat memasuki area festival, mereka hanya disuguhi meja-meja kosong tanpa durian.
Kepanitiaan yang panik dengan situasi ini akhirnya memutuskan untuk mengembalikan uang tiket kepada para pembeli yang tidak kebagian durian. Namun aksi pengembalian dana itu sempat memicu antrean panjang baru, dan beberapa warga sempat terlibat adu mulut dengan petugas karena menganggap pengembalian uang tidak cukup untuk mengganti waktu dan tenaga yang telah mereka keluarkan.
Harapan ke Depan
Kericuhan ini menjadi catatan buruk bagi festival yang diharapkan mampu mendongkrak pariwisata dan ekonomi lokal Enrekang. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang, dan panitia penyelenggara acara serupa ke depannya harus lebih matang dalam perencanaan, terutama dalam memastikan ketersediaan produk yang menjadi daya tarik utama festival. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan situasi ini dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak panitia maupun pemerintah daerah setempat.
Comments (0)