Fadli Zon Dorong Museum Pos Indonesia Menjadi Ruang Edukasi Modern

BANDUNG — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan budaya nasional melalui pengembangan Museum Pos Indonesia sebagai ruang edukasi modern sekaligus sara...

Fadli Zon Dorong Museum Pos Indonesia Menjadi Ruang Edukasi Modern

BANDUNG — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah dalam melestarikan warisan budaya nasional melalui pengembangan Museum Pos Indonesia sebagai ruang edukasi modern sekaligus sarana penguatan identitas bangsa. Penegasan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke museum yang berlokasi di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, Jawa Barat.

Dalam kunjungan itu, Fadli Zon meninjau sejumlah koleksi museum, mulai dari prangko berbagai era, peralatan pos tempo dulu, hingga dokumen sejarah perposan di Nusantara. Ia menyatakan museum memiliki peran strategis dalam memperkenalkan perjalanan bangsa kepada generasi muda.

“Museum bukan sekadar tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, melainkan ruang hidup yang mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang identitas dan jati diri bangsa,” kata Fadli Zon.

Ia menambahkan, keberadaan Museum Pos Indonesia menjadi bukti nyata bagaimana institusi perposan turut mencatat dan mengawal perjalanan sejarah Indonesia sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan.

Komitmen Pelestarian Warisan Budaya

Pemerintah, kata Fadli Zon, terus menindaklanjuti amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menempatkan museum sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan. Selain itu, bangunan museum yang merupakan warisan arsitektur masa lampau dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

“Pelestarian warisan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kolaborasi dengan pengelola, komunitas, dan masyarakat luas. Kementerian Kebudayaan siap memfasilitasi penguatan fungsi museum di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menyebut revitalisasi museum menjadi salah satu prioritas kebijakan kebudayaan nasional agar lembaga tersebut tidak lagi dipandang sebagai tempat yang statis, melainkan pusat pembelajaran yang dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman.

Jejak Sejarah Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia menempati bangunan bersejarah peninggalan masa pemerintahan Hindia Belanda yang dibangun pada awal abad ke-20. Gedung tersebut semula menjadi bagian dari kantor jawatan Post, Telegraaf en Telefoon (PTT), cikal bakal layanan pos dan telekomunikasi di Indonesia.

Museum yang dikelola oleh PT Pos Indonesia (Persero) ini menyimpan ribuan koleksi filateli, termasuk prangko-prangko terbitan pertama di Tanah Air hingga prangko dari berbagai negara. Selain itu, terdapat pula koleksi peralatan pos klasik seperti timbangan surat, kotak pos antik, stempel pembatal, serta seragam petugas pos dari masa ke masa.

Keberadaan koleksi tersebut menjadikan museum ini sebagai salah satu museum perposan terlengkap di kawasan Asia Tenggara sekaligus destinasi wisata edukasi andalan Kota Bandung.

Modernisasi Menuju Ruang Edukasi Modern

Fadli Zon mendorong pengelola museum untuk memperkuat unsur teknologi digital dalam penyajian koleksi, antara lain melalui digitalisasi arsip, pameran interaktif, dan pemanfaatan media daring agar jangkauan edukasi semakin luas.

“Anak-anak muda sekarang terbiasa dengan dunia digital. Karena itu, museum harus hadir dengan cara yang dekat dengan mereka, tanpa kehilangan kedalaman substansi sejarahnya,” tuturnya.

Ia juga mengusulkan penguatan kerja sama antara museum dan lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, agar kunjungan museum menjadi bagian dari proses pembelajaran sejarah, geografi, dan kebudayaan.

Menurutnya, filateli atau kegiatan mengoleksi prangko dapat menjadi medium pembelajaran yang menarik karena setiap prangko merekam peristiwa, tokoh, dan kekayaan alam suatu bangsa.

Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, akan menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut dengan menyusun langkah-langkah penguatan kelembagaan museum, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola serta fasilitasi program-program edukasi publik.

Dengan pengembangan tersebut, Museum Pos Indonesia diharapkan mampu bertransformasi menjadi ruang edukasi modern yang tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan identitas bangsa Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User