Erling Haaland dan Timnas Inggris Tampil Perkasa di Dua Benua
Laju menuju Piala Dunia 2026 menghadirkan dua cerita epik dari benua yang berbeda. Di Oslo, Norwegia, Erling Braut Haaland memimpin rekan-rekannya berlatih
Laju menuju Piala Dunia 2026 menghadirkan dua cerita epik dari benua yang berbeda. Di Oslo, Norwegia, Erling Braut Haaland memimpin rekan-rekannya berlatih keras jelang kualifikasi melawan Moldova pada September 2025. Sementara itu, lebih dari setahun kemudian, di Atlanta, Amerika Serikat, para pemain Timnas Inggris berkumpul penuh syukur setelah memastikan tiket ke babak 16 besar usai menaklukkan Kongo pada 2 Juli 2026. Kedua momen ini, terabadikan oleh fotografer NTB/AFP dan AP, menjadi simbol ambisi dan determinasi di pentas global.
Haaland: Taring Sang Viking di Kualifikasi
Foto yang diambil Terje Pedersen/NTB/AFP menunjukkan Erling Haaland dalam sesi latihan intensif di Oslo, 8 September 2025. Wajah striker Manchester City itu memancarkan fokus tinggi, otot-ototnya meregang saat berlatih penyelesaian akhir bersama skuad Løvene asuhan Ståle Solbakken. Haaland tak main-main: ia mencetak hat-trick gemilang pada laga sesungguhnya melawan Moldova tiga hari kemudian, membawa Norwegia menang telak 5-0 dan menempatkan mereka di puncak klasemen Grup J zona Eropa. Pertandingan itu sekaligus menandai gol internasional ke-34 dari 30 penampilan untuk Haaland, sebuah rasio yang menjadikannya mesin gol paling menakutkan sepanjang sejarah sepak bola Norwegia.
“Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang membuktikan bahwa Norwegia punya tempat di panggung dunia. Kami sudah terlalu lama absen, dan saya pribadi ingin membawa negara ini kembali ke Piala Dunia.”
Ucapan Haaland di sesi jumpa pers sebelum laga itu menjadi cambuk bagi seluruh rekan setimnya. Dukungan Martin Ødegaard sebagai kapten dan kreator serangan makin mematikan duet mereka. Hasilnya, Norwegia berhasil mengunci tiket otomatis ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, mengembalikan kenangan manis terakhir kali mereka tampil di putaran final pada 1998.
Inggris Ganas di Atlanta
Berpindah benua, suasana di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis 2 Juli 2026, begitu kontras. Skuad asuhan Gareth Southgate baru saja menuntaskan laga babak 32 besar melawan tim kejutan, Kongo, dengan skor meyakinkan 4-1. Foto AP/Colin Hubbard mengabadikan momen para pemain Inggris berpelukan dan bertepuk tangan kepada ribuan suporter yang memadati tribun. Wajah-wajah lelah namun sumringah Harry Kane, Jude Bellingham, dan Bukayo Saka menjadi bukti perjuangan tak ringan.
Kane tampil sebagai bintang dengan dua gol di babak pertama, satu melalui titik penalti dan satu lagi lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Phil Foden. Bellingham menambah keunggulan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, sementara Saka menutup pesta gol di menit ke-78. Kongo sempat memperkecil ketertinggalan lewat skema serangan balik cepat yang dieksekusi Yoane Wissa, namun Inggris terlalu kokoh.
“Mereka bukan lawan enteng. Kongo punya kecepatan dan fisik yang luar biasa. Kami harus tetap rendah hati dan fokus ke babak berikutnya.”
Demikian komentar Southgate yang dikutip media seusai laga. Kemenangan ini menempatkan Inggris ke babak 16 besar dengan catatan lima kemenangan beruntun di fase grup dan knockout awal, sekaligus menjadikan mereka salah satu favorit juara.
Jejak Menuju Puncak: Dua Cerita Satu Tujuan
Dua foto dari dua benua ini mengingatkan bahwa Piala Dunia bukan hanya tentang trofi, melainkan tentang perjalanan keras dan emosi yang melingkupinya. Haaland dan rekan-rekannya membangun fondasi sejak kualifikasi dengan kerja keras di lapangan latihan Oslo, sementara Inggris menuai hasil jerih payah taktik dan mentalitas di panggung sesungguhnya di Atlanta. Keduanya sama-sama menyimpan cerita tentang kebangkitan, ambisi, dan kecintaan terhadap sepak bola.
Dengan fakta bahwa Norwegia kini menjadi kuda hitam yang patut diwaspadai, dan Inggris terus mengasah mesin ofensif mematikan, publik menanti apakah keduanya bisa bentrok di fase-fase akhir. Bagi penggemar, foto-foto ini akan selalu menjadi pengingat: takdir juara dimulai dari keringat di sesi latihan yang sederhana.
Dengan demikian, dunia menyaksikan bahwa mimpi dua negara dengan tradisi sepak bola berbeda sama-sama punya kans mengejar trofi emas. Akankah Haaland membawa Norwegia melampaui ekspektasi? Atau justru Inggris yang akhirnya mengobati dahaga gelar sejak 1966? Waktu yang akan menjawab.
[SOCIAL_TWEET]: 🌟 Erling Haaland & Timnas Inggris tunjukkan kelas dunia! ✨ Dari Oslo hingga Atlanta, #PialaDunia2026 makin panas. Siapa juara? Baca selengkapnya. #Haaland #ThreeLions #WorldCup2026[SOCIAL_TG]: ⚽️🔥 Dua momen epik: Haaland gila di Oslo, Tiga Singa buas di Atlanta! Baca cerita lengkap Piala Dunia 2026 di sini.
Comments (0)