Empat Tahun Nol Serangan Terorisme, Wamenko Polkam Ajak Masyarakat Jaga

JAKARTA — Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk F. Paulus menyatakan bahwa Indonesia telah mencatatkan empat tahun tanpa serangan terorisme di wilayahnya. P...

Empat Tahun Nol Serangan Terorisme, Wamenko Polkam Ajak Masyarakat Jaga

JAKARTA — Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk F. Paulus menyatakan bahwa Indonesia telah mencatatkan empat tahun tanpa serangan terorisme di wilayahnya. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada Jumat (21/8/2026), sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mempertahankan capaian tersebut agar tidak terputus di tengah dinamika ancaman yang terus berkembang.

Menurut Lodewijk, status bebas serangan terorisme selama empat tahun berturut-turut merupakan hasil kerja panjang aparat keamanan, lembaga negara, serta partisipasi aktif masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak boleh membuat semua pihak lengah, sebab potensi gangguan terhadap keamanan dalam negeri tetap ada dan dapat berubah bentuk sewaktu-waktu.

“Ini tahun keempat Indonesia mencatat nol serangan terorisme. Prestasi ini adalah buah kerja bersama, dan kita semua harus terus menjaganya,” ujar Lodewijk dalam keterangan resminya.

Empat Tahun Bebas Serangan Terorisme

Capaian empat tahun tanpa serangan terorisme menjadi penanda penting dalam peta keamanan nasional. Sebelumnya, Indonesia sempat menghadapi sejumlah aksi kekerasan bermotif teror di berbagai daerah, yang kemudian mendorong pemerintah memperkuat instrumen hukum dan operasional pencegahan. Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, seluruh aparat diberikan kewenangan yang lebih luas untuk bertindak secara dini terhadap segala bentuk ancaman.

Lodewijk menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), TNI, serta instansi terkait lainnya. Operasi penegakan hukum yang dilakukan secara terukur, disertai program deradikalisasi dan kontra-radikalisasi, dinilai menjadi kunci dalam menekan potensi aksi teror hingga ke tingkat akar rumput.

Kewaspadaan Tetap Dijaga

Meski angka serangan berada pada titik nol, pemerintah menegaskan bahwa status tersebut bersifat dinamis dan harus dijaga melalui evaluasi berkelanjutan. Berbagai Rapat Koordinasi lintas kementerian dan lembaga rutin digelar untuk memetakan perkembangan ancaman, termasuk pemanfaatan ruang digital yang kerap dijadikan sarana penyebaran paham radikal dan perekrutan anggota jaringan terorisme.

Dalam kesempatan itu, Lodewijk juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Keputusan untuk memperkuat kapasitas aparat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota terus ditindaklanjuti, termasuk melalui peningkatan pelatihan, peralatan, serta pendanaan program pencegahan yang telah disahkan dalam agenda prioritas keamanan nasional.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Stabilitas

Lodewijk menegaskan bahwa peran masyarakat tidak kalah penting dalam mempertahankan capaian ini. Keterlibatan warga dalam melaporkan potensi gangguan keamanan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta menolak segala bentuk narasi kebencian di media sosial menjadi bagian dari upaya kolektif menjaga ketenteraman nasional.

Pemerintah juga terus mendorong penguatan peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan dunia pendidikan dalam membangun ketahanan ideologi. Melalui pendekatan kultural dan edukatif, diharapkan generasi muda tidak mudah terpapar paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila sebagai dasar negara.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat dan elemen masyarakat yang berkontribusi menjaga keamanan selama empat tahun terakhir. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan modal berharga bagi stabilitas nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam mengelola keamanan dalam negerinya.

Harapan Ke Depan

Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pencegahan dini dan penegakan hukum yang adil serta proporsional. Lodewijk berharap seluruh lapisan masyarakat tidak terjebak dalam rasa puas yang berlebihan, melainkan menjadikan capaian ini sebagai pijakan untuk membangun ketahanan keamanan yang lebih kokoh.

“Mari kita jadikan empat tahun ini sebagai awal dari komitmen jangka panjang. Keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan kita semua memiliki peran untuk menjaganya,” tutup Lodewijk dalam keterangan yang sama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User