Dua Kali Gagal, Ramdhan Raih Lulusan Terbaik IPDN

JAKARTA - Muhammad Ramdhan, seorang pemuda asal Sulawesi Selatan, berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik pada wisuda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang digelar di Kampus IPDN Jatinangor,...

Dua Kali Gagal, Ramdhan Raih Lulusan Terbaik IPDN

JAKARTA - Muhammad Ramdhan, seorang pemuda asal Sulawesi Selatan, berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik pada wisuda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang digelar di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Prestasi ini diraih setelah Ramdhan mengalami dua kali kegagalan dalam seleksi penerimaan calon praja pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya di hadapan para wisudawan, Gubernur IPDN, Prof. Dr. H. Dedi Supandi, M.Si., menyatakan bahwa pencapaian Ramdhan merupakan bukti nyata bahwa ketekunan dan kerja keras mampu mengalahkan segala rintangan. "Saya mengapresiasi perjuangan Ramdhan yang tidak pernah menyerah meskipun sempat gagal dua kali. Ini adalah teladan bagi seluruh praja bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya," ujarnya dalam rapat pleno wisuda yang dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian Dalam Negeri.

Perjalanan Panjang Ramdhan Menuju Puncak Prestasi

Ramdhan, yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, mengaku bahwa kegagalan pertamanya terjadi pada tahun 2023 saat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di tingkat daerah. Ia dinyatakan tidak lolos karena nilai tesnya kurang dari ambang batas minimal. Kegagalan kedua dialaminya pada tahun 2024, ketika ia berhasil melewati SKD namun gagal pada tahap Tes Kemampuan Fisik dan Mental (TKFM) di IPDN Jatinangor.

"Saya sempat putus asa, tetapi orang tua saya selalu menegaskan bahwa setiap kegagalan adalah pelajaran berharga. Mereka terus memberikan dukungan moral dan material hingga akhirnya pada percobaan ketiga, saya diterima sebagai praja pada tahun 2025," kata Ramdhan dalam keterangan persnya setelah upacara wisuda.

Selama menjalani pendidikan di IPDN, Ramdhan menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Ia tercatat aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, termasuk menjabat sebagai Ketua Senat Praja pada tahun ajaran 2025/2026. Selain itu, ia juga meraih nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,92 dari skala 4,00, yang menjadi salah satu syarat utama penetapan lulusan terbaik.

Dukungan Orang Tua dan Strategi Belajar

Menurut Ramdhan, keberhasilannya tidak lepas dari peran kedua orang tuanya yang bekerja sebagai petani di Desa Bontoala, Kabupaten Gowa. "Ayah saya selalu berpesan agar saya tidak mudah menyerah. Beliau sering mengatakan bahwa pendidikan adalah warisan paling berharga yang tidak akan pernah habis," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Ramdhan juga membagikan strategi belajarnya yang disiplin dan terstruktur. Ia mengaku setiap hari menghabiskan waktu minimal empat jam untuk membaca buku-buku kebijakan publik dan perundang-undangan. "Saya membuat jadwal belajar yang ketat dan selalu mengevaluasi diri setiap minggu. Saya juga sering berdiskusi dengan dosen dan senior untuk memperdalam pemahaman," jelasnya.

Selain itu, Ramdhan aktif mengikuti program pertukaran pelajar ke Korea Selatan pada tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Korea Development Institute. Pengalaman tersebut memperluas wawasannya tentang tata kelola pemerintahan yang baik dan menjadi bekal penting dalam studinya.

Rencana Pengabdian dan Harapan Masa Depan

Sebagai lulusan terbaik, Ramdhan berhak mendapatkan piagam penghargaan dan beasiswa lanjutan untuk program magister di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Ia menyatakan akan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam ilmu manajemen pemerintahan, dengan fokus pada pengembangan daerah tertinggal.

"Saya ingin mengabdikan diri kepada negara, terutama untuk memajukan daerah asal saya di Sulawesi Selatan. Saya berencana mengusulkan program pemberdayaan masyarakat berbasis digital kepada pemerintah kabupaten setelah menyelesaikan pendidikan lanjutan," tegas Ramdhan.

Kepala Biro Humas dan Protokol IPDN, Drs. Ahmad Fauzi, M.Si., dalam keterangan terpisah menyatakan bahwa pihak kampus akan terus mendukung para lulusan terbaik untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. "Kami memiliki program pembinaan karier yang ketat untuk memastikan setiap lulusan siap mengemban tugas sebagai aparatur sipil negara yang profesional," ujarnya.

Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat juga memberikan apresiasi atas prestasi Ramdhan. Anggota Komisi II DPR RI, H. Muhammad Syafi'i, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa keberhasilan Ramdhan menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang meraih cita-cita. "Prestasi ini menunjukkan bahwa anak daerah mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional," katanya dalam rapat kerja dengan Kementerian Dalam Negeri pekan ini.

Ramdhan berharap kisahnya dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak pernah menyerah pada keadaan. "Kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih matang. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User