Drone Rusia Gempur Ukraina, 9 Orang Tewas
APABERITA.COM – Serangan drone dan rudal Rusia yang menyasar sejumlah kota di Ukraina pada Rabu (24/6) menewaskan sedikitnya sembilan orang, dengan korban terbanyak jatuh di wilayah Dnipropetrovsk
APABERITA.COM – Serangan drone dan rudal Rusia yang menyasar sejumlah kota di Ukraina pada Rabu (24/6) menewaskan sedikitnya sembilan orang, dengan korban terbanyak jatuh di wilayah Dnipropetrovsk bagian tengah. Wilayah yang berbatasan langsung dengan garis depan pertempuran itu melaporkan enam warga sipil gugur, menambah daftar panjang korban dalam konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Di kota Kryvyi Rig, yang dikenal sebagai tempat kelahiran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, tiga dari enam korban di Dnipropetrovsk berhasil diidentifikasi. Gubernur Oleksandr Ganzha merinci identitas para korban dalam pernyataan yang disampaikan kepada media.
"Dua pria berusia 25 dan 34 tahun dan seorang wanita berusia 54 tahun tewas," kata Gubernur Ganzha, seperti dikutip dari laporan kantor berita AFP yang dikonfirmasi Apaberita.com.
Eskalasi di Tengah Jalan Buntu Perundingan
Serangan mematikan ini menjadi bukti nyata eskalasi yang terus memanas dalam beberapa pekan terakhir, di saat upaya diplomatik yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik masih belum membuahkan hasil. Baik Moskow maupun Kyiv sama-sama meningkatkan intensitas gempuran udara, membuat wacana gencatan senjata semakin jauh dari kenyataan.
Penggunaan drone secara masif oleh Rusia telah menjadi ciri khas serangan-serangan belakangan ini. Kemampuan drone untuk menyusup pertahanan udara Ukraina menjadikan kota-kota seperti Kryvyi Rig—yang selama ini lebih jarang menjadi sasaran dibanding kota-kota di timur—kini semakin terekspos ancaman. Wilayah Dnipropetrovsk yang semula dianggap sebagai zona penyangga, kini menjelma menjadi area rawan serangan langsung.
Selain di Dnipropetrovsk, laporan awal menyebutkan adanya korban jiwa di beberapa wilayah lain di Ukraina, meskipun rincian pasti masih dalam proses verifikasi oleh otoritas setempat. Tim penyelamat terus bekerja mengevakuasi korban dan mendata kerusakan di lokasi-lokasi terdampak di tengah risiko susulan serangan.
Kryvyi Rig, dari Kota Baja ke Daftar Duka
Kryvyi Rig, kota industri baja berpenduduk lebih dari 600.000 jiwa, memiliki makna simbolis yang kuat sebagai tanah kelahiran Presiden Zelensky. Serangan kali ini bukanlah yang pertama, namun tetap mengguncang mengingat intensitasnya yang meningkat. Dalam beberapa bulan terakhir, kota ini telah beberapa kali menjadi target rudal dan drone Rusia, yang semakin mempertebal risiko bagi warga sipil yang tidak terlibat dalam pertempuran.
Lembaga kemanusiaan internasional menyuarakan keprihatinan mendalam atas memburuknya perlindungan warga sipil. Meningkatnya serangan drone mempersulit pengiriman bantuan dan evakuasi, sekaligus menimbulkan trauma berkepanjangan bagi penduduk yang bertahan. Apaberita.com terus memantau situasi terkini dan akan menyajikan perkembangan terbaru dari konflik ini berdasarkan laporan dan verifikasi resmi di lapangan.
Comments (0)