Drone Bawa Granat Replika Jatuh di Rumah Pengacara di Depok, Polisi Selidiki

Depok, Apaberita.com — Kepolisian Resor Metro Depok tengah menyelidiki insiden jatuhnya sebuah drone yang membawa granat replika di kediaman pengacara Novianus Martin Bau di wilayah Depok, Jawa Bar

Jul 08, 2026 - 04:20
0 0
Drone Bawa Granat Replika Jatuh di Rumah Pengacara di Depok, Polisi Selidiki

Depok, Apaberita.com — Kepolisian Resor Metro Depok tengah menyelidiki insiden jatuhnya sebuah drone yang membawa granat replika di kediaman pengacara Novianus Martin Bau di wilayah Depok, Jawa Barat, pada Selasa (7/7/2026). Peristiwa ini memicu kekhawatiran warga setelah korban sebelumnya menerima teror melalui pesan singkat WhatsApp, yang kemudian berujung pada pengiriman drone bermuatan benda menyerupai bahan peledak.

Begitu menerima laporan, Kepolisian langsung menerjunkan tim Gegana ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan. Hasil identifikasi memastikan bahwa benda yang dibawa drone tersebut hanyalah granat mainan. "Sudah kita cek dengan menerjunkan tim Gegana, itu mainan berbentuk granat," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, saat dikonfirmasi wartawan di Mapolres Metro Depok.

"Sudah kita cek dengan menerjunkan tim Gegana, itu mainan berbentuk granat."

Menurut Made, insiden ini semakin serius karena diawali dengan ancaman kepada korban melalui aplikasi pesan WhatsApp. Ancaman tersebut dilayangkan sebelum drone yang membawa granat replika jatuh di pekarangan rumah pengacara itu. Polisi kini mendalami keterkaitan antara pesan ancaman dan pengiriman drone tersebut, serta berupaya mengidentifikasi pelaku di balik aksi teror ini.

Laporan Apaberita.com merangkum kronologinya: korban menerima pesan WhatsApp bernada ancaman, lalu tak lama kemudian sebuah drone tak dikenal terbang rendah di sekitar kediamannya dan akhirnya jatuh. Ketika diperiksa, drone itu mengangkut sebuah benda berbentuk granat yang belakangan dipastikan palsu. Meski tidak mengandung bahan peledak, temuan ini sempat memicu kepanikan lingkungan sekitar dan mengundang perhatian aparat keamanan.

Tim Gegana dan unit reskrim telah mengamankan drone tersebut serta barang bukti lain sebagai bagian dari penyelidikan. Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk korban sendiri. "Kami masih mendalami motif dan pihak yang bertanggung jawab. Ancaman lewat WhatsApp ini menjadi petunjuk penting," lanjut Made.

Novianus Martin Bau, pengacara yang menjadi korban, hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi kepada media. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, ia tengah menangani beberapa perkara hukum yang cukup mencolok. Polisi tidak menutup kemungkinan bahwa aksi teror ini berkaitan dengan profesi atau klien yang sedang ia tangani. Meskipun granat tersebut replika, secara psikologis korban dan keluarganya cukup terguncang.

Penggunaan drone untuk mengirim benda mencurigakan ke rumah pribadi menjadi modus baru yang menambah kompleksitas pengamanan di wilayah permukiman. AKBP Made menyatakan, pihaknya akan meningkatkan patroli dan koordinasi dengan warga setempat untuk mencegah kejadian serupa. "Kami imbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat drone mencurigakan atau menerima ancaman lewat media digital," tegasnya.

Kejadian ini juga menjadi perhatian komunitas advokat di Depok, yang berharap polisi segera membongkar jaringan atau pelaku ancaman terhadap para penegak hukum. Sampai berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pendalaman dan belum menetapkan tersangka. Tim laboratorium forensik juga ikut dikerahkan guna memeriksa jejak digital pada drone dan pesan WhatsApp yang diduga dikirim pelaku. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan penyelidikan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User