Oct 16, 2026
Politik

Dokter Anak Bagikan Enam Langkah Tangani Buah Hati Sakit

Penanganan anak yang sedang sakit sering kali menempatkan orang tua pada situasi yang membingungkan, terutama ketika harus memilih tindakan perawatan yang tepat di rumah. Pertanyaan klasik seperti apa...

Dokter Anak Bagikan Enam Langkah Tangani Buah Hati Sakit

Penanganan anak yang sedang sakit sering kali menempatkan orang tua pada situasi yang membingungkan, terutama ketika harus memilih tindakan perawatan yang tepat di rumah. Pertanyaan klasik seperti apakah demam sebaiknya dikompres air hangat atau air dingin, hingga apakah sariawan akibat flu Singapura boleh diredakan dengan es krim, menjadi dilema yang kerap dihadapi para ibu dan ayah. Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis anak dr. Nitish Adnani, SpA, mengemukakan sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan orang tua untuk meredakan ketidaknyamanan anak selama masa pemulihan. Rekomendasi itu disampaikan menyusul banyaknya keluhan orang tua yang cemas berlebihan saat buah hati terserang demam, batuk, pilek, maupun flu Singapura.

"Kompres dapat membantu anak merasa lebih nyaman. Namun, hindari menggunakan air yang terlalu dingin karena bisa memicu menggigil dan membuat anak semakin tidak nyaman," kata dr. Nitish dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (8/10).

Kompres Hangat Hingga Es Krim untuk Flu Singapura

Langkah pertama yang ditekankan dr. Nitish adalah penanganan demam. Orang tua disarankan menggunakan kompres air hangat, khususnya pada area lipatan tubuh seperti ketiak, lipatan paha, dan leher. Berdasarkan penjelasannya, metode ini dinilai lebih efektif meredakan ketidaknyamanan dibandingkan kompres air dingin yang berisiko memicu menggigil. Ketika menggigil muncul, suhu tubuh anak justru berpotensi meningkat sehingga kondisi demam dapat bertambah berat.

Langkah kedua berkaitan dengan flu Singapura. Penyakit ini ditandai munculnya sariawan di dalam mulut yang membuat anak sulit makan dan minum. Dalam kondisi tersebut, dr. Nitish menyatakan makanan atau minuman dingin, termasuk es krim, dapat menjadi pilihan untuk meredakan rasa tidak nyaman pada mulut anak. Sebaliknya, makanan yang terlalu panas berpotensi membuat sariawan terasa lebih perih sehingga anak semakin menolak asupan.

"Dalam kondisi ini, makanan atau minuman dingin, termasuk es krim, dapat menjadi pilihan untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada mulut anak," jelasnya.

Madu, Nasal Spray, dan Perhatian pada Minyak Oles

Pada langkah ketiga, dr. Nitish menyoroti penanganan batuk. Madu dapat menjadi alternatif untuk membantu meredakan batuk pada anak berusia satu tahun ke atas. Orang tua dapat memberikan madu sesuai kebutuhan anak, terutama ketika batuk membuat buah hati tidak nyaman. Meski demikian, pemberian madu perlu disesuaikan dengan usia anak karena tidak direkomendasikan bagi bayi di bawah satu tahun.

Langkah keempat menyangkut anak yang mengalami pilek. Penggunaan nasal spray berbahan larutan saline atau NaCl 0,9 persen dinilai dapat membantu melembapkan saluran hidung sekaligus mengencerkan lendir sehingga anak lebih nyaman bernapas. Sementara itu, penggunaan minyak oles hangat perlu dicermati karena beberapa produk mengandung bahan yang berpotensi mengiritasi kulit anak.

"Sementara itu, penggunaan minyak oles hangat perlu diperhatikan karena beberapa produk mengandung bahan yang berpotensi mengiritasi kulit anak. Karena itu, orang tua sebaiknya memilih produk yang sesuai dengan usia anak dan mengikuti petunjuk penggunaannya," jelas dr. Nitish.

Prinsip Utama: Kenyamanan dan Pemulihan Anak

Secara keseluruhan, keenam langkah yang direkomendasikan dr. Nitish bertumpu pada satu prinsip utama, yakni mengutamakan kenyamanan anak selama masa pemulihan. Orang tua diimbau tidak panik dan tidak serta-merta memberikan tindakan yang justru memperburuk kondisi, seperti kompres air dingin atau makanan bersuhu tinggi saat anak mengalami sariawan.

Selain langkah-langkah tersebut, orang tua juga didorong untuk senantiasa memantau perkembangan kondisi anak. Apabila gejala tidak kunjung membaik atau muncul tanda-tanda kegawatan, tindakan lanjutan berupa konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional menjadi keharusan. Dengan pemahaman yang benar, orang tua diharapkan mampu mengambil keputusan perawatan secara tepat dan proporsional, sehingga proses penyembuhan anak berlangsung lebih cepat dan nyaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User