Dishub DKI Matangkan Kajian Pelican Crossing Pengganti JPO Tendean

Jakarta — Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera merampungkan kajian teknis pemasangan pelican crossing sebagai fasilitas penyeberangan di lokasi JPO Tendean, Jakarta Selatan, yang sebelumnya dibongka...

Jul 19, 2026 - 10:32
0 0
Dishub DKI Matangkan Kajian Pelican Crossing Pengganti JPO Tendean

Jakarta — Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera merampungkan kajian teknis pemasangan pelican crossing sebagai fasilitas penyeberangan di lokasi JPO Tendean, Jakarta Selatan, yang sebelumnya dibongkar akibat tertabrak kendaraan berat bermuatan besar. Proses kajian ditargetkan tuntas dalam waktu dekat untuk kemudian diajukan sebagai rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami tengah menyelesaikan seluruh aspek kajian, mulai dari keselamatan, teknis marka jalan, hingga analisis volume pejalan kaki di kawasan tersebut. Hasil kajian akan menjadi dasar pengambilan keputusan terkait fasilitas penyeberangan yang paling sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (15/7).

Latar Belakang Insiden Kerusakan

JPO yang berada di Jalan Kapten Tendean tersebut mengalami kerusakan parah setelah struktur tiang penyangga tertabrak truk berukuran besar beberapa waktu lalu. Insiden tersebut menyebabkan bagian konstruksi hampir roboh dan membahayakan pengguna jalan, sehingga tim gabungan memutuskan untuk melakukan pembongkaran terhadap struktur yang tersisa sebagai langkah mitigasi risiko kecelakaan lanjutan.

Proses pembongkaran berlangsung secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pekerja dan kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan tersebut. Petugas dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan diterjunkan untuk mengatur lalu lintas selama proses pembongkaran berlangsung, khususnya pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari ketika volume kendaraan meningkat signifikan.

Opsi Penggantian Fasilitas Penyeberangan

Sebagai solusi sementara maupun jangka panjang, Dishub DKI mempertimbangkan beberapa alternatif, antara lain pemasangan pelican crossing, pembangunan JPO baru, hingga penerapan zebra cross dengan fasilitas pendukung berupa traffic light pejalan kaki. Namun, opsi pelican crossing menjadi prioritas kajian karena mempertimbangkan efisiensi anggaran dan kecepatan realisasi di lapangan.

"Pelican crossing merupakan solusi yang relatif cepat diterapkan dan telah terbukti efektif di beberapa titik di Jakarta. Fasilitas ini menggunakan tombol yang dapat diaktifkan oleh pejalan kaki untuk meminta prioritas menyeberang, sehingga memberikan rasa aman tanpa harus membangun infrastruktur vertikal dengan biaya besar," jelas pejabat Dishub DKI tersebut.

Dampak terhadap Aktivitas Pejalan Kaki

Selama JPO tidak berfungsi, pejalan kaki yang biasa melintasi Jalan Kapten Tendean terpaksa mencari alternatif penyeberangan, baik dengan menggunakan zebra cross di persimpangan terdekat maupun dengan menyeberang langsung di badan jalan. Kondisi tersebut meningkatkan potensi kecelakaan, terlebih mengingat ruas Jalan Kapten Tendean merupakan jalur padat kendaraan dengan aktivitas komersial yang tinggi.

Data internal Dishub DKI menunjukkan bahwa volume pejalan kaki di kawasan Tendean cukup signifikan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja, serta pada akhir pekan ketika aktivitas pusat perbelanjaan meningkat tajam. Faktor tersebut menjadi pertimbangan utama dalam penentuan jenis fasilitas penyeberangan yang akan dipasang di lokasi.

Estimasi Waktu dan Anggaran

Meskipun belum dapat merinci nominal anggaran secara terbuka, Dishub DKI memastikan bahwa kajian teknis akan mencakup estimasi biaya pemasangan, kebutuhan personel pengawas di lapangan, serta jadwal pelaksanaan pekerjaan. "Kami berupaya agar seluruh proses dapat berlangsung secara transparan dan akuntabel sesuai dengan regulasi yang berlaku," tegas Kepala Dishub DKI.

Jika kajian telah rampung dan disetujui oleh seluruh pihak terkait, pemasangan pelican crossing ditargetkan dapat direalisasikan dalam waktu beberapa minggu setelahnya. Dishub juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait tata cara penggunaan fasilitas baru tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Koordinasi Lintas Instansi

Dalam proses kajian, Dishub DKI melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Dinas Bina Marga, kepolisian sektor lalu lintas, hingga pemerintah kota administrasi Jakarta Selatan. Sinergi lintas sektor tersebut diperlukan untuk memastikan bahwa pemasangan fasilitas penyeberangan tidak mengganggu fungsi jalan dan tetap memenuhi standar keselamatan yang berlaku secara nasional.

"Setiap kebijakan terkait lalu lintas dan angkutan jalan harus melalui kajian komprehensif serta koordinasi multipihak. Kami tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan yang menyangkut keselamatan publik," ujar perwakilan dari kepolisian sektor lalu lintas Jakarta Selatan yang turut hadir dalam pembahasan teknis tersebut.

Harapan Warga Sekitar

Warga sekitar berharap agar fasilitas penyeberangan yang baru dapat segera terpasang dan memberikan kenyamanan serta keamanan bagi pengguna jalan. Seorang pedagang kaki lima di sekitar lokasi menyampaikan bahwa keberadaan JPO sebelumnya sangat membantu aktivitas jual beli karena memudahkan pelanggan untuk menyeberang dengan aman tanpa harus memutar jalan cukup jauh.

"Kami berharap pemerintah segera menemukan solusi terbaik, baik berupa JPO baru maupun pelican crossing. Yang terpenting, pejalan kaki dapat menyeberang dengan selamat dan nyaman," ujar pedagang tersebut saat ditemui di lokasi.

Dengan rampungnya kajian dalam waktu dekat, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi ruas Jalan Kapten Tendean dan mematuhi arahan petugas selama proses transisi fasilitas penyeberangan berlangsung. Dishub DKI juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menjaga keselamatan di ruang publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User