Manajemen Dewa United secara resmi mengumumkan pemutusan kerja sama dengan pelatih kepala Jan Olde Riekerink, Jumat (14/3/2025), setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan bersama untuk mengakhiri kontrak yang masih tersisa hingga akhir musim. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Manajemen yang digelar di Kantor Pusat Dewa United, Jakarta Selatan, dengan mempertimbangkan evaluasi kinerja tim selama dua musim terakhir.
Proses Evaluasi dan Keputusan Bersama
Direktur Utama Dewa United, Ahmad Zaky, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari pembahasan mendalam antara manajemen, jajaran direksi, serta masukan dari para pemangku kepentingan. "Setelah melalui serangkaian rapat internal dan mempertimbangkan capaian tim, kami sepakat untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Jan. Ini adalah keputusan yang tidak mudah, namun kami yakini sebagai langkah terbaik untuk kemajuan klub ke depan," ujar Ahmad Zaky dalam konferensi pers di Jakarta.
Jan Olde Riekerink, pelatih asal Belanda berusia 52 tahun, telah menangani Dewa United sejak awal musim 2023. Selama masa kepemimpinannya, ia berhasil membawa tim ke posisi papan tengah klasemen Liga 1 Indonesia pada musim pertama, namun performa tim pada musim ini dinilai belum konsisten. "Kami berterima kasih atas dedikasi dan kerja keras Coach Jan. Ia telah memberikan kontribusi positif dalam pengembangan pemain muda dan sistem permainan klub," tambah Ahmad Zaky.
Pernyataan Jan Olde Riekerink
Dalam pernyataan resmi yang diterima Apaberita, Jan Olde Riekerink mengaku menghormati keputusan manajemen. "Saya sangat berterima kasih kepada Dewa United atas kesempatan yang diberikan selama dua tahun terakhir. Klub ini memiliki potensi besar dan basis suporter yang luar biasa. Saya doakan yang terbaik untuk langkah selanjutnya," kata Jan dalam keterangan tertulis yang dikirimkan melalui agennya.
Pelatih yang pernah menangani akademi FC Porto dan tim nasional Yunani U-19 itu juga menegaskan bahwa dirinya terbuka untuk tantangan baru. "Saya akan terus mengembangkan karier di sepak bola, dan pengalaman di Indonesia menjadi catatan berharga. Saya percaya bahwa setiap akhir adalah awal baru," ujarnya.
Langkah Selanjutnya Dewa United
Manajemen Dewa United menyatakan bahwa proses pencarian pelatih pengganti sudah dimulai. "Kami telah membentuk tim pencari pelatih yang akan bekerja cepat. Target kami adalah mendapatkan pelatih kepala baru dalam waktu dua pekan ke depan, sebelum jadwal pertandingan berikutnya," jelas Ahmad Zaky. Ia menambahkan bahwa kriteria utama adalah pelatih yang memiliki visi permainan menyerang dan mampu mengembangkan potensi pemain lokal.
Sementara itu, asisten pelatih Dewa United, Sugiantoro, akan ditunjuk sebagai pelatih sementara untuk memimpin latihan dan pertandingan terdekat. "Kami percaya pada kemampuan Coach Sugiantoro untuk menjaga stabilitas tim selama masa transisi ini. Ia sudah lama bekerja bersama tim dan memahami karakter pemain," ujar Ahmad Zaky.
Keputusan ini langsung mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Pengamat sepak bola nasional, Andi M. Syarif, menilai langkah Dewa United cukup berani di tengah kompetisi yang ketat. "Perubahan pelatih di pertengahan musim selalu berisiko, tetapi jika evaluasi sudah matang, ini bisa menjadi momentum kebangkitan. Dewa United perlu segera menemukan sosok yang tepat agar target finis delapan besar tercapai," ujar Andi.
Dengan berakhirnya kerja sama ini, Dewa United kini fokus pada persiapan menghadapi laga tandang melawan Persik Kedodo pada 22 Maret mendatang. Manajemen berharap tim tetap solid dan mampu meraih hasil positif di bawah arahan pelatih sementara. "Kami minta dukungan penuh dari suporter. Doakan yang terbaik untuk Dewa United," pungkas Ahmad Zaky.
Comments (0)