CALAPAN CITY — Pemerintah Filipina melalui Departemen Pendidikan (DepEd) resmi mencairkan dana tahap awal sebesar 113 juta peso atau sekitar separuh dari total alokasi anggaran 226 juta peso. Anggaran tersebut dialokasikan secara khusus untuk mendanai proyek pembangunan dan rehabilitasi gedung di 14 sekolah negeri yang tersebar di wilayah Calapan City, Oriental Mindoro.
Pencairan dana ini menjadi angin segar bagi sektor pendidikan lokal yang tengah berupaya membenahi infrastruktur belajar mengajar pascapandemi dan bencana alam. Kepastian penyaluran dana segar tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Calapan City, Doy Leachon, yang menegaskan kesiapan pemerintah kota untuk segera merealisasikan proyek strategis nasional tersebut.
Langkah Cepat Atasi Kepadatan Ruang Kelas
Wali Kota Doy Leachon menjelaskan bahwa penerimaan dana termin pertama ini memungkinkan pemerintah kota untuk langsung menggelar proses lelang tender serta memulai konstruksi fisik di lapangan. Proyek ini diproyeksikan mampu mengatasi persoalan defisit ruang kelas yang selama ini membebani rasio belajar mengajar di berbagai distrik sekolah setempat.
"Dana awal ini akan menjadi landasan pacu bagi Calapan City untuk mengimplementasikan proyek infrastruktur sekolah nasional secara terukur, transparan, dan berkesinambungan demi masa depan anak-anak kita," tegas Mayor Doy Leachon saat memberikan keterangan resmi kepada media.
Menurutnya, peningkatan kualitas sarana fisik sekolah merupakan investasi jangka panjang yang krusial. Ketiadaan fasilitas yang memadai dinilai kerap menjadi penghambat utama optimalisasi proses penyerapan kurikulum dan kenyamanan para murid serta tenaga pengajar.
Fokus Standar Tahan Bencana dan Fasilitas Modern
Pembangunan gedung sekolah di 14 titik tersebut tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah ruang kelas baru, melainkan juga menerapkan standar konstruksi modern yang dirancang adaptif terhadap ancaman bencana alam seperti angin topan dan gempa bumi. Wilayah pesisir Oriental Mindoro diketahui kerap terpapar cuaca ekstrem, sehingga aspek ketahanan fisik bangunan menjadi prioritas utama DepEd.
Adapun rincian proyek pembangunan sekolah ini mencakup beberapa fokus pengembangan sarana:
- Pembangunan ruang kelas baru: Menambah daya tampung guna menurunkan rasio kepadatan siswa per kelas.
- Fasilitas sanitasi terpadu: Pembangunan toilet ramah anak, akses air bersih, dan fasilitas kebersihan standar kesehatan.
- Struktur bangunan tangguh bencana: Desain arsitektur yang tahan terpaan siklon tropis serta gempa tektonik.
- Aksesibilitas inklusif: Jalur ramah disabilitas agar seluruh fasilitas dapat diakses tanpa hambatan oleh seluruh kalangan pelajar.
Transparansi dan Penyaluran Anggaran Tahap Berikutnya
Terkait sisa anggaran sebesar 113 juta peso lainnya, DepEd dijadwalkan mencairkannya secara bertahap seiring berjalannya progres fisik di lapangan. Skema termin ini diterapkan untuk memastikan akuntabilitas serta pengawasan ketat terhadap kontraktor pelaksana agar tidak terjadi keterlambatan maupun penyelewengan.
Pemerintah Calapan City bersama jajaran komite sekolah dan masyarakat setempat berkomitmen mengawal setiap tahapan pembangunan. Kehadiran gedung-gedung baru ini diharapkan mampu memantik motivasi belajar siswa serta mengangkat mutu pendidikan di Oriental Mindoro menuju standar yang jauh lebih tinggi dan berdaya saing.
Comments (0)