Sep 16, 2026
Hukum

Tim DVI Cocokkan DNA Keluarga 13 Korban KM Virgo Transport

GARUT — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Barat bergerak cepat mengumpulkan data antemortem dan sampel genetik dari keluarga

Tim DVI Cocokkan DNA Keluarga 13 Korban KM Virgo Transport

GARUT — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Barat bergerak cepat mengumpulkan data antemortem dan sampel genetik dari keluarga korban insiden tenggelamnya kapal motor (KM) Virgo Transport 8. Langkah forensik ini difokuskan pada 13 warga asal Kabupaten Garut yang menjadi bagian dari awak kapal nahas tersebut usai dilaporkan tenggelam di perairan Laut Jawa.

Pemeriksaan mendalam ini bertujuan mempercepat proses identifikasi apabila jenazah atau bagian tubuh para korban ditemukan oleh tim pencarian dan pertolongan gabungan. Koordinasi intensif dilakukan antara kepolisian resor setempat, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), serta instansi maritim terkait.

Kronologi dan Tahapan Penanganan Korban

Musibah laut yang menimpa kapal pengangkut tersebut memicu operasi kemanusiaan skala luas. Kepolisian telah menyusun sejumlah tahapan terstruktur guna memastikan kepastian status para korban bagi pihak keluarga:

  1. Pendataan Korban: Pendataan awal memverifikasi bahwa terdapat 13 warga Garut yang bekerja sebagai awak kapal pada KM Virgo Transport 8 saat kecelakaan laut terjadi.
  2. Pendirian Posko Antemortem: Kepolisian membuka posko khusus di wilayah Garut guna memfasilitasi keluarga korban dalam menyerahkan dokumen identitas dan ciri fisik khusus.
  3. Pengambilan Sampel DNA: Tim DVI mengambil sampel pembanding biometrik dari garis keturunan langsung (orang tua, anak, atau saudara kandung) untuk dicocokkan dengan data postmortem di laboratorium forensik.
  4. Operasi SAR Berkelanjutan: Tim SAR gabungan dari Basarnas dan Ditpolairud terus menyisir koordinat titik tenggelamnya kapal di Laut Jawa.
"Kami terus mendalami identitas dan memverifikasi data para korban KM Virgo Transport 8. Pengambilan sampel DNA keluarga inti sangat krusial untuk mencocokkan profil biologis ketika tim lapangan berhasil mengevakuasi korban," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan.

Proses Identifikasi Ilmiah dan Pendampingan Keluarga

Identifikasi korban bencana laut memerlukan ketelitian tinggi mengingat kondisi jenazah di perairan terbuka kerap mengalami perubahan fisik yang cepat. Metode analisis DNA forensik menjadi instrumen utama yang paling akurat di samping pemeriksaan rekam medis gigi (odontologi) serta sidik jari korban.

Selain tindakan medis forensik, kepolisian dan pemerintah daerah memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) kepada keluarga yang tengah menanti kabar kepastian di rumah duka. Fasilitasi komunikasi berkala disiapkan agar keluarga mendapatkan informasi akurat tanpa termakan kabar simpang siur terkait operasi pencarian.

  • Data Primer: Meliputi profil DNA, catatan sidik jari resmi, dan pemeriksaan rekam medis gigi korban.
  • Data Sekunder: Mencakup ciri fisik khusus seperti bekas luka operasi, tato, pakaian terakhir, hingga barang bawaan personal korban.

Polda Jawa Barat memastikan seluruh proses identifikasi dilakukan secara transparan dan berstandar internasional sesuai protokol Interpol DVI demi memberikan kepastian hukum dan emosional bagi para keluarga yang terdampak musibah maritim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User