Sep 17, 2026
Hukum

DENPASAR — Rai Mantra Ajak Generasi Muda Jadi Pelaku Budaya Bali

Suasana Ruang Terbuka Hijau Universitas Udayana (Unud), Denpasar, tampak dipenuhi ketertarikan akademis yang hangat pada Kamis sore. Di tengah berlangsungn

DENPASAR — Rai Mantra Ajak Generasi Muda Jadi Pelaku Budaya Bali

Suasana Ruang Terbuka Hijau Universitas Udayana (Unud), Denpasar, tampak dipenuhi ketertarikan akademis yang hangat pada Kamis sore. Di tengah berlangsungnya pameran kartun bertema ekologi dan kebudayaan, Anggota DPD RI Perwakilan Bali sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Udayana (Ikayana) Pusat, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si., menyampaikan narasi penting yang mengugah kesadaran ratusan mahasiswa dan akademisi yang hadir.

Acara sarasehan kritis dan pameran seni bertajuk “Tantangan Masyarakat Adat Perspektif Ekologi, Budaya, dan Ekonomi” tersebut menjadi panggung refleksi mendalam mengenai nasib kearifan lokal di tengah gempuran arus modernisasi. Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra menegaskan bahwa eksistensi masyarakat adat bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan pondasi strategis bangsa yang memiliki kedudukan hukum sangat kuat.

Penguatan Konstitusional Masyarakat Adat

Dalam pemaparannya, Rai Mantra membeberkan landasan hukum yang menguatkan posisi masyarakat adat di Indonesia. Mantan Wali Kota Denpasar tersebut mengingatkan bahwa keberadaan masyarakat adat telah mendapatkan pengakuan resmi secara konstitusional dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya melalui Pasal 18B.

"Pembahasan mengenai masyarakat adat ini memiliki dasar hukum yang sangat jelas dan sah dalam UUD 1945. Sebagai wakil Bali di DPD RI yang bertugas di Komite III, kami terus berupaya membawa berbagai isu strategis daerah ke tingkat nasional untuk dikolaborasikan bersama institusi perguruan tinggi dan elemen masyarakat," ujar Rai Mantra tegas.

Ia menambahkan bahwa institusi pendidikan tinggi seperti Universitas Udayana memiliki kapasitas intelektual yang sangat besar untuk memainkan peran strategis di tingkat nasional maupun internasional. Sinergi antara riset akademis berbasis berbagai disiplin ilmu dan komunitas adat dianggap sebagai kunci utama dalam merespons tantangan ekologi serta tekanan ekonomi global yang semakin kompleks.

Dari Sekadar Pewaris Menjadi Pelaku Budaya Aktif

Poin paling krusial dalam pidato Rai Mantra tertuju pada peran taktis generasi muda. Ia mengimbau para mahasiswa agar tidak terjebak dalam cara pandang pasif yang hanya menempatkan kebudayaan Bali sebagai warisan masa lalu untuk sekadar dikagumi tanpa keterlibatan aksi nyata.

Dimensi Peran Pewaris Budaya (Pasif) Pelaku Budaya (Aktif)
Keterlibatan Generasi Muda Menjaga dan mengagumi tradisi masa lalu tanpa inovasi. Menciptakan karya dan pemikiran baru berbasis kearifan lokal.
Konteks Pembangunan Terpisah dari dinamika modernisasi dan ekonomi. Mengintegrasikan hak adat ke dalam regulasi masa depan.
Wadah Ekspresi Terbatas pada pelaksanaan ritual rutin semata. Memanfaatkan pendidikan, seni kreatif, dan sains modern.

"Saya tidak mengajak adik-adik mahasiswa untuk sekadar melihat masa lalu," tutur Rai Mantra dengan penuh penekanan. "Tetapi saya mengajak kalian semua untuk memastikan bahwa identitas, hak, budaya, dan kearifan lokal kita mendapatkan ruang yang bermakna serta diperhitungkan dalam formulasi pembangunan masa depan."

Transformasi Struktural Desa Adat di Bali

Lebih lanjut, Rai Mantra mengingatkan bahwa Bali memiliki keunikan tata kelola wilayah yang terstruktur melalui keberadaan Desa Adat. Otonomi dan tata nilai sosial di desa adat terbukti ampuh menjaga keseimbangan alam dan kehidupan bermasyarakat selama berabad-abad. Namun, tanpa peran aktif kaum terpelajar, struktur adat tersebut rentan tergerus oleh percepatan komersialisasi.

Oleh karena itu, generasi muda dituntut tidak hanya sekadar memegang status sebagai warga adat, melainkan hadir sebagai inovator. Melalui penguasaan seni, pendidikan, ilmu hukum, hingga teknologi informasi, mahasiswa diharapkan menjadi garda terdepan yang memperjuangkan keberlanjutan budaya lokal di tengah era global.

Melalui sarasehan ini, Rai Mantra optimistis Universitas Udayana dapat terus melahirkan gagasan-gagasan solutif. Kolaborasi antar-komunitas dan akademisi akan memastikan bahwa nilai-nilai kebudayaan lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mewarnai peradaban modern secara adaptif dan bermartabat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User