Danantara Siapkan Program Perumahan, Pasarkan Hunian BUMN yang Tak Terjual
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah merancang program khusus bernama Danantara Housing...
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah merancang program khusus bernama Danantara Housing. Inisiatif ini akan menyasar properti hunian milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang hingga kini masih belum terjual. Keterangan tersebut disampaikan Rosan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/7).
Program Danantara Housing lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengatasi penumpukan aset properti BUMN yang idle. "Banyak pengembangan apartemen dan rumah yang sudah rampung, tetapi daya serap pasarnya rendah. Kami ingin masyarakat bisa memiliki hunian tersebut dengan cara yang mudah," ujar Rosan.
Latar Belakang dan Rasionalisasi Aset BUMN
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah BUMN di sektor properti dan konstruksi memang aktif membangun hunian, baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah maupun segmen menengah. Namun, sejumlah proyek justru mengalami hambatan pemasaran, sehingga menimbulkan biaya perawatan yang tinggi dan aset yang tidak produktif. Rosan menegaskan, Danantara Housing hadir sebagai solusi untuk memaksimalkan nilai ekonomis aset negara tersebut.
"Kita tidak ingin aset-aset itu hanya menjadi beban. Melalui Danantara Housing, kami ubah dari idle menjadi bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat neraca BUMN terkait," jelasnya. Program ini juga sejalan dengan arahan pemerintah untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara dan mempercepat penyediaan hunian layak.
Pengamat properti menilai, langkah ini cukup strategis karena sekaligus membantu mengurangi backlog perumahan nasional yang diperkirakan masih di kisaran 12,7 juta unit. Dengan memanfaatkan stok yang sudah ada, pemerintah bisa menekan biaya pembangunan baru dan mempercepat akses masyarakat terhadap hunian.
Skema Pembiayaan Ringan dan Suku Bunga Menarik
Rosan menyampaikan, salah satu daya tarik utama program ini adalah penawaran skema pembiayaan yang kompetitif. Masyarakat yang berminat akan mendapatkan akses kredit pemilikan rumah (KPR) atau skema syariah dengan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan produk konvensional. Selain itu, mekanisme pembayaran akan diatur agar lebih ringan, termasuk kemungkinan uang muka yang lebih kecil dan tenor yang fleksibel.
"Dengan suku bunga yang lebih rendah dan cara pembayaran yang disesuaikan, kami berharap masyarakat, terutama generasi muda dan pekerja informal, bisa lebih mudah memiliki rumah," katanya. Ia mencontohkan, beberapa properti BUMN yang berlokasi strategis di perkotaan akan dipasarkan dengan diskon harga khusus melalui program ini.
Selain itu, Danantara akan bekerja sama dengan perbankan nasional, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), untuk menyalurkan pembiayaan. Integrasi ini diharapkan bisa memangkas biaya intermediasi dan memberikan bunga yang lebih rendah hingga 2–3 persen di bawah pasar. "Kami ingin semua pihak mendapatkan manfaat—masyarakat punya rumah, bank dapat portofolio yang sehat, dan BUMN bisa mengurangi beban aset," ujar Rosan.
Dukungan Himbara dan Dana Rp130 Triliun
Untuk mendukung program perumahan nasional, termasuk Danantara Housing, Himbara telah menyatakan komitmennya untuk mengucurkan pendanaan hingga Rp130 triliun. Rosan menegaskan bahwa angka tersebut merupakan alokasi untuk tahun 2025 dan sudah melalui proses koordinasi intensif.
"Dana sebesar Rp130 triliun ini siap digunakan untuk mendorong program 3 juta rumah. Skemanya sudah dimatangkan bersama Himbara, dan semua pihak menyambut positif," kata Rosan. Ia menambahkan, pendanaan tersebut tidak hanya untuk unit baru, tetapi juga untuk pembiayaan pembelian unit-unit BUMN yang sudah terbangun.
Himbara sendiri, yang terdiri dari Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN, dinilai memiliki kapasitas pendanaan yang memadai dan jaringan distribusi yang luas hingga ke pelosok. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat di luar Pulau Jawa, di mana kebutuhan hunian juga terus meningkat.
Sinergi dengan Program 3 Juta Rumah
Danantara Housing merupakan bagian dari inisiatif besar pemerintah untuk menyediakan 3 juta rumah per tahun. Rosan menjelaskan, kontribusi Danantara tidak hanya sebagai pemasar aset BUMN, tetapi juga sebagai katalis dalam mendorong ekosistem perumahan yang lebih inklusif. "Ini adalah wujud nyata bagaimana sovereign wealth fund kita bisa berperan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Ia juga menyebut, selain menjual rumah yang sudah jadi, Danantara akan mengidentifikasi proyek-proyek BUMN lain yang berpotensi dialihfungsikan atau diselesaikan melalui skema ini. Dengan demikian, program ini diharapkan bisa menjadi model pengelolaan aset negara yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
Sejumlah BUMN properti, seperti Perumnas, Waskita Karya, dan Wijaya Karya, diyakini memiliki stok unit yang signifikan. Rosan mengisyaratkan bahwa pihaknya akan segera melakukan inventarisasi dan penilaian ulang terhadap aset-aset tersebut untuk menentukan harga yang kompetitif.
Respon Pasar dan Langkah Selanjutnya
Pengumuman ini disambut baik oleh kalangan pelaku usaha properti. Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Joko Suranto, dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa intervensi Danantara dapat menjadi stimulus bagi sektor properti yang masih dalam pemulihan pasca-pandemi. "Kami menyambut baik langkah ini karena bisa mengurangi overhang supply sekaligus mendorong daya beli masyarakat," katanya.
Namun demikian, pengamat mencatat bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada eksekusi di lapangan, terutama dalam hal penentuan harga yang realistis, kecepatan proses kredit, dan sosialisasi kepada masyarakat. Rosan sendiri optimistis bahwa program Danantara Housing akan mulai berjalan dalam beberapa bulan ke depan setelah seluruh regulasi dan detail teknis rampung.
"Kami ingin bergerak cepat. Ini bukan sekadar program jual-beli properti, tapi bagian dari tanggung jawab besar Danantara untuk memastikan aset negara memberikan manfaat maksimal bagi bangsa," pungkas Rosan.
Comments (0)