Jakarta, 23 Juli 2026 – Rapat Pleno Dewan Tanfidzial dan Syuriah Nahdlatul Ulama resmi menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam forum tertinggi organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia tersebut.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Cucun A. Sjamsurizal menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan kepada kepemimpinan baru PBNU. Dalam keterangannya, Cucun menegaskan bahwa organisasi Islam terbesar di Nusantara ini memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Peran Strategis PBNU dalam Kehidupan Berbangsa
Cucun menyatakan bahwa Nahdlatul Ulama selama ini telah membuktikan kontribusinya sebagai pilar penting dalam menjaga keutuhan bangsa. "PBNU memiliki peran yang sangat vital dalam menyatukan berbagai elemen masyarakat Indonesia," tegas politikus tersebut dalam kesempatan itu.
Menurut Cucun, tantangan yang dihadapi umat Islam dan masyarakat Indonesia ke depan memerlukan sosok pemimpin yang mampu menyatukan perbedaan. Oleh karena itu, ia berharap KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
"Kami berharap kepemimpinan baru PBNU dapat menjadi perekat di tengah umat, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara," harap Cucun.
Harapan terhadap Kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
KH Miftachul Akhyar sebelumnya telah dikenal luas di kalangan nahdliyin sebagai tokoh yang moderat dan terbuka. Pengalamannya dalam memimpin organisasi kemasyarakatan menjadi modal penting untuk menjalankan amanah sebagai Rais Aam. Sementara itu, Gus Kikin yang juga berasal dari tradisi pesantren diharapkan mampu melanjutkan tradisi organisasi yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Dalam kesempatan penetapan tersebut, keduanya menyatakan komitmen untuk memperkuat peran NU dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mereka juga berjanji akan terus menjaga tradisi diálogo dan toleransi yang menjadi ciri khas organisasi.
Kontribusi NU bagi Persatuan Nasional
Nahdlatul Ulama memiliki basis massa yang sangat besar di Indonesia dengan jaringan organisasi hingga tingkat daerah dan desa. Selama ini, PBNU konsisten menjadi wadah silaturahmi antarwarga NU dan turut aktif dalam program-program sosial kemasyarakatan.
Cucun menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan seperti PBNU sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional. "Organisasi sebesar NU memiliki kekuatan untuk menggerakkan masyarakat dalam kebaikan," katanya.
Penetapan kepemimpinan baru PBNU ini menjadi momen penting bagi seluruh warga NU di tanah air. Dengan kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin, diharapkan organisasi dapat terus memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa Indonesia.
Comments (0)