Sep 30, 2026
Hukum

Cianjur Tuan Rumah Gema Tunas V, Target Tekan 46 Ribu Angka Tidak Sekolah

CIANJUR — Kabupaten Cianjur dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Gema Tunas V Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar

Cianjur Tuan Rumah Gema Tunas V, Target Tekan 46 Ribu Angka Tidak Sekolah

CIANJUR — Kabupaten Cianjur dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Gema Tunas V Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Kegiatan bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 September 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Mengusung tema "Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru" dengan slogan "PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli", kegiatan tersebut diikuti oleh warga belajar pendidikan kesetaraan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Ajang ini bukan sekadar pertemuan kepramukaan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Angka Tidak Sekolah Jadi Pekerjaan Rumah Bersama

Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan bahwa persoalan angka tidak sekolah masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara kolektif. Menurutnya, Gema Tunas V memiliki keterkaitan langsung dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan masyarakat, khususnya bagi mereka yang selama ini tertinggal dari bangku sekolah formal.

Data yang dihimpun pemerintah daerah menunjukkan angka tidak sekolah di Cianjur masih cukup tinggi, yakni mencapai sekitar 46 ribu jiwa. Kondisi ini mendorong Pemkab Cianjur untuk terus menggencarkan berbagai program pemerataan pendidikan, baik melalui jalur formal maupun non-formal.

"Angka tidak sekolah di Cianjur cukup tinggi saat ini. Kami ingin melakukan pemerataan pendidikan kepada seluruh masyarakat."

— dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Bupati Cianjur

Dua Strategi Utama Pemerintah Daerah

Wahyu menjelaskan bahwa pemerintah daerah menerapkan dua pendekatan utama dalam menekan angka tidak sekolah. Pertama, bagi masyarakat yang masih berada pada usia wajib belajar, mereka didorong untuk mengikuti pendidikan formal di sekolah-sekolah reguler. Kedua, bagi masyarakat yang telah berada di luar usia wajib belajar, termasuk mereka yang sebelumnya putus sekolah, diarahkan untuk memanfaatkan jalur pendidikan kesetaraan.

Pendidikan kesetaraan tersebut diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di berbagai wilayah. Melalui jalur ini, warga belajar dapat memperoleh pengetahuan sekaligus ijazah yang setara dengan pendidikan formal, mulai dari Paket A setara SD, Paket B setara SMP, hingga Paket C setara SMA.

  • Paket A — program pendidikan kesetaraan setara jenjang Sekolah Dasar.
  • Paket B — program pendidikan kesetaraan setara jenjang Sekolah Menengah Pertama.
  • Paket C — program pendidikan kesetaraan setara jenjang Sekolah Menengah Atas.
  • Gema Tunas V — ajang tahunan PKBM dan SKB Jawa Barat yang digelar bergilir antar kabupaten/kota.

Peluang Kedua bagi Putus Sekolah

Menurut Wahyu, kehadiran PKBM dan SKB menjadi angin segar bagi masyarakat yang sempat putus sekolah. Mereka tidak lagi kehilangan kesempatan untuk meraih ijazah dan meningkatkan kompetensi diri, sehingga dapat memperbaiki taraf hidup di masa depan.

Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap penyelenggaraan Gema Tunas V ini menjadi momentum untuk menyosialisasikan pentingnya pendidikan kesetaraan kepada masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi warga belajar agar terus semangat menuntut ilmu tanpa memandang usia.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pengelola PKBM, SKB, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan, target penurunan angka tidak sekolah di Cianjur secara bertahap diyakini dapat terwujud. Pendidikan, tegas Wahyu, adalah hak setiap warga negara yang harus dipenuhi tanpa terkecuali.

Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan angka tidak sekolah di daerahnya masih tinggi, sekitar 46 ribu jiwa. Melalui pendidikan kesetaraan PKBM dan SKB, masyarakat putus sekolah bisa meraih ijazah setara Paket A, B, hingga C. "Kami ingin melakukan pemerataan pendidikan kepada seluruh masyarakat," tegas Wahyu. Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian ungkap angka tidak sekolah di Cianjur masih sekitar 46 ribu jiwa. Solusinya? Pendidikan kesetaraan lewat PKBM dan SKB — Paket A, B, dan C. 📚 "Kami ingin melakukan pemerataan pendidikan kepada seluruh masyarakat." ✨

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User