Celaka di Koridor 9 Tak Berkesudahan, Kini Halte Tebet Jadi ‘Korban’

Jakarta — Rentetan kecelakaan di koridor 9 Transjakarta belum menunjukkan tanda mereda. Kali ini, Halte Transjakarta Tebet Eco Park di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, menjadi sasaran tabrakan seb

Jul 08, 2026 - 05:34
0 0
Celaka di Koridor 9 Tak Berkesudahan, Kini Halte Tebet Jadi ‘Korban’

Jakarta — Rentetan kecelakaan di koridor 9 Transjakarta belum menunjukkan tanda mereda. Kali ini, Halte Transjakarta Tebet Eco Park di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, menjadi sasaran tabrakan sebuah truk pada Kamis dini hari (25/6/2026) sekitar pukul 02.50 WIB. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan halte dan memunculkan kembali pertanyaan besar tentang keselamatan di jalur khusus bus tersebut.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, petugas halte bernama Panji tengah bertugas di area loket saat kejadian. Tiba-tiba sebuah truk melaju dari arah utara dan menabrak struktur halte. Panji, yang berada di dalam loket kaca, berhasil menyelamatkan diri meski diliputi rasa terkejut. Ia mengaku mendengar bunyi gesekan keras dan seketika serpihan kaca beterbangan.

Namun, ada fakta yang lebih memprihatinkan: truk itu tidak sendirian. Saat insiden terjadi, seluruh kendaraan—baik roda empat maupun roda dua—sengaja dialihkan ke jalur busway. Penyebabnya, jalan arteri di sekitar lokasi tengah menjalani pengerjaan pengaspalan yang memaksa arus lalu lintas masuk ke koridor khusus Transjakarta. Tanpa pembatas yang memadai dan sistem pengamanan yang ketat, kendaraan non-BRT bercampur dengan infrastruktur halte, menciptakan situasi yang sangat rawan kecelakaan.

“Saya lagi duduk di loket, tiba-tiba ada truk lewat lalu bunyi keras. Kaca depan hancur semua. Saya langsung lari keluar. Untung nggak kena,” ujar Panji saat ditemui petugas di lokasi.

Kerusakan yang terlihat cukup signifikan. Panel kaca depan loket remuk, tiang penyangga canopy mengalami goresan dalam, serta sebagian atap halte melengkung. Meski tidak ada korban jiwa atau luka serius dalam peristiwa ini, getaran akibat hantaman truk membuat beberapa penumpang yang tengah menunggu bus mengalami syok ringan. Petugas Transjakarta segera mengevakuasi area dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangani arus lalu lintas.

Halte Tebet Eco Park merupakan salah satu titik pemberhentian strategis di koridor 9 yang melayani rute Pinang Ranti-Pluit. Selama ini, koridor tersebut memang dikenal sebagai jalur dengan angka kecelakaan tertinggi di antara seluruh koridor Transjakarta. Data yang dikumpulkan Apaberita.com menunjukkan bahwa sepanjang semester pertama 2026 saja, sudah setidaknya lima insiden serupa terjadi di berbagai titik di sepanjang koridor ini, mulai dari tertabraknya separator busway oleh kendaraan pribadi hingga halte yang diseruduk pengemudi yang mengantuk atau kehilangan kendali.

Pertanyaan publik kini mengarah pada kebijakan pengalihan lalu lintas saat ada proyek infrastruktur jalan. Pengamat transportasi menilai, saat kendaraan umum dialihkan ke jalur BRT, seharusnya ada rekayasa lalu lintas yang lebih matang, seperti pemasangan rambu peringatan tambahan, penempatan petugas pengaman di setiap titik rawan, serta penutupan sementara halte yang paling terpapar risiko.

Pihak Transjakarta melalui akun resminya menyatakan tengah melakukan investigasi dan akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan serta kontraktor pengaspalan untuk mengevaluasi prosedur pengalihan arus. Mereka juga berjanji mempercepat perbaikan Halte Tebet Eco Park agar dapat kembali beroperasi normal dalam waktu dekat. Namun, bagi warga Tebet dan pengguna setia koridor 9, kejadian dini hari tadi hanyalah pengulangan dari drama yang terus berulang—celaka di koridor 9 yang tak kunjung berkesudahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User