Cek Fakta Liputan6 Sebut Tautan Daftar Bansos PKH 2026 Hoaks
Belakangan ini, jagat media sosial Facebook diramaikan oleh unggahan yang mengklaim adanya tautan pendaftaran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH)
Belakangan ini, jagat media sosial Facebook diramaikan oleh unggahan yang mengklaim adanya tautan pendaftaran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) untuk periode Juli hingga September 2026. Unggahan tersebut viral dan membuat banyak warganet penasaran sekaligus waswas. Namun, benarkah pemerintah sudah membuka pendaftaran bansos sejauh itu? Tim Cek Fakta Liputan6.com segera turun tangan untuk mengungkap kebenaran di balik klaim yang meresahkan ini.
Kemunculan Klaim Tautan Pendaftaran Bansos PKH 2026
Kronologi bermula ketika sejumlah akun Facebook membagikan sebuah tautan dengan narasi "Pendaftaran Bansos PKH Juli–September 2026 telah dibuka, segera klik link untuk daftar dan dapatkan dana tunai hingga Rp3 juta." Tautan tersebut mengarah ke sebuah laman yang tampak meyakinkan, lengkap dengan logo Kementerian Sosial dan formulir pendaftaran. Tak sedikit pengguna yang langsung membagikan ulang informasi ini, terutama di grup-grup komunitas dan keluarga.
Tim Cek Fakta Liputan6.com mengamati bahwa unggahan pertama kali muncul pada awal pekan ini dan langsung mendapatkan ribuan interaksi. Beberapa pengguna bahkan mengaku sudah mengisi data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, dan alamat, melalui tautan tersebut. Keadaan ini jelas mengkhawatirkan karena berpotensi menjadi modus pencurian data pribadi (phishing).
Langkah Cek Fakta Liputan6.com: Menelusuri Kebenaran Klaim
Untuk memverifikasi klaim, Liputan6.com melakukan serangkaian penelusuran digital. Pertama, mereka memeriksa domain tautan yang beredar. Hasilnya, tautan tersebut tidak menggunakan domain resmi pemerintah (go.id), melainkan domain blog generik yang mencurigakan. Kedua, tim langsung mengakses situs resmi Kementerian Sosial RI di kemensos.go.id dan kanal resmi bansos PKH. Tidak ditemukan pengumuman atau informasi apa pun terkait pembukaan pendaftaran PKH untuk periode Juli–September 2026.
Ketiga, Liputan6.com menghubungi pihak Biro Humas Kementerian Sosial untuk klarifikasi. Juru bicara Kemensos menegaskan, “Kami tidak pernah menyebarkan tautan pendaftaran bansos melalui media sosial tidak resmi. Seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui website resmi dan akun media sosial terverifikasi milik Kemensos. Masyarakat harap waspada terhadap modus penipuan mengatasnamakan bansos PKH.” Pernyataan ini sekaligus mematahkan klaim yang beredar.
Analisis Kesesatan Informasi: Perbandingan Klaim vs Fakta
| Aspek | Klaim Hoaks | Fakta Resmi |
|---|---|---|
| Sumber Tautan | Domain tidak resmi, bukan go.id | Hanya domain resmi Kemensos (kemensos.go.id) |
| Periode Pendaftaran | Juli–September 2026 | Tidak ada pengumuman resmi untuk tahun 2026 |
| Mekanisme Pendaftaran | Klik tautan dan isi formulir online | PKH menyasar penerima berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), bukan pendaftaran mandiri via tautan |
| Permintaan Data Pribadi | Meminta NIK, nama, alamat langsung di laman | Tidak pernah meminta data sensitif di luar kanal resmi |
Dari tabel di atas, jelas bahwa klaim tautan pendaftaran bansos PKH 2026 adalah hoaks. Modus serupa sebelumnya juga pernah muncul dengan mengatasnamakan program bansos lain, seperti BPNT dan BLT Dana Desa. Pelaku biasanya memanfaatkan momen ketika masyarakat tengah membutuhkan bantuan ekonomi dan tingkat literasi digital yang bervariasi.
Pakar Keamanan Siber: Bahaya Phishing di Balik Tautan Hoaks
“Tautan semacam ini adalah teknik phishing klasik. Pelaku mengumpulkan data pribadi untuk disalahgunakan, mulai dari penipuan finansial hingga pembobolan akun digital. Sekali data NIK dan nama lengkap bocor, risikonya bisa panjang,” ujar Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, yang dimintai pendapatnya oleh tim Cek Fakta. Alfons menambahkan, lemahnya sanksi dan kesadaran masyarakat sering membuat modus seperti ini terus berulang.
Langkah Cerdas Menghindari Penipuan Berkedok Bansos
Liputan6.com dan Kemensos mengimbau masyarakat untuk:
- Selalu memverifikasi informasi bansos hanya ke kanal resmi Kemensos atau pendamping sosial setempat.
- Tidak sembarangan mengklik tautan mencurigakan yang dibagikan di media sosial, terlebih yang meminta data pribadi.
- Segera melaporkan konten mencurigakan ke pihak berwenang atau melalui fitur pelaporan platform.
- Mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitar tentang bahaya penipuan digital.
Dengan demikian, klaim tautan pendaftaran bansos PKH periode Juli hingga September 2026 yang ramai di Facebook adalah hoaks belaka. Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya dan selalu melakukan pengecekan ganda terhadap informasi yang diterima.
[SOCIAL_TWEET]: Cek Fakta @Liputan6 membongkar klaim tautan pendaftaran bansos PKH Juli-September 2026 yang viral di Facebook. Faktanya, itu hoaks! Data pribadi terancam. #CekFakta #BansosPKH #AntiHoaks[SOCIAL_TG]: 🚨 WARNING! Klaim tautan daftar bansos PKH 2026 ternyata penipuan. Liputan6 sudah cek fakta — tautan itu palsu dan bahaya buat data pribadimu. Jangan asal klik, ya! Baca detailnya di sini.
Comments (0)