BUMN Baru Perminas Bakal Kelola Logam Tanah Jarang Bareng India

Rencana strategis pengelolaan mineral tanah jarang atau rare earth di Indonesia memasuki babak baru. PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), badan usaha milik negara yang baru dibentuk oleh Badan

Jul 08, 2026 - 08:28
0 0
BUMN Baru Perminas Bakal Kelola Logam Tanah Jarang Bareng India

Rencana strategis pengelolaan mineral tanah jarang atau rare earth di Indonesia memasuki babak baru. PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), badan usaha milik negara yang baru dibentuk oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), akan menjalin kerja sama dengan perusahaan asal India, Midwest Limited. Kesepakatan ini ditandatangani dalam pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengungkapkan, kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan teknologi hilirisasi, khususnya dalam proses pemisahan dan pemurnian logam tanah jarang. Menurutnya, India memiliki kapasitas teknologi yang mumpuni di sektor ini, sehingga kemitraan diharapkan dapat mempercepat terwujudnya rantai pasok rare earth yang mandiri di dalam negeri.

Jadi, kita sudah beberapa kali tim dari Perminas dan BIM juga sudah ke India, sudah dilakukan pembicaraan-pembicaraan. Jadi, India memiliki teknologi-teknologi untuk pemurnian rare earth.

Pernyataan tersebut disampaikan Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2026). Ia menambahkan, penjajakan teknologi sudah berlangsung dalam beberapa putaran kunjungan ke India. Diskusi teknis antara para insinyur dan ahli mineral dari kedua negara terus dimatangkan, mencakup desain pabrik pemurnian, transfer pengetahuan, serta skema investasi yang saling menguntungkan.

Logam tanah jarang merupakan komoditas krusial bagi industri teknologi tinggi, seperti manufaktur semikonduktor, baterai kendaraan listrik, magnet permanen, dan peralatan pertahanan. Selama ini, Indonesia lebih banyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah optimal. Dengan hadirnya Perminas, pemerintah menargetkan agar seluruh proses pengolahan—mulai dari penambangan, pemisahan mineral ikutan, hingga produksi logam tanah jarang murni—dapat dilakukan di fasilitas domestik.

Kerja sama dengan Midwest Limited diyakini akan membawa terobosan, mengingat India telah lama mengembangkan rantai pasok rare earth-nya sendiri melalui perusahaan pelat merah maupun swasta. Brian menekankan, BIM akan memastikan bahwa setiap tahap alih teknologi berjalan sesuai standar lingkungan dan keselamatan kerja yang ketat. Selain itu, pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja baru di sektor mineral dan industri pendukungnya.

Langkah Perminas ini sekaligus menjadi sinyal bahwa BPI Danantara ingin mempercepat transformasi Badan Usaha Milik Negara di bidang sumber daya alam agar lebih terintegrasi dan berdaya saing global. Apabila realisasi proyek berjalan lancar, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pemasok utama logam tanah jarang olahan di kawasan Asia-Pasifik dalam beberapa tahun ke depan. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kerja sama ini dapat diikuti melalui laporan Apaberita.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User