Sep 16, 2026
Nusa Tenggara Barat

BPBD Lombok Tengah Perpanjang Masa Tanggap Darurat Kebakaran Kampung Sade

LOMBOK TENGAH — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat resmi memperpanjang masa status t

BPBD Lombok Tengah Perpanjang Masa Tanggap Darurat Kebakaran Kampung Sade

LOMBOK TENGAH — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat resmi memperpanjang masa status tanggap darurat bencana kebakaran di kawasan cagar budaya Kampung Adat Sade, Kecamatan Pujut. Keputusan ini diambil guna memaksimalkan distribusi bantuan logistik, pemulihan psikososial warga terdampak, serta mempercepat proses persiapan rekonstruksi rumah adat yang ludes terbakar.

Perpanjangan masa darurat ini dinilai krusial mengingat Kampung Adat Sade bukan sekadar pemukiman warga, melainkan destinasi wisata budaya unggulan berkelas internasional yang memiliki struktur bangunan tradisional berbahan rentan api, seperti atap jerami alang-alang dan dinding anyaman bambu.

Kronologi dan Evaluasi Masa Tanggap Darurat

Sejak peristiwa kebakaran melanda perkampungan tradisional suku Sasak tersebut, tim gabungan terus berupaya mengamankan lokasi serta mendata kerugian material. Berikut merupakan alur tahapan penanganan bencana di lapangan:

  1. Fase Tanggap Awal: Pemadaman api oleh armada Damkar Lombok Tengah bersama warga, evakuasi puluhan kepala keluarga ke posko pengungsian sementara, dan pendirian dapur umum mandiri.
  2. Fase Penilaian Kerusakan: Tim lintas instansi menginventarisasi jumlah lumbung padi, bale tani (rumah tinggal), dan barang cagar budaya bernilai sejarah yang hangus terbakar.
  3. Fase Perpanjangan Darurat: Penetapan status lanjutan selama 14 hari ke depan guna mengintegrasikan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah untuk logistik pengungsi.
"Perpanjangan status tanggap darurat ini kami putuskan setelah mempertimbangkan kebutuhan mendasar para korban di posko serta perlunya penanganan teknis khusus dalam memulihkan material bangunan adat khas Sade," ujar perwakilan BPBD Lombok Tengah.

Dampak Kerugian dan Distribusi Bantuan Logistik

Dampak kebakaran ini menyebabkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal serta sarana mata pencaharian harian mereka sebagai penenun kain tradisional dan pemandu wisata. Berdasarkan data taksiran sementara BPBD, puluhan unit bangunan adat ludes terbakar dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Untuk menopang kebutuhan warga selama masa transisi, bantuan logistik terus digelontorkan melalui sejumlah posko resmi. Bantuan prioritas yang saat ini disalurkan meliputi:

  • Bahan pangan pokok, air mineral, dan perlengkapan dapur umum darurat.
  • Tenda keluarga, kasur lipat, selimut, serta perlengkapan sanitasi dan kebersihan (hygiene kits).
  • Pakaian layak pakai dan paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak usia pelajar.
  • Layanan pemeriksaan kesehatan rutin dan pendampingan trauma healing (trauma healing support).

Rencana Percepatan Rekonstruksi Bangunan Tradisional

Pemerintah Daerah Lombok Tengah bersama dinas kebudayaan dan pariwisata setempat tengah merumuskan cetak biru (blueprint) pemulihan Kampung Adat Sade. Proses rekonstruksi nantinya diwajibkan mempertahankan nilai arsitektur asli Suku Sasak tanpa mengubah struktur tata ruang adat yang telah diwariskan turun-temurun.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan para tetua adat guna memastikan bahan baku kayu, bambu, dan alang-alang yang digunakan memenuhi standar kekhasan lokal sekaligus dilengkapi sistem mitigasi kebakaran yang lebih modern dan aman bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User