LOMBOK TENGAH — Sebanyak 179 siswa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah diduga mengalami keracunan massal. Peristiwa nahas tersebut terjadi usai para siswa menyantap paket menu dalam uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat siang.
Insiden ini sontak memicu kepanikan pihak sekolah dan para orang tua. Gejala mual, muntah, pusing, hingga diare mulai dirasakan puluhan anak hanya berselang beberapa jam setelah mereka mengonsumsi makanan yang dibagikan oleh pihak penyedia katering.
Kronologi Kejadian dan Penanganan Medis Darurat
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kronologi peristiwa keracunan massal ini berlangsung dalam rentang waktu yang relatif cepat:
- Pukul 14.00 WITA: Paket makanan MBG mulai didistribusikan dan disantap oleh para siswa di lingkungan sekolah. Menu yang disajikan pada hari itu terdiri atas kebab isi daging ayam serta pelengkap salad buah.
- Pukul 15.30 – 16.30 WITA: Sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut parah, pusing berkunang-kunang, dan rasa mual yang hebat saat masih berada di sekolah maupun sesampainya di rumah masing-masing.
- Pukul 17.00 WITA ke atas: Puluhan siswa secara bergelombang dibawa oleh guru dan keluarga ke puskesmas terdekat serta RSUD Praya guna mendapatkan pertolongan medis darurat berupa pemasangan infus dan pemberian obat antimual.
"Anak-anak mulai muntah-muntah dan lemas setelah memakan menu kebab ayam tersebut. Petugas medis langsung bergerak cepat menangani setiap siswa yang tiba dengan gejala dehidrasi," ungkap salah seorang tenaga kesehatan di puskesmas setempat.
Dinas Kesehatan Uji Sampel Makanan ke Laboratorium
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah bersama pihak kepolisian setempat langsung bertindak cepat dengan mengamankan sisa makanan untuk diteliti lebih lanjut. Sampel kebab, olahan daging ayam, dan saus salad buah telah dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram untuk uji laboratorium mikrobiologi dan toksikologi.
Langkah pemeriksaan laboratorium ini bertujuan untuk memastikan apakah kontaminasi berasal dari bakteri patogen seperti Salmonella atau Staphylococcus aureus, proses pengolahan yang kurang higienis, atau masa simpan makanan yang telah melewati batas aman konsumsi.
Evaluasi Menyeluruh Standar Keamanan Pangan MBG
Pemerintah daerah menyatakan akan mengevaluasi secara ketat rantai pasok dan prosedur operasional standar (SOP) dapur penyedia program MBG di wilayah Lombok Tengah. Pengawasan mutu pangan diharapkan diperketat mulai dari proses pemilihan bahan baku segar, proses memasak, pengemasan, hingga batas waktu distribusi ke sekolah-sekolah.
Hingga Sabtu pagi, sebagian besar siswa yang sempat dirawat intensif dilaporkan mulai membaik dan diperbolehkan pulang secara bertahap. Namun, otoritas kesehatan tetap mengimbau para orang tua untuk segera melapor jika anak-anak mereka kembali menunjukkan gejala penurunan kondisi tubuh.
Comments (0)