Kunjungan Komisi I DPR ke Lombok, Dirut BAKTI Komdigi Dampingi
Lombok, NTB — Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fadhilah Mathar, turut
Lombok, NTB — Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fadhilah Mathar, turut mendampingi rangkaian kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (24/7/2026). Agenda ini menjadi bagian dari pengawasan langsung parlemen terhadap realisasi proyek infrastruktur digital di Kawasan Timur Indonesia, sekaligus menggali potensi daerah dalam mendorong gaya hidup sehat berbasis teknologi.
Kehadiran Fadhilah Mathar di tengah rombongan anggota dewan menegaskan komitmen BAKTI Komdigi untuk terus menyelaraskan pembangunan jaringan telekomunikasi dengan kebutuhan masyarakat, termasuk sektor pariwisata dan kesehatan. Lombok yang dikenal sebagai salah satu destinasi super prioritas nasional memerlukan ekosistem digital mumpuni agar mampu bersaing di kancah global, sekaligus mempertahankan kearifan lokal yang mengedepankan aktivitas fisik alami seperti berjalan kaki.
Meninjau Infrastruktur Telekomunikasi Hingga ke Pelosok
Rombongan Komisi I DPR RI bersama jajaran BAKTI Komdigi menelusuri sejumlah titik strategis di Lombok, mulai dari pusat kota Mataram hingga kawasan pesisir yang selama ini menjadi sentra pariwisata. Fokus peninjauan mencakup pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G di daerah blankspot, peningkatan kapasitas fiber optik, serta pengoperasian Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) yang telah menjangkau ribuan titik layanan publik di NTB.
Fadhilah Mathar menjelaskan bahwa progres pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Lombok telah mencapai lebih dari 90 persen dari target yang ditetapkan. "Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan agar setiap desa di Lombok, terutama yang berada di jalur wisata, mendapatkan akses internet cepat dan stabil. Ini bukan sekadar proyek, melainkan fondasi untuk pemerataan ekonomi digital," ujarnya di sela-sela peninjauan.
Komisi I DPR yang dipimpin oleh perwakilan lintas fraksi menyatakan apresiasi atas capaian BAKTI Komdigi, namun mendorong agar sinyal internet di destinasi wisata alam seperti air terjun, pantai selatan, dan jalur pendakian Rinjani dapat lebih dioptimalkan. "Turis mancanegara maupun domestik kini menjadikan konektivitas sebagai faktor utama memilih destinasi. Lombok harus siap," kata seorang anggota dewan.
Kolaborasi Infrastruktur Wisata dan Jalan Kaki
Salah satu sorotan dalam kunjungan ini adalah bagaimana infrastruktur digital dapat bersinergi dengan pengembangan kawasan ramah pejalan kaki. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Utara saat ini tengah intensif membangun jalur pedestrian dan trotoar yang terintegrasi dengan titik-titik keramaian, seperti alun-alun, pasar seni, hingga tepi pantai. Keberadaan internet berkecepatan tinggi di sepanjang jalur tersebut diyakini akan memperkaya pengalaman wisatawan yang gemar berjalan kaki sambil mengakses informasi digital tentang destinasi setempat.
Rutinitas berjalan kaki memang menyimpan segudang manfaat kesehatan. Berdasarkan berbagai penelitian, aktivitas ini mampu membakar lemak berlebih, meningkatkan metabolisme, memperkuat otot jantung, dan mengurangi risiko penyakit kronis. Dengan berjalan kaki 30 menit setiap hari, seseorang dapat membakar hingga 150 kalori, tergantung berat badan dan kecepatan. "Berjalan kaki adalah olahraga gratis, mudah, dan minim risiko cedera. Jika didukung trotoar yang baik dan aplikasi pemantau kebugaran yang terkoneksi internet, masyarakat kita bisa hidup lebih sehat," ungkap Fadhilah Mathar saat meninjau jalur pedestrian di kawasan Mandalika.
Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang telah menjadi tuan rumah berbagai event balap motor internasional kini dilengkapi akses jalan kaki yang cukup lebar dan nyaman. BAKTI Komdigi sedang mengkaji kerja sama dengan pengelola kawasan untuk memasang Wi-Fi publik di sepanjang rute tersebut agar para pejalan kaki bisa tetap produktif atau sekadar berbagi momen di media sosial. Inisiatif ini dinilai sejalan dengan tren wisata sehat pascapandemi yang semakin digemari wisatawan global.
Lombok sebagai Model Destinasi Digital yang Aktif
Kunjungan kerja ini juga menyoroti pentingnya menghadirkan konten lokal yang mempromosikan rute jalan kaki bertema budaya dan alam. Dengan dukungan jaringan yang andal, masyarakat dapat mengembangkan aplikasi pemandu wisata jalan kaki yang menampilkan cerita sejarah, titik kuliner, hingga spot foto instagramable. Pemerintah daerah didorong untuk menggandeng komunitas jalan kaki setempat agar potensi ini dapat dikapitalisasi secara berkelanjutan.
Pada hari yang sama, rombongan menyaksikan simulasi penggunaan aplikasi kesehatan berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan jaringan BAKTI Komdigi. Aplikasi ini mampu memonitor jumlah langkah, detak jantung, dan rute yang ditempuh pengguna secara real-time, kemudian memberikan rekomendasi rute jalan kaki yang sesuai dengan level kebugaran. Teknologi seperti inilah yang diharapkan mampu mengintegrasikan kebiasaan berjalan kaki, digitalisasi, dan promosi pariwisata dalam satu ekosistem.
Dengan rampungnya kunjungan ini, Komisi I DPR RI dan BAKTI Komdigi menyepakati percepatan sejumlah proyek yang berkaitan dengan konektivitas di sepanjang kawasan strategis pariwisata. Masyarakat Lombok pun bersiap menyambut era baru di mana berjalan kaki tidak hanya menjadi pilihan mobilitas, tetapi juga bagian dari identitas sehat yang didukung penuh oleh jaringan telekomunikasi modern.
[SOCIAL_TWEET]: Kunjungan Komisi I DPR ke Lombok didampingi Dirut BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar soroti sinergi infrastruktur digital dan gaya hidup sehat berjalan kaki. Baca selengkapnya https://apaberita.com/read/2026/07/24/knjgn-komisi1-lombok-bakti[SOCIAL_TG]: 🏝️ Kunjungan Komisi I DPR ke Lombok: Dirut BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar paparkan integrasi infrastruktur telekomunikasi dan jalur pedestrian demi pariwisata sehat. Yuk, biasakan jalan kaki 30 menit/hari!
Comments (0)