BANJARBARU – Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula menegaskan tengah menangani perbaikan pipa transmisi utama air baku berdiameter 1.200 milimeter yang mengalami kebocoran di kawasan Sei Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Proses perbaikan ditetapkan berlangsung selama sepuluh hari sejak kerusakan teridentifikasi.
Kebocoran pada pipa transmisi utama tersebut dinyatakan berdampak langsung terhadap distribusi air baku menuju sejumlah instalasi pengolahan air minum di wilayah Banjarbakula yang meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut. BPAM selaku pengelola sistem penyediaan air minum regional menyatakan telah menerjunkan tim teknis untuk melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.
Penanganan Darurat dan Rekayasa Distribusi
Berdasarkan keterangan resmi BPAM Banjarbakula, tim perbaikan bekerja secara bergilir untuk mempercepat penggantian segmen pipa yang rusak. Perbaikan mencakup penggalian di titik kebocoran, pemotongan bagian pipa yang mengalami kerusakan, serta penyambungan pipa baru dengan spesifikasi yang sama, yakni diameter 1.200 milimeter.
"Perbaikan pipa transmisi utama air baku di Sei Landas kami targetkan selesai dalam sepuluh hari kerja. Selama masa perbaikan, tim di lapangan bekerja dengan prosedur keselamatan yang ketat mengingat pipa yang ditangani berukuran besar dan bertekanan tinggi," demikian pernyataan BPAM Banjarbakula.
BPAM menyatakan telah menyusun skema rekayasa operasi agar pasokan air baku ke instalasi pengolahan tetap dapat dipertahankan, meskipun dengan kapasitas terbatas. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah gangguan pelayanan air minum kepada pelanggan di kawasan perkotaan Banjarmasin dan Banjarbaru yang selama ini bergantung pada sistem transmisi tersebut.
Selain penanganan teknis, BPAM menyatakan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota penerima layanan, termasuk instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Koordinasi tersebut mencakup penyampaian informasi berkala mengenai perkembangan perbaikan serta potensi penyesuaian jadwal distribusi air kepada masyarakat.
Dampak Terhadap Wilayah Layanan Banjarbakula
Sistem penyediaan air minum Banjarbakula merupakan proyek strategis regional yang memasok air baku dari Sungai Riam Kanan dan sejumlah sumber permukaan lainnya. Pipa transmisi berdiameter 1.200 milimeter menjadi tulang punggung pengaliran air baku dalam volume besar sebelum diolah di instalasi pengolahan air minum.
Karena posisinya yang vital, gangguan pada pipa transmisi utama tersebut berpotensi menurunkan tekanan aliran air baku. BPAM menyatakan bahwa penurunan tekanan telah diantisipasi melalui pengaturan pompa dan optimalisasi reservoir yang tersedia di sepanjang jalur transmisi.
BPAM juga menyatakan bahwa pihaknya melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan medan di sekitar lokasi perbaikan. Kawasan Sei Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, dikenal memiliki kontur tanah yang cukup menantang sehingga memerlukan penanganan khusus, terutama saat cuaca hujan.
Komitmen Penyelesaian Sesuai Target
Dalam rapat koordinasi internal, BPAM Banjarbakula menegaskan komitmen untuk menyelesaikan perbaikan sesuai tenggat sepuluh hari yang telah ditetapkan. Manajemen juga menyatakan akan menyampaikan laporan perkembangan secara transparan kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
"Kami memastikan seluruh sumber daya, baik personel maupun peralatan berat, dikerahkan maksimal. Prioritas utama kami adalah memulihkan fungsi pipa transmisi agar pasokan air baku kembali normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami gangguan berkepanjangan," demikian ditegaskan BPAM Banjarbakula.
BPAM mengimbau masyarakat di wilayah layanan Banjarbakula untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi pemerintah daerah. Apabila diperlukan, penyesuaian jadwal pengaliran air akan diumumkan secara berkala oleh masing-masing perusahaan daerah air minum setempat.
Hingga laporan ini diturunkan, proses perbaikan pipa transmisi utama air baku di Sei Landas masih berlangsung. BPAM Banjarbakula menyatakan akan menindaklanjuti hasil perbaikan dengan pengujian tekanan dan uji fungsi sebelum sistem transmisi dioperasikan kembali secara penuh.
Comments (0)