Oct 14, 2026
Politik

Bom Peninggalan Jepang Ditemukan di Pinrang, Dimusnahkan Tiga Tahap

PINRANG — Sebuah bom pesawat yang diduga merupakan peninggalan pendudukan Jepang ditemukan di Pajalele, Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Munisi militer ters...

Bom Peninggalan Jepang Ditemukan di Pinrang, Dimusnahkan Tiga Tahap

PINRANG — Sebuah bom pesawat yang diduga merupakan peninggalan pendudukan Jepang ditemukan di Pajalele, Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Munisi militer tersebut pertama kali ditemukan seorang warga pada Sabtu (10/10) saat tengah mencari logam, sebelum akhirnya dimusnahkan oleh tim penjinak bom pada Minggu (11/10).

Wakil Komandan Subden Jibom Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan, Iptu Syahril, menyatakan bahwa penemuan itu berawal dari aktivitas seorang kolektor benda kuno yang sedang mencari logam di lokasi tersebut. Bom ditemukan dalam kondisi tertimbun di dalam tanah.

"Ada warga lagi cari logam. Seorang kolektor benda kuno. Dia temukan bom itu tertimbun di dalam tanah," kata Syahril kepada wartawan di Pinrang, Senin (12/10).

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Jibom, bom tersebut memiliki diameter sekitar 20 sentimeter dan panjang mencapai 60 sentimeter. Munisi itu dikategorikan sebagai unexploded ordnance (UXO), yakni munisi militer yang telah ditembakkan atau digunakan, namun gagal meledak sebagaimana mestinya.

Termasuk Munisi Militer yang Gagal Meledak

Syahril menegaskan bahwa benda tersebut merupakan jenis bom pesawat yang termasuk dalam klasifikasi munisi militer. Kondisi fisik maupun karakteristiknya menunjukkan bahwa bom itu telah ditembakkan pada masa lampau, tetapi tidak mengalami ledakan.

"Itu jenis bom pesawat, munisi militer. Jadi itu bom UXO, bom yang sudah ditembakkan tapi tidak meledak," ucapnya.

Menurut keterangan petugas, bom tersebut masih menyimpan potensi daya hancur yang besar. Apabila meledak, dampaknya diperkirakan dapat mencakup radius sekitar 200 meter dan berisiko merusak bangunan di sekitarnya.

"Itu sekitar 200 meter bisa menghancurkan bangunan di sekitar ketika ditembakkan," ungkap Syahril.

Karena tingkat bahaya yang melekat pada munisi tersebut, tim Jibom tidak melakukan pemindahan. Sesuai prosedur penanganan bahan peledak, bom langsung dimusnahkan di lokasi penemuan guna mencegah risiko korban jiwa maupun kerusakan harta benda di kawasan permukiman.

Pemusnahan Dilakukan dalam Tiga Tahap

Proses pemusnahan bom dilaksanakan pada Minggu (11/10) dengan tiga tahap peledakan terkendali. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak aktif yang masih berpotensi meledak setelah rangkaian pemusnahan pertama.

"Jadi tiga kali peledakan itu kita pastikan betul-betul aman," tutur Syahril.

Langkah pemeriksaan berlapis itu merupakan bagian dari prosedur baku penanganan UXO. Setelah setiap peledakan, personel melakukan pengecekan ulang terhadap titik pemusnahan untuk memastikan seluruh komponen bom telah hancur dan tidak menyisakan ancaman lanjutan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas mencari logam atau benda bekas di area terbuka, untuk segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan benda mencurigakan berbentuk munisi. Pelaporan dini dinilai krusial agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan tidak menimbulkan risiko bagi warga sekitar.

Imbauan bagi Warga Pencari Logam

Penemuan ini menambah daftar temuan munisi sisa Perang Dunia II di wilayah Sulawesi Selatan. Kawasan tersebut pada masa pendudukan Jepang dikenal menjadi salah satu titik aktivitas militer, sehingga tidak menutup kemungkinan masih terdapat benda-benda serupa yang terkubur di sejumlah lokasi.

Kepolisian menekankan bahwa munisi semacam itu tidak dapat diperlakukan sebagai barang koleksi. Karakteristik UXO yang telah lama tertimbun tetap berpotensi aktif dan sensitif terhadap guncangan, panas, maupun gesekan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak menyentuh, memindahkan, atau membawa benda tersebut ke permukiman.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi penemuan dilaporkan telah kembali kondusif. Tim Jibom Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan memastikan rangkaian pemusnahan berjalan aman dan tidak menimbulkan korban jiwa. Pemerintah setempat bersama aparat keamanan akan terus melakukan sosialisasi kepada warga mengenai prosedur pelaporan temuan benda diduga bahan peledak di wilayah Kabupaten Pinrang dan sekitarnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User