Sep 17, 2026
Nasional

BOGOR — Sekolah Cendekia BAZNAS Raih Penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional

Di tengah tantangan rendahnya tingkat minat baca di Indonesia, sebuah pilar pendidikan inklusif kembali menunjukkan taringnya di panggung nasional. Sekolah

BOGOR — Sekolah Cendekia BAZNAS Raih Penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional

Di tengah tantangan rendahnya tingkat minat baca di Indonesia, sebuah pilar pendidikan inklusif kembali menunjukkan taringnya di panggung nasional. Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) secara resmi dianugerahi Penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional oleh platform pengembangan literasi nasional, Nyalanesia. Pencapaian bergengsi ini mempertegas posisi SCB tidak sekadar sebagai lembaga pendidikan formal bebas biaya, melainkan juga sebagai motor penggerak ekosistem literasi yang inspiratif dan berdampak luas.

Apresiasi berskala nasional tersebut diberikan atas konsistensi dan komitmen berkelanjutan SCB dalam memfasilitasi minat baca serta bakat menulis seluruh warganya. Lewat sinergi yang terbangun dalam program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB National), segenap elemen sekolah—mulai dari jajaran guru, staf, hingga ratusan siswa—terlibat aktif memproduksi karya tulis, baik berupa kumpulan puisi, cerpen, maupun karya ilmiah yang kini telah berhasil dibukukan dan ber-ISBN.

Mengubah Keterbatasan Menjadi Karya Ekosistem Literasi

Berdiri kokoh di kawasan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Sekolah Cendekia BAZNAS merupakan sekolah menengah berbasis asrama yang didanai sepenuhnya oleh dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional. Kendati diperuntukkan bagi anak-anak dari latar belakang keluarga kurang mampu (dhuafa), SCB berhasil membuktikan bahwa keterbatasan finansial bukan menjadi penghalang untuk mengukir prestasi literasi di level tertinggi.

Ekosistem membaca dan menulis di SCB dirancang secara sistematis melalui berbagai program unggulan harian dan bulanan. Aktivitas seperti membaca wajib 15 menit sebelum KBM, klinik penulisan kreatif, bedah karya sastra, hingga penerbitan buletin sekolah telah menjadi denyut nadi harian para siswa. Program ini terbukti berhasil membangun daya kritis dan keberanian berpendapat di kalangan santri.

"Kami selalu meyakini bahwa literasi adalah kunci utama untuk membuka belenggu ketidakberdayaan. Penghargaan ini menjadi bukti sah bahwa anak-anak dhuafa memiliki daya cipta luar biasa apabila diberikan sarana, kesempatan, dan pendampingan yang tepat," tegas perwakilan pimpinan Sekolah Cendekia BAZNAS saat menyampaikan sambutan penerimaan trofi.

Rekam Jejak dan Capaian Literasi SCB

Keberhasilan SCB meraih Penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional tidak lepas dari indikator kualitatif dan kuantitatif yang dinilai secara ketat oleh tim kurator Nyalanesia. Berikut adalah ikhtisar capaian program literasi unggulan yang diterapkan di Sekolah Cendekia BAZNAS:

Program Utama Bentuk Kegiatan & Output Dampak Bagi Peserta Didik
Penerbitan Buku Antologi Penerbitan belasan buku ber-ISBN hasil karya kolektif siswa dan guru. Memperkuat portofolio akademik dan rasa percaya diri siswa.
Gerakan Membaca Harian Pengalokasian waktu khusus membaca 15 menit sebelum kelas dimulai. Meningkatkan pemahaman kosa kata dan daya analisis teks.
Mentorship Penulisan Pelatihan menulis intensif bersama penulis profesional dan alumni. Melatih ketrampilan komunikasi tertulis yang terstruktur dan santun.

Zakat Berdampak: Membangun Peradaban Lewat Buku

Apresiasi ini sekaligus menegaskan efektivitas penyaluran dana zakat masyarakat yang dikelola oleh BAZNAS. Program pendidikan SCB terbukti mampu mentransformasi penerima manfaat (mustahik) menjadi pribadi yang mandiri, berwawasan luas, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi literasi Indonesia.

Menatap masa depan, Sekolah Cendekia BAZNAS berencana meluaskan dampak program ini ke lingkungan luar sekolah. Melalui gerakan pengabdian masyarakat, SCB bertekad mendirikan pojok baca serta menggelar pendampingan literasi di desa-desa sekitar, menjadikan semangat membaca sebagai bagian dari budaya masyarakat secara inklusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User