BNPB Targetkan Seluruh Jalan NTT Tersambung Senin Pascagempa 7,7 M
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyatakan bahwa sejumlah infrastruktur vital di Nusa Tenggara Timur (NTT) berangsur pulih pada Minggu (16/8/2026), s...
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyatakan bahwa sejumlah infrastruktur vital di Nusa Tenggara Timur (NTT) berangsur pulih pada Minggu (16/8/2026), sehari setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026). Dalam keterangan resmi yang disampaikan dari Jakarta, Abdul Muhari menegaskan bahwa ruas jalan di kilometer 49 Kecamatan Reo yang sebelumnya terputus akibat longsor kini telah dapat dilalui kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM), sementara jaringan listrik di sejumlah titik yang sempat padam mulai kembali menyala berkat penanganan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Akses Jalan Kembali Terhubung
Abdul Muhari menegaskan bahwa perbaikan akses jalan menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat pascagempa. Beliau menyatakan bahwa ruas jalan strategis di kilometer 49 Kecamatan Reo yang mengalami penutupan total akibat longsor kini telah dibersihkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Material longsor berupa batu besar yang menutupi badan jalan telah berhasil diangkat, sehingga jalur tersebut dapat dilintasi oleh kendaraan niaga pengangkut bahan bakar minyak sejak Minggu sore.
"Per sore ini, ruas jalan di kilometer 49 Kecamatan Reo sudah dapat dilalui oleh truk pengangkut BBM," ujar Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari.
Lebih lanjut, Deputi Bidang Pencegahan BNPB tersebut menyatakan bahwa pembersihan material longsor tidak hanya terfokus pada satu titik. Hampir seluruh ruas jalan yang sebelumnya tertimbun longsor pascagempa kini telah memasuki tahap akhir penanganan. Kementerian Pekerjaan Umum bersama tim teknis lapangan terus menindaklanjuti pemulihan jalur-jalur alternatif maupun jalan utama untuk memastikan mobilitas logistik dan tim evakuasi berjalan optimal.
"Yang mungkin kemarin pada saat hari kejadian itu ada batu besar di arah jalan akibat longsor pascagempa, saat ini sudah dibersihkan oleh Kementerian PU," tutur Abdul Muhari.
Dengan perkembangan tersebut, BNPB menetapkan target agar seluruh titik jalan yang sebelumnya tidak dapat dilalui kembali beroperasi paling lambat pada Senin (17/8/2026). Keputusan ini diambil untuk menjamin kelancaran distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat di wilayah terdampak.
"Kalau tidak hari ini maksimal besok titik-titik jalur jalan terdampak longsor sebelumnya yang tidak bisa dilalui kita harapkan sudah bisa dilalui," tegas Abdul Muhari.
Kelistrikan Berangsur Normal
Selain pemulihan akses jalan, layanan kelistrikan di sejumlah wilayah NTT juga menunjukkan perbaikan signifikan. Abdul Muhari menyatakan bahwa beberapa wilayah yang mengalami pemadaman listrik total atau blackout pada hari pertama pascagempa kini telah kembali mendapatkan aliran listrik. Capaian ini merupakan hasil kerja cepat tim PLN yang menindaklanjuti pemulihan jaringan ketenagalistrikan di titik-titik kritis.
"Tadi juga sempat disampaikan oleh Dirut PLN bahwa di beberapa titik dan wilayah yang kemarin pada hari pertama pascagempa mengalami pemadaman, saat ini sudah kembali menyala," ujar Abdul Muhari.
Pemulihan kelistrikan dinilai menjadi komponen penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan operasional posko-posko penanganan bencana di wilayah terdampak gempa 7,7 magnitudo tersebut.
Target Penanganan Pascabencana
Abdul Muhari menegaskan bahwa pemulihan akses jalan memegang peranan krusial dalam menentukan keberhasilan penanganan sektor-sektor lainnya. Menurutnya, kelancaran distribusi logistik, peralatan medis, dan tim respons sangat bergantung pada kondisi jaringan jalan yang prima.
"Ini sangat penting karena akses jalannya akan menentukan optimalisasi dari pemulihan di sektor-sektor lainnya," ujarnya.
BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan instansi terkait terus melakukan Rapat Koordinasi untuk memantau perkembangan penanganan di lapangan. Pemerintah menargetkan bahwa dalam waktu dekat seluruh infrastruktur dasar di wilayah terdampak dapat berfungsi kembali secara normal, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat segera dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Comments (0)