Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Jakarta, Apaberita.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Aceh pada Kamis, 20 Maret 2025, dalam sebua
Jakarta, Apaberita.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Aceh pada Kamis, 20 Maret 2025, dalam sebuah rangkaian peresmian yang juga mencakup tiga bendungan strategis lainnya. Peresmian ini menandai langkah besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan air dan pangan nasional, sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai kontraktor utama di sektor infrastruktur sumber daya air.
Direktur Utama Brantas Abipraya, Sugeng Rochadi, dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa perusahaan terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur pengelolaan air yang berkelanjutan. “Kami bangga dapat menjadi bagian dari proyek strategis nasional ini. Bendungan Sidan dan Keureuto bukan sekadar bangunan fisik, tetapi fondasi masa depan bagi kedaulatan pangan dan ketersediaan air baku untuk jutaan warga,” ujarnya.
Peresmian Lima Bendungan Strategis
Dalam seremoni yang digelar secara terpusat di Bendungan Sidan, Kabupaten Badung, Bali, Presiden Prabowo menekankan bahwa pengelolaan air adalah prioritas utama pemerintah. Lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Sidan, Bendungan Keureuto, serta tiga bendungan lain yang tersebar di berbagai wilayah. Brantas Abipraya terlibat langsung dalam konstruksi dua bendungan tersebut, menunjukkan kapasitas teknis dan pengalaman panjang BUMN karya ini.
Bendungan Sidan yang berlokasi di Bali memiliki kapasitas tampung sekitar 4,5 juta meter kubik dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan air baku bagi wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar. Sementara itu, Bendungan Keureuto di Aceh Utara membendung aliran Sungai Keureuto dengan volume tampung mencapai 216 juta meter kubik, menjadikannya salah satu bendungan terbesar di Sumatera. Kedua infrastruktur ini akan mengairi ribuan hektare lahan pertanian dan menyediakan air bersih bagi masyarakat sekitar.
Detil Konstruksi dan Manfaat Ekonomi
Pembangunan Bendungan Sidan dimulai sejak 2018 dan menghadapi tantangan geografis berupa kontur lahan berbukit di kawasan pariwisata. Meski begitu, Brantas Abipraya berhasil menyelesaikan proyek tepat waktu dengan menerapkan teknologi beton mutakhir untuk menjamin ketahanan struktur terhadap gempa. Bendungan ini diproyeksikan menambah suplai air irigasi untuk 1.200 hektare sawah serta menyediakan air baku sebesar 1.500 liter per detik bagi sektor domestik dan industri.
“Kehadiran Bendungan Sidan akan mengurangi ketergantungan Bali pada air tanah yang semakin kritis, sekaligus mendukung program pengendalian banjir di bagian hilir,” kata Sugeng Rochadi.
Di Aceh, Bendungan Keureuto dibangun dengan konsep multifungsi: irigasi, penyediaan air baku, pengendali banjir, dan potensi pembangkit listrik mikrohidro. Dengan luas genangan mencapai 1.200 hektare, bendungan ini akan mengaliri 9.420 hektare lahan pertanian di Kabupaten Aceh Utara dan sekitarnya, signifikan meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali setahun menjadi dua hingga tiga kali panen.
Dampak bagi Ketahanan Pangan Nasional
Pemerintah menempatkan kedua bendungan ini sebagai pilar penting dalam roadmap ketahanan pangan 2025–2030. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, total luas irigasi baru yang dihasilkan dari lima bendungan mencapai lebih dari 50.000 hektare, dengan Bendungan Keureuto sebagai kontributor terbesar. “Ini bukan hanya soal air, tetapi tentang kedaulatan pangan. Ketika bendungan berfungsi maksimal, petani bisa menanam sepanjang tahun dan produksi nasional meningkat,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Brantas Abipraya sendiri saat ini tengah menggarap puluhan proyek bendungan, embung, dan jaringan irigasi dari Sumatera hingga Papua. Keberhasilan Sidan dan Keureuto, menurut Sugeng, menjadi momentum untuk mempercepat penyelesaian proyek-proyek sejenis agar target swasembada pangan dapat tercapai.
Respons Masyarakat dan Harapan
Masyarakat di sekitar bendungan menyambut baik peresmian ini. I Wayan Sudarsana, seorang petani di Kabupaten Badung, mengaku sudah merasakan pasokan air yang lebih stabil sejak uji coba bendungan dilakukan awal 2025. “Biasanya kalau kemarau panjang, kami sulit air. Sekarang irigasi lancar dan hasil panen lebih bagus,” tuturnya. Hal serupa diungkapkan warga Aceh Utara yang berharap bendungan dapat mencegah banjir tahunan yang kerap merendam permukiman mereka.
Dengan diresmikannya Bendungan Sidan dan Keureuto, Brantas Abipraya kembali menorehkan sejarah dalam pembangunan infrastruktur air nasional. Komitmen perusahaan terhadap inovasi berkelanjutan diyakini akan terus mendorong percepatan proyek-proyek vital demi kemandirian air dan pangan Indonesia.
[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo resmikan Bendungan Sidan & Keureuto, Brantas Abipraya tegaskan komitmen dukung ketahanan air dan pangan nasional. Dua bendungan ini akan irigasi puluhan ribu hektare lahan! 🇮🇩💧 #InfrastrukturAir #KetahananPangan #BrantasAbipraya[SOCIAL_TG]: 🚰💧 Presiden resmikan Bendungan Sidan (Bali) & Keureuto (Aceh)! Karya Brantas Abipraya ini siap dukung irigasi ribuan hektare dan air baku jutaan warga. Swasembada pangan makin nyata!
Comments (0)