Becak Listrik Tenaga Surya Jadi Andalan Warga Kuba di Tengah Krisis Energi
Havana, Apaberita.com – Di tengah krisis energi yang melumpuhkan Kuba, becak listrik bertenaga surya muncul sebagai solusi darurat yang menyelamatkan mobil
Havana, Apaberita.com – Di tengah krisis energi yang melumpuhkan Kuba, becak listrik bertenaga surya muncul sebagai solusi darurat yang menyelamatkan mobilitas warga. Pemadaman bergilir selama berhari-hari—bahkan berminggu-minggu—telah membuat sepeda motor dan mobil konvensional tak bisa diandalkan. Namun, kendaraan roda tiga dengan atap panel surya ini justru menjadi moda transportasi andalan yang ramah lingkungan dan murah.
Krisis energi di Kuba mencapai puncaknya sepanjang 2024–2025, dipicu oleh penurunan drastis pasokan bahan bakar dari Venezuela dan kerusakan infrastruktur pembangkit listrik yang menua. Pemadaman serentak di Havana, Santiago, dan provinsi lain membuat warga harus menyesuaikan diri. Di sinilah becak tenaga surya memainkan peran penting. Kendaraan yang mulanya dikembangkan oleh bengkel-bengkel komunitas dan koperasi ini kini beroperasi di pelosok kota, mengangkut penumpang dan barang dengan biaya operasional hampir nol.
Lahir dari Keterbatasan: Revolusi Becak Surya
Fenomena becak surya di Kuba bukanlah proyek pemerintah besar-besaran, melainkan inisiatif akar rumput. Mekanik lokal memodifikasi becak tradisional dengan menambahkan motor listrik bekas, baterai daur ulang, dan panel surya impor kecil yang dibeli melalui jaringan informal. Hasilnya: kendaraan yang mampu melaju sejauh 50–70 kilometer dengan sekali pengisian, cukup untuk operasional harian di perkotaan.
“Dulu saya pakai motor bensin, tapi antrean BBM bisa seharian dan harganya selangit. Sekarang dengan becak surya, saya cukup jemur baterai tiga-empat jam, sudah bisa narik seharian,” kata Alberto Fernández, seorang sopir becak di kawasan Centro Habana. Penghasilannya justru meningkat karena biaya operasionalnya hampir tak terasa.
Teknologi Sederhana, Dampak Besar
Becak surya Kuba umumnya menggunakan panel berkekuatan 200–400 watt peak yang dipasang pada atap, terhubung ke baterai lithium-ion hasil konversi dari baterai UPS bekas. Kecerdikan ini menunjukkan ketangguhan masyarakat Kuba dalam menghadapi embargo dan krisis berkepanjangan. Meski kecepatannya terbatas—rata-rata 25–30 km/jam—becak ini mampu mengangkut hingga empat penumpang, menjadikannya transportasi publik informal yang efisien.
Data dari Asosiasi Transportasi Alternatif Kuba (ATAC) yang dikutip media lokal menunjukkan jumlah becak listrik-tenaga surya meningkat dari sekitar 200 unit pada awal 2024 menjadi lebih dari 2.500 unit pada Maret 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan masyarakat serta bantuan lembaga swadaya internasional yang menyalurkan panel surya skala kecil.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana energi terbarukan bisa menjadi jawaban di saat krisis. Tanpa perlu jaringan listrik stabil, becak ini mandiri,” ujar Dr. Laura Mena, peneliti energi dari Universidad de La Habana.
Krisis Energi yang Melatarbelakangi
Kuba sejak 2023 mengalami defisit pembangkitan listrik hingga 40 persen dari kebutuhan nasional. Tiga pembangkit termal utama sering mengalami gangguan, sementara impor bahan bakar minyak (BBM) anlok akibat sanksi dan keterbatasan devisa. Pemerintah menerapkan jadwal pemadaman hingga 14 jam sehari di beberapa wilayah. Kondisi ini melumpuhkan industri, rumah tangga, dan transportasi publik.
Di sisi lain, harga BBM di pasar gelap melambung tinggi, membuat kendaraan konvensional tak terjangkau bagi sebagian besar penduduk dengan upah rata-rata setara $15–$40 per bulan. Becak surya pun menjadi penyelamat mobilitas urban sekaligus peluang ekonomi baru.
Respons Pemerintah dan Prospek ke Depan
Pemerintah Kuba melalui Kementerian Energi dan Pertambangan mulai melirik potensi ini. Pada Februari 2025, pemerintah mengumumkan rencana impor panel surya skala besar dengan target 1.000 megawatt kapasitas terpasang dalam dua tahun. Namun, untuk transportasi, kebijakan masih bersifat responsif: relaksasi lisensi operasi becak listrik dan insentif bea masuk untuk komponen panel surya.
Becak tenaga surya kini tidak hanya menjadi moda transportasi, tetapi juga simbol harapan. Di jalan-jalan Havana, bunyi pelan motor listrik bergantian dengan suara musik salsa, menandakan kehidupan yang terus berjalan meski tantangan energi belum usai.
[SOCIAL_TWEET]: Kreativitas di tengah krisis! Warga Kuba andalkan becak tenaga surya saat listrik padam berhari-hari. Kendaraan ramah lingkungan ini jadi transportasi penyelamat. 🌞🚲 #Kuba #EnergiTerbarukan #KrisisEnergi[SOCIAL_TG]: ☀️🔋 Warga Kuba sulap becak biasa jadi kendaraan surya mandiri! Di tengah krisis energi parah, moda transportasi ini jadi andalan—ngecas cukup jemur baterai 3-4 jam. Inovasi akar rumput yang patut diacungi jempol!
Comments (0)