Bapanas Perkuat Distribusi Bawang Putih ke Kawasan Timur Indonesia

JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah strategis dengan menggandeng para importir dan distributor guna memperkokoh rantai pasok bawang putih ke wilayah timur Indonesia. Keputusa...

Bapanas Perkuat Distribusi Bawang Putih ke Kawasan Timur Indonesia

JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah strategis dengan menggandeng para importir dan distributor guna memperkokoh rantai pasok bawang putih ke wilayah timur Indonesia. Keputusan ini ditempuh untuk mengantisipasi disparitas harga yang kerap terjadi antara wilayah barat dan timur, sekaligus menjamin ketersediaan komoditas strategis tersebut secara berkelanjutan.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengelola stok pangan nasional secara inklusif. Distribusi yang tidak merata selama ini menjadi tantangan utama dalam pengendalian harga bawang putih, terutama di kawasan Indonesia timur yang memiliki beban logistik lebih tinggi.

Peran Aktif Importir dalam Stabilitas Pasokan

Dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Bapanas pada Selasa (10/6/2025), Arief menegaskan bahwa importir memiliki tanggung jawab untuk memastikan distribusi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.

"Kami mendorong para importir untuk memperluas jaringan distribusi hingga ke Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Ini penting karena konsumsi bawang putih tidak hanya terjadi di Jawa,"
ujarnya.

Berdasarkan data Bapanas, total kebutuhan bawang putih nasional mencapai sekitar 550 ribu ton per tahun, dan hampir seluruhnya dipenuhi melalui impor. Realisasi impor bawang putih hingga triwulan pertama tahun 2025 tercatat sebanyak 120.345 ton, dengan penyaluran yang masih terkonsentrasi di wilayah Jawa dan Sumatera.

Disparitas Harga dan Kendala Logistik

Harga bawang putih di sejumlah pasar di Indonesia timur masih menunjukkan selisih yang cukup signifikan dibandingkan rata-rata nasional. Pantauan Bapanas per 9 Juni 2025 mencatat harga bawang putih di Pasar Waihaong, Ambon, mencapai Rp48.000 per kilogram, sementara di Pasar Johar, Semarang, harga komoditas serupa berada di kisaran Rp34.000 per kilogram. Selisih ini disebabkan oleh rantai distribusi yang panjang dan biaya pengiriman yang tinggi.

Arief menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah simpul distribusi yang dapat dimanfaatkan oleh importir untuk memangkas biaya logistik. "Distributor dan importir kami harapkan dapat memanfaatkan gudang-gudang penyangga di Surabaya, Makassar, dan Bitung sebagai titik distribusi utama ke kawasan timur," tegasnya.

Penetapan Harga Acuan Pembelian

Dalam upaya menjaga keseimbangan harga di tingkat konsumen, Bapanas juga telah menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk bawang putih sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 11 Tahun 2022. HAP di tingkat produsen ditetapkan sebesar Rp22.000 per kilogram, sedangkan di tingkat konsumen berada pada rentang Rp30.000 hingga Rp36.000 per kilogram, tergantung wilayah.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, menyatakan bahwa pengawasan terhadap kepatuhan importir dalam menyalurkan bawang putih akan diperketat.

"Kami akan mengevaluasi penyaluran secara periodik. Importir yang tidak patuh terhadap kewajiban distribusinya akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,"
jelas Rachmi.

Antisipasi Kebutuhan Akhir Tahun

Langkah penguatan distribusi ini juga menjadi bagian dari strategi Bapanas dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan menjelang akhir tahun. Secara historis, konsumsi bawang putih meningkat sekitar 15 hingga 20 persen pada periode Oktober hingga Desember bersamaan dengan meningkatnya aktivitas industri kuliner dan perayaan hari besar keagamaan.

Untuk itu, Bapanas telah menerbitkan rekomendasi impor bawang putih tambahan sebanyak 155 ribu ton untuk periode semester kedua tahun 2025. Dari jumlah tersebut, setidaknya 30 persen dialokasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan wilayah timur Indonesia.

Direktur Pengelolaan Pasokan Pangan Bapanas, Retno Utami, menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus diintensifkan. "Kami telah berkomunikasi dengan dinas-dinas terkait di provinsi tujuan untuk memastikan infrastruktur penyimpanan sementara tersedia," ujarnya dalam kesempatan terpisah.

Dengan skema kolaborasi antara pemerintah, importir, dan distributor ini, Bapanas optimistis bahwa disparitas harga bawang putih antara wilayah barat dan timur dapat dipangkas secara bertahap. Stabilitas harga dan ketersediaan pasokan yang merata menjadi target utama yang diupayakan melalui kebijakan tersebut, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User